Kritik Pakar soal Rekayasa Lalin Mudik 2022: Rest Area Jadi Momok Macet

Afzal Nur Iman - detikJateng
Minggu, 08 Mei 2022 11:38 WIB
Suasana arus mudik Lebaran 2022
Suasana arus mudik Lebaran 2022 (Foto: dok. Kabid Advokasi dan Kemasyarakatan MTI Pusat Djoko Setijowarno)
Semarang -

Ketua Bidang Advokasi dan Kemasyarakatan Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Pusat, Djoko Setijowarno memberi sejumlah catatan terkait pelaksanaan arus mudik-balik Lebaran 2022. Salah satu evaluasinya yakni kawasan rest area yang menjadi momok kemacetan.

"Upaya manajemen prioritas dengan rekayasa lalu lintas yang dilakukan di jalan Tol Trans Jawa berupa ganjil genap, arus searah (one way) dan arus berlawaan arah (contra flow) sudah maksimal," kata Djoko dalam keterangan tertulis yang diterima detikJateng, Minggu (8/5/2022).

Hal itu, disebut sesuai dengan survei Balitbang Perhubungan pada Maret 2022 yang menyebut bila mayoritas pemudik memilih menggunakan jalur tol. Kemudian tol yang diprediksi menjadi yang paling padat merupakan Tol Trans Jawa.

"Kemacetan di saat mudik dan balik Lebaran tidak bisa dihindari, namun yang terpenting, kemacetan tersebut dapat dikendalikan. Tidak sampai kendaraan berhenti total di jalan, tetap jalan dalam kecepatan rendah," jelas akademisi Prodi Teknik Sipil Unika Soegijapranata ini.

Dalam amatannya, Djoko menyebut ada sejumlah fenomena kemacetan berulang meski pemerintah sudah menerapkan one way di Tol Trans Jawa. Termasuk yang disebabkan oleh antrean di rest area.

"Rest area masih menjadi momok kemacetan lalu lintas masa arus mudik dan balik Lebaran," katanya.

Djoko pun menyarankan ada pemisahan zona parkir dan zona aktivitas agar kepadatan di rest area bisa berkurang. Selain itu, dia menyoroti kendaraan yang berhenti di bahu jalan, hingga saldo e-tol yang tidak mencukupi sebagai penyebab macet.

"Penyebab lain kemacetan lalu lintas di jalan tol, seperti perilaku beristirahat di bahu jalan tol, berkendara zig zag, saldo uang elektronik tidak mencukupi, penyempitan ruas jalan (bottleneck), melintas jalur tanpa kendali petugas Polisi Lalu Lintas, kecelakaan lalu lintas," jelasnya.

Djoko juga menyoroti petugas yang hanya fokus menjaga kelancaran arus lalu lintas dan tidak melakukan penindakan pada pelanggar lalu lintas saat arus mudik maupun arus balik. Padahal pelanggaran lalu lintas bisa mengancam keselamatan pengguna jalan.

"Ironisnya, tidak ada penindakan dari aparat hukum karena konsentrasi petugas semata-mata terfokus pada kelancaran arus mudik dan arus balik," katanya.



Simak Video "YIA Masih Dipadati Penumpang di Hari Ini, Kemarin Jadi Puncak Arus Balik"
[Gambas:Video 20detik]
(afn/ams)