Menelusuri setiap sudut alam Pangandaran, Jawa Barat, ada banyak tempat menarik untuk dikunjungi. Salah satunya adalah spot mancing di Palatar Agung.
Palatar Agung merupakan pantai muara Sungai Citanduy yang berhadapan langsung dengan Pulau Nusakambangan. Kawasan ini kerap menjadi spot mancing favorit bagi warga Cilacap, Jawa Tengah.
Pasalnya, untuk sampai ke sana, warga Jateng harus terlebih dahulu melintasi wilayah Palatar Agung, Desa Pamotan, Kecamatan Kalipucang, Kabupaten Pangandaran. Lokasi ini pun menjadi destinasi wisata mancing bagi warga lokal maupun wisatawan luar daerah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Uniknya, wisatawan wajib menyewa jasa perahu dan dilarang semena-mena membawa perahu sendiri. Mereka harus didampingi oleh warga lokal.
Rupanya tradisi mancing diantar warlok ini sudah menjadi warisan turun-temurun yang memberikan dampak ekonomi nyata. Setiap pemancing rela merogoh kocek Rp 300 ribu hingga Rp 500 ribu per perahu untuk perjalanan memancing di Pantai Palatar Agung.
Ketua Pokdarwis Pamotan Tigor mengatakan bahwa salah satu pendapatan warga lokal selain melaut mencari ikan adalah menjadi tour guide bagi para pemancing. "Di sini sudah sejak lama menjadi wisata pancing, karena sudah sejak lama spot menarik mencari ikan-ikan besar," ucap Tigor, Selasa (13/10/2026).
Menurutnya, para pelancong bukan hanya berburu ikan untuk dibawa pulang, melainkan ada pula wisatawan ala mancing mania yang sekadar hobi menarik joran lalu melepaskan kembali tangkapannya.
"Wisatawannya beda-beda karena mungkin hobi ada pemancing yang dapat ikan besar dilepas kembali, seperti di mancing mania (program tayangan televisi)," katanya.
Ia menuturkan, perputaran ekonomi dari aktivitas wisata mancing ini memang menjadi daya tarik unggulan di pantai tersebut, bukan sekadar pelesir pesisir biasa.
"Karena spotnya bagus dekat Nuskambangan, bisa melihat deretan pantai Pangandaran hingga aman untuk pemancing pemula," katanya.
Tarif yang dipatok, kata Tigor, cukup beragam sesuai jarak dan durasi memancing. "Biasanya nelayan sini tarif paling murah itu Rp 150.000 sampai Rp 500 ribu bahkan Rp 1 juta untuk perjalanan keliling pantai Palatar Agung," ucapnya.
Spot mancing ini, lanjut Tigor, sebetulnya bisa menjadi alternatif bagi wisatawan di Pangandaran kala bosan dengan aktivitas pesisir ataupun sungai biasa. "Bisa juga menyediakan hasil pancingan langsung dibakar di perahu pakai alat yang disiapkan, seru tuh," katanya.
Ia berharap potensi wisata mancing ini dapat terus dikembangkan serta dikemas menarik dengan jaminan keselamatan yang prima. "Memang tingkat keamanan berisiko, saya selalu ingatkan agar nelayan siapkan jaket pelampung bagaimana pun kondisi laut sulit diprediksi. Alhamdulillah sampai hari ini selalu selamat," tutupnya.
(sud/sud)
