Jarum jam baru saja menunjukkan pukul 19.30 WIB. Suasana mulai terasa hangat saat rombongan yang terdiri dari sembilan pendaki 'sepuh' dan satu pemuda 'bucin' asal Kota Cimahi sibuk melakukan persiapan akhir.
Mereka tampak antusias, bersiap memulai perjalanan panjang menuju Gunung Sindoro di Wonosobo, Jawa Tengah, Jumat (14/8/2026). Sebuah petualangan yang memadukan pengalaman para senior dan semangat membara jiwa muda di jalur pendakian.
Tepat pukul 08.00 WIB, mobil Hiace mulai bergerak menjemput para pendaki tersebut. Satu momen manis tercipta saat kendaraan mulai bergerak menjemput Ogi, Budi, dan Rudi di salah satu minimarket di sudut Kota Cimahi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat itu, Ogi yang hendak berangkat diantar langsung oleh istri tercinta. Iringan doa dari istri Ogi terdengar merdu, seakan memberi ketenangan dan menjadi gambaran keikhlasan seorang istri melepas suami melakukan perjalanan secara 'merdeka'.
"Hati-hati, sehat, selamat," ucap istri Ogi.
10 pendaki asal Kota Cimahi saat bersiap memulai pendakian ke Gunung Sindoro via Alang-alang Sewu (Foto: dok Pribadi Pendaki Cimahi). |
Momen kecil itu tampak menjadi gambaran 'kemerdekaan yang sesungguhnya', terutama bagi para suami. Mendapatkan izin dan restu penuh untuk menjalankan hobi mendaki gunung adalah sebuah kebahagiaan tersendiri yang patut disyukuri.
Setelah menjemput seluruh personel, mobil Hiace langsung meluncur melalui jalur selatan Jawa Barat menuju Wonosobo. Canda dan tawa terus mengiringi kebersamaan mereka selama perjalanan.
Di tengah perjalanan, telepon genggam milik pendaki bernama Cepi berbunyi. Ternyata, ada panggilan video dari istrinya. Percakapan penuh kehangatan begitu terasa antara Cepi dan sang istri.
"Selamat liburan," ucap istri Cepi ke suaminya.
Seakan tak ingin kalah dari para pendaki 'sepuh', si pemuda 'bucin' bernama Rahmat juga melakukan panggilan video dengan kekasihnya. Percakapan terjalin penuh canda antara keduanya, menambah warna dalam perjalanan.
Suasana yang tadinya ramai dengan tawa, berubah hening. Para pendaki mulai terlelap demi mengatur tenaga untuk pendakian ke Gunung Sindoro pada 15 Agustus 2026.
Setelah perjalanan kurang lebih 9 jam, mobil Hiace yang ditumpangi para pendaki akhirnya tiba di basecamp pendakian Gunung Sindoro via Alang-alang Sewu, Sabtu (15/8/2026). Saat itu, waktu telah menunjukkan pukul sekitar 05.30 WIB.
Ke-10 pendaki kemudian mulai menyiapkan diri untuk memulai pendakian. Hal paling utama sebelum pendakian adalah mengisi perut agar punya banyak tenaga untuk petualangan di depan.
Sekitar pukul 07.00 WIB, registrasi untuk pendakian mulai dibuka. Registrasi penting dilakukan demi mengetahui jalur pendakian hingga untuk memudahkan mencari bantuan saat terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
Hari Pendakian
Pendakian kali ini cukup berbeda karena diawali dengan menaiki ojek yang telah siap di depan basecamp. Mengingat jalan yang cukup jauh menuju jalur pendakian, naik ojek menjadi opsi yang bisa dipilih oleh para pendaki.
Para pendaki mulai menaiki ojek sekitar pukul 07.14 WIB. Setelah kurang lebih 10 menit atau tepatnya pukul 07.24 WIB, para pendaki tiba di batas vegetasi yang menjadi awal petualangan sesungguhnya.
Karena tengah diterpa musim kemarau, jalur pendakian cukup berdebu. Pada hari pendakian, tidak terlalu ramai pendaki yang naik. Kami hanya bertemu dengan beberapa orang atau pendaki saja.
Pendakian ke Gunung Sindoro (Foto: dok Pribadi Pendaki Cimahi). |
Usai beberapa menit berjalan, akhirnya para pendaki dari Cimahi itu tiba di titik untuk mengambil air bersih. Karena di Sindoro khususnya via Alang-alang Sewu, hanya ada satu titik sumber air.
Setelah mengisi air, perjalanan dilanjutkan menuju camp area yang berada di Pos 3. Trek menuju Pos 3 cukup menantang, ada beberapa jalur yang membuat tenaga terkuras.
