Tak Beroperasi Sejak 2015, Sumur Tua di Blora Tetiba Keluarkan Minyak

Febrian Chandra - detikJateng
Sabtu, 16 Apr 2022 19:33 WIB
Sumur minyak tua KDD 10 di lapangan Kendiding Blora keluarkan minyak secara alami.
Sumur minyak tua KDD 10 di lapangan Kendiding Blora keluarkan minyak secara alami. (Foto: Febrian Chandra/detikJateng)
Blora -

Sumur minyak tua KDD 10 di lapangan Kedinding, Desa Ngraho, Kecamatan Kedungtuban, Kabupaten Blora baru-baru ini mengeluarkan minyak bercampur air secara alami. Padahal sumur tua itu telah berhenti beroperasi.

Pantuan detikJateng dilokasi, meski tanpa ditimba atau disedot, minyak tersebut keluar dari mulut sumur dan menuju dua bak penampungan yang hampir penuh. Jika tidak segera ditangani, dikhawatirkan minyak bercampur air tersebut akan mengalir ke sawah yang berdekatan dengan bak penampungan minyak.

Kepala desa Ngraho Sri Lestari Indajani mengatakan, kisaran tahun 2006 sampai tahun 2015, sumur tersebut dikerjasamakan dengan kelompok penambang setempat. Terakhir pengelolaan sumur tua itu diikelola BUMD PT Blora Patra Energi (BPE) pada tahun 2006-2015.

"Dulu dikelola oleh PT BPE dari tahun 2006 sampai 2015. Setelah habis masa kontrak pengelolaannya, sumur tersebut secara otomatis kembali kepada Pertamina EP. Mengingat, lapangan Kedinding merupakan Wilayah Kerja Pertambangan (WKP) Pertamina EP Field Cepu," kata Sri kepada detikJateng, Sabtu (16/04/2022).

"Sejak awal saya menjabat, sampai sekarang operasi berhenti total. Tidak ada operasi. Entah beberapa tahun lalu pernah flowing besar hingga minyaknya mengalir sampai kali," tambahnya.

Sri bercerita, pernah kondisi sumur penuh cairan dari dalam sumur meluber. Namun tidak sampai terjadi semburan.

"Kalau sekarang, hanya kecil seperti itu," imbuhnya.

Sempat terdengar kabar, jika akan ada pihak dari luar kota yang akan mengoperasikan sumur tersebut. Terkait penduduknya yang menguasai atau penanggung jawab sumur, dia mengaku tidak tahu. Hanya saja, ada tenaga yang menjaga lokasi sumur.

"Ada satu penduduk kami yang jaga. Dia digaji oleh Pertamina EP setiap bulannya," ungkapnya.

Terpisah Wakil Ketua Paguyuban Penambangan Sumur Tua Putra Mataram, Edi Purnomo warga Desa Merenung, Kecamatan Cepu mengungkapkan, rekomendasi pengelolaan sumur tua KDD 10 dari Bupati Blora, sudah keluar. Selanjutnya naik ke Gubernur Jawa Tengah untuk mendapat rekomendasi.

Menurutnya, ada 13 titik yang diajukan untuk dikelola bersama BUMD Blora. Termasuk titik sumur KDD10 yang baru-baru ini mengeluarkan minyak secara alami dan belum tertangani.

Edi menjelaskan, BUMD sebagai pemegang izin dan hak kelola. Sesuai dengan Peraturan Menteri ESDM Nomor 1 Tahun 2008 tentang Pedoman Pengusahaan Pertambangan Minyak Bumi pada Sumur Tua. Sementara, paguyuban nanti sebagai mitra dalam operasi pengelolaan sumur minyak tua.

"Sekarang ini kami tengah mempersiapkan perbaikan akses menuju lokasi titik sumur. Sambil menungu izin turun. Mengingat, prosesnya juga membutuhkan waktu cukup lama," ujar Edi Purnomo.

Edi menyebut, tidak menutup kemungkinan jika ada pemodal yang ikut serta dalam pengoperasian sumur di lapangan Kedinding. Menurut dia, lapangan Kedinding cukup potensi.

"Kami pernah uji coba, dalam sehari bisa 3 kali pengangkutan minyak hasil produksi secara tradisional," jelasnya.

Sementara itu Direktur Operasional PT BPE Awan Pradigsa, membenarkan jika rekomendasi dari Bupati Blora sudah keluar. Sekarang ini, sudah masuk tahapan perizinan Gubernur Jawa Tengah.

"Nanti juga akan ada kunjungan lapangan dari Kementerian ESDM yang ada di Jawa Tengah. Setelah beberapa tahapan, rekomendasi Gubernur bisa keluar," kata Awan saat dihubungi detikJateng.



Simak Video "Melihat Lebih Dekat Aktivitas Tambang Minyak di Sumur Tua Blora"
[Gambas:Video 20detik]
(aku/aku)