Kerajinan khas Cirebon tidak hanya terkenal dengan Batik Mega Mendung saja, Kota Udang ini juga memiliki sejarah panjang kebudayaan yang menyimpan beragam kerajinan tangan bernilai seni tinggi.
Kerajinan-kerajinan tersebut lahir dari perpaduan tradisi, keterampilan perajin, dan kreativitas dalam mengolah bahan menjadi produk yang unik dan menarik. Detikers bisa menggunakannya sebagai sebagai dekorasi rumah atau sekedar hanya untuk dikoleksi.
Bagi para kolektor yang sedang mencari barang-barang unik dan menarik khususnya dari Cirebon, berikut lima kerajinan lokal selain Batik Mega Mendung yang bisa dipertimbangkan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
1. Lukisan Kaca Cirebon
Lukisan kaca merupakan salah satu seni tradisional Cirebon yang dikenal sejak abad ke-17 seiring dengan berkembangnya pengaruh Islam di wilayah tersebut.
Lukisan dibuat di atas kaca bening dengan gambar seperti kaligrafi Arab, Wayang Cirebon, Macan Ali yang menjadi lambang Kesultanan Cirebon, serta pemandangan bernuansa spiritual.
Daya tariknya terletak pada pantulan cahaya kaca dan detail warna yang membuat lukisan terlihat elegan ketika dipajang, kerajinan ini cocok dijadikan dekorasi ruang tamu atau koleksi seni bernuansa etnik.
Proses pembuatannya juga terbilang unik karena menggunakan teknik melukis terbalik. Seniman membuat garis dan detail gambar terlebih dahulu dari sisi kaca, kemudian baru mewarnai bagian belakangnya. Dengan teknik tersebut, urutan pengerjaan harus diperhitungkan dan membutuhkan skill khusus agar hasil akhirnya terlihat utuh dari depan.
Detikers bisa mencari lukisan kaca di sentra perajin Desa Gegesik Lor, Kecamatan Gegesik, Kabupaten Cirebon. Harganya mulai Rp150.000 hingga puluhan juta rupiah, tergantung ukuran kaca dan kerumitan lukisan.
2. Topeng Kayu Ukir Cirebon
Topeng kayu Cirebon merupakan kerajinan yang berkaitan erat dengan tradisi Tari Topeng Cirebon. Selain menjadi properti pertunjukan, topeng dengan ukiran khas juga banyak dicari sebagai hiasan dinding atau koleksi seni budaya Nusantara.
Tari Topeng Cirebon sendiri memiliki lima karakter utama yang dikenal sebagai Panca Wanda, yaitu Panji, Samba, Rumyang, Tumenggung, dan Kelana. Setiap karakter memiliki ciri serta filosofi tersendiri.
Topeng dibuat dari kayu pilihan, seperti kayu jaran, waru, atau lawe yang relatif ringan saat digunakan menari. Bentuk wajah, pahatan, dan warna menjadi unsur penting untuk menggambarkan karakter masing-masing tokoh. Misalnya, Kelana berwatak tegas identik dengan warna merah, sedangkan Panji memiliki tampilan putih yang melambangkan ketenangan.
Nilai filosofis dan detail ukirannya membuat topeng ini menarik untuk dikoleksi, terutama bagi pencinta seni pertunjukan tradisional.
Detikers bisa mendatangi sanggar tari dan perajin topeng di wilayah Slangit, Kecamatan Klangenan, atau sanggar seni di Kaliwadas. Replika hiasan berukuran kecil dibanderol sekitar Rp50.000-Rp150.000, sedangkan topeng ukir kualitas premium untuk penari berkisar Rp500.000-Rp1.500.000 per buah.
3. Kerajinan Kerang Simping
Kerajinan kerang simping menjadi bukti kreativitas perajin Cirebon dalam mengolah bahan dari pesisir menjadi produk dekorasi bernilai jual tinggi, salah satu produsen yang dikenal adalah Multi Dimensi Shellcraft.
