Lapur Lur

Air PDAM Ngadat Sejak Pagi, Warga Delanggu Klaten Kelimpungan

Achmad Hussein Syauqi - detikJateng
Jumat, 04 Mar 2022 20:01 WIB
Warga Klaten menunjukkan keran PDAM yang tidak mengalir, Jumat (4/3/2022).
Warga Klaten menunjukkan keran PDAM yang tidak mengalir, Jumat (4/3/2022). Foto: Achmad Hussein Syauqi/detikJateng
Klaten -

Warga di beberapa desa di Kecamatan Delanggu, Klaten, Jawa Tengah kelimpungan karena pasokan air bersih PDAM Tirta Merapi macet. Berhentinya pasokan terjadi sejak pukul 06.00 WIB.

"Tadi habis subuh masih lancar untuk cuci piring. Baru sekitar pukul 06.00 WIB macet," ungkap Wati (40) warga di Desa Sabrang, Kecamatan Delanggu kepada detikJateng, Jumat (4/3/2022) siang.

Dijelaskan Wati, berhentinya pasokan itu tanpa pemberitahuan seperti biasa di tingkat RT. Berhentinya aliran air terjadi saat warga beraktivitas pagi sehingga sangat merepotkan.


"Warga menjadi repot sebab macetnya saat perlu untuk mandi dan mencuci serta memasak. Untungnya masih ada air galon," imbuh Wati.

Warga Delanggu lainnya, Wakid mengatakan hal yang sama. Pasokan air bersih PDAM mati sejak pagi.

"Mati sejak pagi. Ya jelas merepotkan karena saya kan juga warga," ungkap Wakid.

Repot lagi, ungkap Wakid, mesin cuci di rumahnya sedang gangguan. Sedangkan sumur dalam juga tidak ada.

"Soalnya mesin cuci sedang trouble sehingga mencucinya manual. Padahal tidak punya sumur rumah," terang Wakid.

Pantauan detikJateng sampai pukul 18.00 WIB air belum mengalir juga. Pada sekitar pukul 15.00 WIB sempat mengalir hanya beberapa menit kemudian mati lagi.

Direktur teknik PDAM Tirta Merapi, Sigit Setyawan menjelaskan gangguan disebabkan dampak banjir dan luapan. Pipa di Sungai Ngendo bocor.

"Ini pipa kita yang di sungai Ngendo bocor sambungannya. Ini teman- teman sudah meluncur ke lokasi semoga segera teratasi," jelas Sigit kepada detikJateng lewat pesan singkat ponselnya.

Diterangkan Sigit, lokasi pipa berada di bawah mata air Nilo di Desa Daleman, Kecamatan Tulung. Beberapa desa di Kecamatan Delanggu terdampak.

"Yang terdampak langsung pelanggan di Desa Sribit, Kahuman, Gumul, Sukorame, Perum Gayam. Ini baru selesai perbaikan dan sedang dilakukan normalisasi aliran dan pembuangan angin dalam pipa," lanjut Sigit.



Simak Video "Warga Desa di Klaten Demo Pembangunan Pabrik Tekstil"
[Gambas:Video 20detik]
(ahr/aku)