Perbaikan Jalan Pantura Demak 23 Mei-4 Juli, Ini Rute Alternatifnya

Mochamad Saifudin - detikJateng
Jumat, 20 Mei 2022 19:48 WIB
Pengalihan arus selama peningian jalur Pantura-Demak 23 Mei-4 Juli 2022
Pengalihan arus selama peningian jalur Pantura-Demak 23 Mei-4 Juli 2022 (Foto: dok. Satlantas Polres Demak)
Demak -

Jalan Pantura Demak, Jawa Tengah, bakal ditinggikan mulai 23 Mei hingga 4 Juli 2022. Jalan Pantura di Kecamatan Sayung tersebut bakal ditinggikan sepanjang sekitar 1 kilometer di kedua sisiya.

"Betul, jadi pengecoran peninggian itu untuk persiapan tol itu dibuka Oktober 2022. Nah, itu dicor tinggi karena itu kena air rob ditinggikan," kata Kasat Lantas Polres Demak, AKP M Gargarin Friyandi melalui telepon, Jumat (20/5/2022).

Lokasi pengecoran atau peninggian jalan tersebut tepatnya di bawah jembatan tol Desa Sidogemah, Kecamatan Sayung. Tepatnya di KM 10.90-KM 11.17 lajur Semarang-Demak, dan lajur sebaliknya pada KM 11.20-KM 11.40.

"Lajur kanan Semarang-Demak, sekitar 800 meter, sementara yang lajur kiri Demak-Semarang sekitar 285 meter, hampir 300 meter," ujar Garin.

Garin menjelaskan pengerjaan jalan di dua lajur tersebut dimulai satu lajur dulu selama 24 jam. Mulai Selasa (23/5) pengerjaan dari lajur Semarang-Demak dulu, kemudian dilanjutkan jalur sebaliknya.

"Untuk pengalihan arus kita tetap ngalir seperti biasa, yang besok dikerjakan mulai Selasa (23/5) itu adalah lajur Semarang-Demak, lajur cepat yang sebelah kanan. Lha yang kiri tetap jalan. Nah, setelah yang kanan selesai, baru yang kiri (lajur Demak-Semarang)," terang Garin.

"24 jam (pengecoran), soalnya kita ngebut. Saya minta ke Wika (pelaksana proyek tol), ini selesai kita kan mau pengerjaan Jembatan Wonokerto juga kan. Jadi biar tidak berbarengan," lanjutnya.

Garin menambahkan pihaknya mengantisipasi kepadatan lalu lintas juga akan menerapkan contra flow di titik lalu lintas yang paling padat. Dia menyebut jika pengerjaan satu jalur selesai, pihaknya akan membuka kembali lajur itu untuk dilalui.

"Rekayasa lalinnya kalau misalnya nanti arusnya padat, kita contra flow. Kita insidental aja mana yang paling padat," ujar Garin.

"Kalau untuk rekayasa lalin kita tetap buka jalur, jadi tiga jalan on satu off, yang dicor itu aja yang off. Jadi kalau pengecoran itu selesai jadi kita buka langsung kalau sudah umurnya, itu kan harus nunggu tiga hari biar kering. Setelah itu dibuka, bisa dilewati lagi, baru kita cor yang sebelahnya," imbuhnya.

Selain itu, pihaknya juga telah memasang rambu-rambu lalu lintas dan sosialisasi akan terlaksananya peninggian jalan tersebut. Sejumlah derek dan forklift juga telah ia siapkan.

"Semua rambu-rambu sudah kita persiapkan. Hari ini sudah mulai loading dipasang. Rambu-rambunya ada, imbauan, semua kita pasang. Termasuk kita stand by juga derek, forklift, kalau memang dua-dua, tiga-tiga di seputaran pengecoran," ujarnya.

Garin mengimbau bagi kendaraan pribadi sebaiknya melalui jalur alternatif atau melewati tol pada 23 Mei-4 Juli 2022. Dia menerangkan kendaraan dari Kudus ke Semarang bisa melewati tiga jalan alternatif.

Rute Alternatif

Ketiga jalan alternatif tersebut yakni Jembatan Layang Wonosalam ke Kebonagung, pertigaan Halte Buyaran Karangtengah ke Guntur, dan pertigaan Onggorawe Sayung ke Mranggen.

Berikut rutenya:

1. Jembatan Layang, Wonosalam, Kebonagung, Gubug, Tegowanu, Karangawen, Mranggen, Semarang.
2. Pertigaan Halte Buyaran, Guntur, Karangawen, Mranggen, Semarang.
3. Pertigaan Onggorawe, Bulusari, Mranggen, Semarang.

Sementara kendaraan dari Semarang ke Kudus bisa melewati Pertigaan Genuksari, Pasar Genuk, Karangroto Bulusari, Guntur, pertigaan Halte Karangtengah, Jalur Pantura.

"Kendaraan dari Semarang ke Surabaya maupun sebaliknya diimbau untuk melewati jalur tol," pungkas Garin.



Simak Video "Aksi Ugal-ugalan 2 Pikap di Jalur Pantura Berakhir Tragis, 2 Tewas"
[Gambas:Video 20detik]
(ams/rih)