Pencarian Balita Hilang di Pemalang, Susur Sungai hingga Tong Rong Prek

Robby Bernardi - detikJateng
Selasa, 17 Mei 2022 17:25 WIB
Warga dan relawan melakukan susur saluran irigasi untuk mencari balita yang hilang di Pemalang, Selasa (17/5/2022).
Warga dan relawan melakukan susur saluran irigasi untuk mencari balita yang hilang di Pemalang, Selasa (17/5/2022). Foto: Robby Bernardi/detikJateng
Pemalang -

Seorang balita berusia 1,5 tahun hilang misterius di halaman rumahnya di Desa Ambowetan perbatasan Desa Rowosari, Kecamatan Ulujami, Pemalang, sejak Senin (16/5/2022). Hingga sore ini, upaya pencarian belum membuahkan hasil.

Pencarian dilakukan dengan menyusuri sungai irigasi yang melintas di depan rumah korban. Selain itu, pencarian secara tradisional juga dilakukan oleh warga menggunakan tong rong prek.

Salah satu warga, Rohadi (56) mengatakan pencarian dengan tong rong prek itu dilakukan oleh warga.

"Itu tradisi turun-temurun. Orang tua kita, kalau ada anak yang hilang carinya seperti itu," kata Rohadi, Selasa (17/5/2022).

Tong rong prek dilakukan oleh warga pada Senin (16/5) malam dengan cara berkeliling kampung dengan membawa alat dapur serta kentongan. Mereka memukuli benda yang dibawanya sembari memanggil nama korban.

"Keliling dari rumah sini, sampai keliling desa dan sampai ke areal pemakaman sana. Sampai dini hari," kata dia.

Hanya saja, lanjut Rohadi, pencarian dengan cara tradisional itu juga belum membuahkan hasil. Hingga kini bocah berusia 1,5 tahun itu belum ditemukan.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pemalang, Sugiyanto mengatakan pihaknya masih terus melakukan pencarian. Pihaknya mencoba menyusuri saluran irigasi meski belum ada kepastian bocah itu hanyut di tempat tersebut.

"Untuk giat opsar hari ini, kita melibatkan semua unsur, termasuk relawan, melakukan susur sungai kecil depan titik awal rumah korban yang dinyatakan hilang, sejauh 1 kilometer ke arah timur," katanya.

Seperti diberitakan sebelumnya, seorang balita di Pemalang hilang secara misterius pada Senin (16/5) sore, sekitar pukul 16.00 WIB . Sebelumnya, bocah yang baru bisa berjalan itu tengah disuapi ibunya di depan rumah.

Namun, setelah ibunya masuk ke dalam rumah untuk mengambil air minum, bocah itu hilang dari tempatnya semula. Ibunya bersama tetangga sempat mencari ke saluran irigasi yang berjarak sekitar 5 meter dari rumahnya. Namun belum membuahkan hasil.



Simak Video "Balita Suspek Rabies di Jembrana Meninggal, Puluhan Anjing Divaksinasi"
[Gambas:Video 20detik]
(ahr/rih)