Deburan ombak Pantai Batu Hiu di Kabupaten Pangandaran seolah menjadi saksi bisu perjuangan para pedagang kecil yang menggantungkan nasib pada derap langkah wisatawan.
Di balik keindahan panorama laut selatan, terselip realitas ekonomi yang kontras antara hiruk-pikuk akhir pekan dan sunyinya hari-hari biasa.
Saat matahari beranjak tinggi di hari kerja, kawasan wisata ini tampak lengang. Bagi para pedagang, kesunyian ini bukan sekadar jeda, melainkan ancaman bagi dapur yang harus tetap mengepul.
Salah seorang pedagang di kawasan Pantai Batu Hiu, Maryati (45), menuturkan bahwa perbedaan pendapatan antara hari biasa dan akhir pekan terasa begitu timpang.
"Kalau hari-hari biasa mah sepi, enggak seperti kayak waktu weekend," ujar Maryanti, pedagang tersebut saat ditemui di lokasi, Kamis (17/9/2026).
Angka-angka di atas kertas menjadi bukti nyata betapa fluktuatifnya nasib mereka. Jika akhir pekan mampu membawa pulang uang hingga Rp300.000 dalam sehari, hari-hari biasa justru menjadi ujian kesabaran. Pendapatan sering kali terjun bebas ke angka Rp100.000, bahkan tak jarang hanya menyisakan Rp30.000 atau Rp20.000 di laci kasir.
"Kadang-kadang juga enggak kelarisin," tambahnya sambil tersenyum tipis.
Beban hidup kian terasa berat karena warung kecil ini menjadi satu-satunya tumpuan ekonomi keluarga. Sang suami yang telah lima bulan tidak bekerja membuat seluruh kebutuhan rumah tangga bergantung sepenuhnya pada hasil dagangan harian.
Harapan untuk menyambung hidup pun kini hanya bersandar pada setiap pengunjung yang singgah. Di tengah arus digitalisasi, pedagang ini justru harus berdamai dengan keterbatasan.
Gawai yang hilang memutus aksesnya untuk menjangkau pasar daring, memaksanya kembali ke cara konvensional: menunggu pembeli datang langsung ke lapak. Kisah ini menjadi potret nyata tantangan yang dihadapi pelaku usaha mikro di sektor pariwisata.
Mereka adalah garda terdepan yang paling rentan terhadap pasang surut kunjungan, berjuang di antara harapan akan keramaian dan realitas ekonomi yang menuntut ketangguhan setiap harinya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Pangandaran, Dadan Sugistha, mengatakan bahwa memang terdapat kesenjangan antara kunjungan hari kerja dan akhir pekan.
"Karena wisata Pangandaran saat ini ramai menjelang Wekeend dari Jumat ke Sabtu, kalo weekday masih sepi," kata Dadan.
Menurutnya, upaya untuk menyebarkan kunjungan dan menarik wisatawan di luar libur panjang sedang diupayakan, salah satunya melalui berbagai kegiatan. "Kami tentu ingin juga di weekdays tuh minimal kunjungannya 10-30 persen dari jumlah weekend," katanya.
Namun, untuk Pantai Pangandaran sendiri menurut Dadan, kunjungan tergolong stabil. "Yang jadi PR itu wisatawan yang masuk Pantai Batuhiu dan Karapyak sepi sekali kalo weekday," ucapnya.
Simak Video "Video Menpar: Lebih dari 25 Ribu Pemandu Wisata Kini Bersertifikasi"
(tya/tya)