Soal Wayang, Ini Klarifikasi dan Permohonan Maaf Khalid Basalamah

Tim detikcom - detikJateng
Rabu, 16 Feb 2022 16:01 WIB
Ustaz Khalid Basalamah mengunggah video di kanal YouTube Khalid Basalamah Official, soal permintaan maaf dan klarifikasi tentang ceramah wayang haram, Senin (14/2/2022).
Foto: Ustaz Khalid Basalamah meminta maaf dan juga mengklarifikasi soal ceramah 'wayang haram'. (Screenshot video)
Solo -

Ustaz Khalid Basalamah telah menyampaikan klarifikasi dan permohonan maaf soal polemik yang berawal dari video ceramahnya 'Wayang Haram'. Video permintaan maaf itu diposting pada Selasa (14/2), sedangkan polemik masih bergulir hingga saat ini.

Dalam video klarifikasinya itu, Basalamah mengatakan ceramah tentang wayang itu dia sampaikan pada tahun lalu di salah satu masjid di Jakarta Selatan. Dia mengatakan video itu menampilkan potongan momen saat dia menjawab pertanyaan jemaah.

"Video ini kami buat untuk klarifikasi sekaligus permohonan maaf tentunya atas potongan pertanyaan yang diajukan oleh salah satu jemaah beberapa tahun lalu di Masjid Blok M di Jakarta, dan sekaligus jawaban kami tentang masalah wayang," kata Basalamah dalam video yang diunggah di kanal YouTube resminya, Khalid Basalamah Official, seperti dilihat Rabu (16/2/2022).

Video klarifikasi dan permintaan maaf itu berdurasi menit dan 38 detik. Khalid Basalamah mengatakan memberi penjelasan dalam tiga bagian.

"Pertama adalah, lingkupnya adalah pengajian kami dan jawaban seorang dai muslim kepada penanya muslim. Itu dulu batasannya," sebutnya.

Basalamah mengatakan ada seorang jemaah yang bertanya soal wayang kepadanya. Menjawab pertanyaan jemaah itu, kata Basalamah, dia menyarankan untuk menjadikan Islam sebagai tradisi

"Jangan menjadikan tradisi sebagai Islam," kata Basalamah.

"Dan tidak ada kata-kata saya di situ mengharamkan," lanjut dia.

"Makna kata-kata ini juga kalau ada tradisi yang sejalan dengan Islam tiada masalah, dan kalau bentrok sama Islam ada baiknya ditinggalkan. Ini sebuah saran," paparnya.

Potongan yang kedua, kata Basalamah, yakni saat penanya menanyakan bagaimana taubatnya dalang. Menurutnya pertanyaan ini mirip lingkupnya dengan jika ada pertanyaan bagaimana taubatnya seorang pedagang atau seorang guru.

"Disebutkan profesinya. Maka saya sebagai seorang dai muslim menjawab, 'umumnya kaum muslimin kalau bertobat dan setiap muslim akan merasa bahagia, senang kalau diajak bertaubat, dan memang jawabannya tobat nasuhah, kembali kepada Allah dengan taubat yang benar," paparnya.

Potongan video ketiga, lanjut Basalamah, disebutnya sangat berkaitan dengan bagian potongan kedua yakni soal memusnahkan.

"Jadi, kalau ada orang yang memang tobat, misalnya di sini dia seorang dalang, kalau dia sudah tobat dan tidak mau lagi melakukan itu, maka mau diapakan wayang-wayang ini? Untuk dia secara individu dimusnahkan, sebatas itu,"

Basalamah kemudian menegaskan tidak berniat menghapus wayang dari sejarah Indonesia. Dia juga menyatakan tak pernah berpikir untuk menyuruh seluruh para dalang bertobat atau memusnahkan seluruh wayang.

"Saya sama sekali tidak berpikir atau punya niat menghapuskan ini dari sejarah nenek moyang Indonesia atau misalnya menyuruh seluruh dalang, 'dalang bertaubatlah kepada Allah', atau misalnya 'semua wayang harus dimusnahkan'. Anda mau melakukannya, itu hak Anda. Kami sedang ditanya lingkup di taklim kami," tutur Basalamah.

Khalid Basalamah juga menyatakan klarifikasi ini hanya untuk menjelaskan saja. Dia tetap meminta maaf kepada seluruh pihak yang tersinggung dengan jawabannya kepada jemaah tersebut.

"Namun teman-teman sekalian, klarifikasi ini bukan membenarkan sikap. Tapi hanya untuk menjelaskan saja. Dan sebagai seorang muslim yang baik, dan saya berharap saya salah satu dari muslim itu, kalau ada sesuatu yang kita lakukan ternyata menyinggung orang lain, maka ada baiknya kita meminta maaf," tutur Basalamah.

"Dan saya pada kesempatan ini, saya Khalid Basalamah mengucapkan permohonan maaf sebesar-besarnya dari hati nurani kami kepada seluruh pihak yang tidak terkecuali, yang merasa terganggu atau tersinggung, dengan jawaban kami tersebut," urainya.

Video ceramah soal wayang tersebut kini tak bisa diakses di akun Yarif kini tak bisa diakses. Beberapa pihak yang bicara soal kemungkinan membawa masalah ini ke ranah hukum yakni Persatuan Pedalangan Indonesia (Pepadi) Eks Karesidenan Banyumas. Koordinator Wilayah (Korwil) Pepadi Eks Karesidenan Banyumas, Bambang Barata Aji, mengatakan telah mengetahui klarifikasi dan permintaan maaf Khalid Basalamah dan akan mendiskusikannya lagi dengan beberapa pihak.

Selain itu artis yang juga Ketua Humas DPP Setya Kita Pancasila, Sandy Tumiwa, juga mengatakan hendak melaporkan Ustaz Khalid Basalamah terkait video ceramahnya yang menyebut wayang haram ke Bareskrim Polri. Namun hingga kemarin belum ada laporan masuk ke polisi terkait masalah ini.



Simak Video "Babak Baru Polemik Ceramah Wayang Khalid Basalamah"
[Gambas:Video 20detik]
(sip/mbr)