Produk yang dihasilkan cukup beragam, mulai dari lampu hias, meja, cermin dinding, kotak tisu, hingga hiasan gantung yang menggunakan cangkang kerang sebagai elemen dekoratif.
Keistimewaannya terletak pada susunan cangkang yang membentuk pola mosaik. Setelah dibersihkan dan dipotong, bagian-bagian kerang disusun satu per satu untuk menghasilkan permukaan yang rapi. Pantulan cahaya pada cangkang memberikan kesan mengilap dengan warna alami yang cenderung putih susu atau kekuningan.
Kerajinan ini juga memiliki pasar internasional, mengutip dari detikFinance, produk dari Multi Dimensi disebut telah dipasarkan ke berbagai negara di Eropa, Asia, Afrika, dan Amerika.
Showroom Istana Kerang Multi Dimensi berada di Desa Astapada, Kecamatan Tengah Tani, Kabupaten Cirebon. Aksesori kecil seperti tempat tisu berkisar Rp50.000-Rp200.000, sedangkan lampu gantung besar atau furnitur mosaik kerang dapat mencapai Rp1.500.000 hingga puluhan juta rupiah.
4. Anyaman Rotan Tegalwangi
Cirebon merupakan salah satu pusat industri rotan penting di Indonesia, kerajinan rotan dari daerah ini mencakup furnitur dan aksesori rumah yang dipasarkan di dalam negeri maupun ke luar negeri dan menjadi bagian dari komoditas ekspor Kabupaten Cirebon.
Produk yang bisa ditemukan antara lain kursi goyang, kap lampu, keranjang serbaguna, serta tas etnik berbahan rotan alami. Desainnya dapat disesuaikan dengan beragam gaya interior, termasuk Boho Chic dan Scandinavian.
Daya tarik kerajinan ini ada pada pola anyaman yang rapi dan karakter rotan yang ringan, lentur, tetapi kuat. Keterampilan perajin dalam mengolah bahan tersebut juga diwariskan secara turun-temurun.
Sentra anyaman rotan dapat ditemukan di Desa Tegalwangi, Kecamatan Weru, Kabupaten Cirebon, sepanjang kawasan ini terdapat galeri yang menjual berbagai produk rotan. Harganya bervariasi, mulai Rp30.000-Rp150.000 untuk keranjang atau dekorasi dinding, dan Rp350.000 hingga jutaan rupiah untuk perabot besar.
5. Gerabah Sitiwinangun
Gerabah Sitiwinangun merupakan kerajinan tanah liat tradisional dari Desa Sitiwinangun, Kecamatan Jamblang, Kabupaten Cirebon. Nama Sitiwinangun berkaitan dengan kata "siti" (tanah) dan "winangun" (dibentuk).
Tradisi pembuatannya telah berlangsung sejak masa lampau dan menjadi bagian dari identitas budaya masyarakat setempat. Produk yang dihasilkan meliputi kendi, pot bunga besar, celengan, cobek, hingga dekorasi berbentuk gapura. Sebagian gerabah memiliki warna terakota alami yang cocok ditempatkan di taman atau teras rumah.
Keunikan lainnya terletak pada hiasan permukaannya. Gerabah dapat diberi guratan motif, termasuk ornamen yang terinspirasi dari Mega Mendung atau Wadasan, sebelum melalui proses pembakaran.
Detikers bisa mengunjungi Kampung Wisata Gerabah di Desa Sitiwinangun, Kecamatan Jamblang. Peralatan dapur kecil atau celengan dibanderol sekitar Rp15.000-Rp75.000, sedangkan vas berukir berukuran besar dan dekorasi taman berkisar Rp200.000-Rp1.500.000.
Jika berkunjung ke Cirebon, detikers bisa mempertimbangkannya sebagai koleksi sekaligus cara mengenal kekayaan budaya dan keterampilan para perajin lokal.
