Ciwidey dikenal sebagai kawasan wisata alam dengan udara sejuk dan panorama pegunungan. Selain Kawah Putih yang menjadi salah satu destinasi andalan, terdapat sejumlah tempat wisata beragam yang bisa dikunjungi untuk mengisi liburan bersama keluarga maupun teman.
Bagi detikers yang sedang merencanakan perjalanan ke Bandung Selatan, berikut lima rekomendasi wisata alam di Ciwidey lengkap dengan lokasi, jam operasional, dan perkiraan harga tiket masuknya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
1. Ranca Upas
Ranca Upas atau Kampung Cai Ranca Upas menjadi pilihan bagi detikers yang ingin menikmati suasana alam terbuka. Kawasan ini memiliki padang rumput, hutan pegunungan, serta udara sejuk yang cocok untuk melepas penat dari kesibukan sehari-hari.
Daya tarik utamanya adalah penangkaran rusa, detikers dapat melihat rusa dari dekat dan mencoba memberi makan hewan tersebut. Ranca Upas juga dikenal sebagai lokasi berkemah dengan area yang cukup luas, tersedia pula fasilitas pemandian air panas untuk pengunjung yang ingin bersantai.
Bagi detikers yang ingin bermalam, area perkemahan dapat menjadi pilihan untuk menikmati suasana malam dan udara pagi di kawasan pegunungan.
Lokasi: Jalan Raya Ciwidey-Patengan KM 11, Patengan, Kecamatan Rancabali, Kabupaten Bandung.
Jam operasional: 07.00-17.00 WIB, sedangkan kawasan camping dapat diakses sesuai ketentuan pengelola.
Harga tiket: Rp25.000-Rp28.000 per orang untuk kunjungan reguler, biaya camping, parkir, dan fasilitas tambahan dihitung terpisah.
2. Situ Patenggang
Situ Patenggang atau Situ Patengan merupakan danau alami yang berada di kawasan Rancabali, danau ini dikelilingi perbukitan dan perkebunan teh, sehingga menawarkan pemandangan hijau dengan suasana sejuk khas Ciwidey.
Salah satu daya tarik yang dikenal wisatawan adalah Pulau Asmara dan Batu Cinta, yang lekat dengan legenda lokal tentang kisah cinta. Pengunjung juga dapat menikmati panorama danau dari sejumlah titik di tepiannya.
Di kawasan wisata yang sama terdapat Glamping Lakeside dan Pinisi Resto, restoran dengan bangunan menyerupai kapal pinisi berukuran besar.
Lokasi: Desa Patengan, Kecamatan Rancabali, Kabupaten Bandung.
Jam operasional: 08.00-17.00 WIB untuk kunjungan reguler.
Harga tiket: Rp25.000 per orang untuk tiket reguler, sementara untuk paket terusan dan wahana tambahan memiliki tarif berbeda.
Untuk mengelilingi danau disediakan penyewaan perahu atau sepeda air Foto: detik |
3. Rengganis Suspension Bridge dan Kawah Rengganis
Untuk detikers yang menyukai tantangan, Rengganis Suspension Bridge bisa menjadi pilihan, jembatan gantung sepanjang sekitar 370 meter ini membentang di kawasan lembah hijau dan menghubungkan jalur menuju Kawah Rengganis.
Dari atas jembatan, pengunjung dapat melihat bentang alam di sekitarnya dari ketinggian, pengalaman melintasinya menawarkan sensasi berbeda dibandingkan wisata alam yang hanya dinikmati dari jalur darat.
Setelah menyeberang, wisatawan bisa menjelajahi Kawah Rengganis yang memiliki sumber air panas alami berkaitan dengan aktivitas vulkanik kawasan Gunung Patuha. Di area ini terdapat kolam air panas untuk berendam sesuai aturan dan kondisi yang ditetapkan pengelola.
Lokasi: Kawasan Patengan, Kecamatan Rancabali, Kabupaten Bandung.
