Pantai Pangandaran menjadi salah satu tempat tujuan wisata favorit di Jawa Barat. Tingkat kunjungan ke wilayah ini selalu mengalami lonjakan ketika akhir pekan atau musim liburan.
Kawasan ini menawarkan bentang alam yang cukup lengkap, mulai dari pantai, laut, canyon, hingga kawasan cagar alam lengkap dengan binatang-binatang khas yang dapat dijumpai.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bukan hanya itu, oleh-oleh khas Pangandaran berupa ikan asin jambal roti menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan. Wisatawan dari berbagai daerah pun kerap datang berkunjung ke tempat ini.
Kondisi itu memang cocok dengan nama Pangandaran, yaitu tempat yang dituju oleh banyak orang. Lantas, apa arti selengkapnya dari nama Pangandaran? Simak ulasan berikut.
Nama Pangandaran Versi Orang Pangandaran
Bagi orang Pangandaran, nama pesisir pantai selatan Jawa ini tersusun dari dua kata, yakni kata 'Pangan' dan 'Andar'. Dikutip dari laman resmi Desa Pangandaran, kata Pangan di situ berarti 'makanan atau nafkah'. Lalu kata 'Andar' bermakna mencari.
Dengan dua kata itu, Pangandaran dimaknai secara filosofis sebagai 'tempat mencari penghidupan atau tempat bersandar'. Menurut situs tersebut, nama Pangandaran menjadi ciri eratnya hubungan antara manusia dengan alam yang kaya sumber daya, tempat hidup manusia itu.
Pangandaran Itu 'Pangan' dan 'Daran'
Pegiat budaya di Kabupaten Pangandaran memiliki pandangan alternatif terkait arti kata Pangandaran. Dikutip dari artikel detikJabar berjudul "Menelisik Makna Pangandaran", Ketua Lembaga Adat Kabupaten Pangandaran Erik Krisnayuda mengatakan makna kata Pangandaran tidak terlepas dari sejarah wilayah ini.
"Pangandaran itu dulunya dikenal dengan wilayah Galuh Pangauban. Jadi kalau berbicara sejarah Galuh, ada istilah Galuh Pangauban, nah itulah Pangandaran," kata Erik.
Sejak zaman berdirinya Kerajaan Pananjung dengan rajanya Raden Anggalarang, kawasan ini telah banyak dikunjungi oleh pelancong. Hal ini karena faktor melimpahnya makanan di sini.
Di Pangandaran, ada transaksi hasil laut, juga pusat perdagangan hasil pertanian. Dengan demikian, kebutuhan pangan para pelancong terpenuhi.
"Jadi Pangandaran itu berasal dari kata Pangan dan Daran. Pangan berarti makanan, Daran berarti orang-orang atau para pelancong," kata Erik.
Penelusuran Kata Pangandaran di Dalam Kamus Sunda
Jika dibedah, Pangandaran kemungkinan terbentuk dari satu kata dasar yang dilengkapi awalan dan akhiran. Kata Pangandaran tersusun dari kata dasar 'Andar' dengan awalan Pang- dan akhiran -an.
Misalnya kata dasar 'balik' yang berarti 'pulang' dibubuhi awalan Pang- dan akhiran -an menjadi 'Pangbalikan' yang berarti tempat kembali atau tempat pulang.
Contoh kata lain 'guyang' yang berarti berkubang dibubuhi awalan Pang- dan akhiran -an menjadi 'Pangguyangan' yakni tempat berkubang. Dengan pola ini, demikianlah kata Pangandaran terbentuk. Kata 'Andar' menjadi 'Pangandaran'.
Kamus Sundadigi mencatat kata benda ulang 'Andar-andar' yang bermakna pelancong. Di dalam Kamus Sunda R.A. Danadibrata ada kata 'Andar' yang berarti 'hookeun' (membuat takjub).
Dengan kata dasar tersebut, kita bisa menyusunnya menjadi Pangandaran yang artinya 'tempat yang membuat takjub'. Tetapi, kita juga dapat makna lain, yaitu 'tempat tujuan melancong'. Dua arti ini tampaknya sangat relevan dengan Pangandaran saat ini yang keindahan alamnya membuat takjub sehingga menjadi tempat tujuan melancong.
(orb/orb)