Jam operasional: 07.00-17.00 WIB, tetap konfirmasikan sebelum berkunjung.
Harga tiket: Rp70.000 per orang untuk paket akses Kawah Rengganis dan jembatan gantung, paket terusan ke destinasi lain bisa memiliki tarif berbeda.
Jembatan Rengganis di Kabupaten Bandung. Foto: Yuga Hassani/detikJabar |
4. Perkebunan Teh Rancabali
Ingin menikmati pemandangan hijau tanpa harus mencoba banyak wahana? Perkebunan Teh Rancabali bisa menjadi alternatif untuk bersantai sambil menghirup udara sejuk.
Hamparan tanaman teh yang mengikuti kontur perbukitan menjadi daya tarik utama kawasan ini. Pengunjung dapat menikmati pemandangan dari tepi jalan atau mendatangi titik wisata tertentu yang berada di sekitar perkebunan.
Beberapa spot yang dikenal wisatawan antara lain Batu Gede, yang dimanfaatkan sebagai tempat berfoto, serta Golesat Circuit, wahana meluncur menggunakan kereta kecil beroda tiga di jalur khusus.
Lokasi: Kawasan perkebunan teh di Desa Patengan, Kecamatan Rancabali, Kabupaten Bandung.
Jam operasional: Akses perkebunan dapat berbeda menurut area. Untuk spot wisata dan wahana tertentu, periksa jadwal masing-masing pengelola.
Harga tiket: Menikmati pemandangan dari tepi jalan umumnya tidak dikenai tiket khusus, namun area wisata dan wahana tertentu dapat menerapkan tarif tersendiri.
Foto udara pekerja memanen teh di perkebunan teh Cibuni di Desa Sukaresmi, Kecamatan Rancabali, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Jumat (29/11/2024). Kementerian Pertanian melalui Ditjen Perkebunan terus mendorong peningkatan investasi subsektor perkebunan demi menuju Indonesia Emas 2045 yang meliputi subsektor perkebunan seperti kelapa sawit, karet, kakao, kopi, dan teh, yang merupakan komoditas unggulan dengan menyumbang devisa besar bagi negara serta menyerap tenaga kerja dalam jumlah signifikan. ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi/tom. Foto: Antara Foto/Raisan Al Farisi |
5. Ecopark Curugtilu
Ecopark Curugtilu cocok bagi keluarga yang ingin menggabungkan wisata alam dengan aktivitas rekreasi karena tempat ini menawarkan suasana hijau dengan sejumlah fasilitas untuk pengunjung berbagai usia.
Selain area untuk menikmati pemandangan, tersedia spot foto, tempat makan, dan area bermain anak. Destinasi ini juga memiliki tiga air terjun buatan yang menjadi bagian dari konsep wisata ecopark, pengunjung dapat berjalan-jalan santai, berfoto, atau mencoba wahana tertentu dengan biaya tambahan.
Kehadiran fasilitas rekreasi membuat Ecopark Curugtilu bisa dipertimbangkan untuk liburan keluarga yang ingin menikmati suasana alam tanpa harus melakukan trekking berat.
Lokasi: Jalan Raya Ciwidey-Rancabali KM 1, Desa Patengan, Kecamatan Rancabali, Kabupaten Bandung.
Jam operasional: Informasi pengelola mencantumkan pukul 07.00-19.00 WIB, jadwal dapat berbeda pada hari tertentu.
Harga tiket: Rp25.000 per orang untuk wisatawan lokal, wahana dan aktivitas tambahan bisa dikenai biaya terpisah.
Agar perjalanan lebih nyaman, detikers sebaiknya datang di pagi hari, siapkan jaket karena suhu bisa terasa dingin, gunakan alas kaki yang nyaman, dan perhatikan kondisi cuaca sebelum berangkat.
Harga tiket dan jam operasional di atas dapat berubah sewaktu-waktu, jadi pastikan kembali ketentuan kunjungan melalui pengelola masing-masing tempat.