Sekitar pukul 10.17 WIB, tim pertama tiba di Pos 3 Sunrise Hunter, Gunung Sindoro. Pos ini menjadi titik camp area yang cukup luas dan nyaman. Saat kami tiba, kabut tebal menyambut kedatangan seolah mengucap selamat datang.
Suasana di tenda para pendaki Kota Cimahi (Foto: Mochamad Solehudin/detikJabar). |
Di lokasi ini, para pendaki kemudian memilih titik untuk mendirikan tenda. Setelah menemukan titik yang pas, tenda-tenda mulai didirikan. Total ada enam tenda yang didirikan.
Usai tenda berdiri, kami beristirahat sejenak untuk memulihkan kondisi fisik. Beberapa menit terpejam, ke-10 pendaki mulai terbangun. Karena masih terdapat sinyal ponsel, kami mulai mengabari keluarga di rumah.
Pendakian ke Gunung Sindoro (Foto: dok Pribadi Pendaki Cimahi). |
Lantunan doa dari keluarga kembali memberi semangat para pendaki ini untuk menaklukkan puncak Gunung Sindoro yang berada di ketinggian 3.153 mdpl pada 16 Agustus 2026.
Kemudian acara yang paling ditunggu selama pendakian adalah masak-masak. Menu masakan 'mewah' seperti nasi liwet ditemani beragam lauk menjadi santapan siang.
Saat sore hari menyapa, bakwan ditemani kopi hangat menjadi menu syahdu di sore itu. Tapi sayangnya, gagahnya Gunung Sumbing tak tampak gegara tersembunyi awan dan kabut tebal.
Malam tiba, kehangatan semakin terasa. Jaket-jaket tebal mulai menyelimuti tubuh para pendaki.
Pendakian ke Gunung Sindiri (Foto: Mochamad Solehudin/detikJabar). |
Di tengah dinginnya malam, sajian bakso buatan pendaki yang disapa Abah menjadi menu yang sangat pas. Segarnya kuah bakso seolah menambah energi di tengah lelahnya badan.
Waktu kian larut, beberapa pendaki mulai masuk ke dalam tenda untuk memejamkan mata. Beberapa masih ada yang bercengkerama sambil merencanakan perjalanan menuju puncak pada 16 Agustus 2026.
Menuju Puncak
Setelah cukup beristirahat, ke-10 pendaki itu mulai bersiap untuk menaklukkan Gunung Sindoro. Berbagai perlengkapan mereka bawa untuk menuju puncak, seperti air mineral, kopi hingga camilan.
Sekitar pukul 03.15 WIB perjalanan menuju puncak dimulai. Udara dingin turut mengiringi derap langkah para pendaki.
Suasana gelap membuat para pendaki harus berhati-hati dalam melangkah. Dari kejauhan juga nampak cahaya lampu dari pendaki lain yang juga tengah berupaya menuju puncak.
Pendakian ke Gunung Sindoro (Foto: Mochamad Solehudin/detikJabar). |
Langkah demi langkah terus dijalani, hingga langkah kaki tiba di jalur sabana. Jalur indah hingga dari lokasi itu bisa melihat kemegahan Gunung Sumbing.
Sekitar kurang lebih 2 jam 30 menit para pendaki tiba di atas puncak. Meski ada juga yang tertinggal.
Suasana di puncak sudah sangat ramai oleh rombongan pendaki lain. Ada yang sibuk mengabadikan momen berharga lewat kamera ponsel, ada juga yang mencoba menikmati keindahan puncak dengan segelas kopi hangat.
Pendakian ke Gunung Sindoro (Foto: Mochamad Solehudin/detikJabar). |
Setelah sebagian pendaki Cimahi tiba di puncak, Abah mengajak untuk mengelilingi seluruh kawasan puncak Gunung Sindoro. Kaki yang lelah akhirnya kembali dipaksa untuk bergerak menyusuri setiap titik puncak jalur pendakian Gunung Sindoro.
Usai berkeliling, kami menyempatkan diri duduk sejenak sebelum akhirnya bersiap turun. Akhirnya langkah kaki kembali bergerak turun menuju camp area.
Dalam perjalanan menuju camp area, tim terbagi menjadi beberapa kelompok. Ada kelompok pertama, kedua, dan ketiga dengan waktu tiba di camp area yang berbeda-beda.
Pendakian ke Gunung Sindoro (Foto: dok Pribadi Pendaki Cimahi). |
Setelah semua tiba, nasi goreng buatan Abah menjadi menu untuk mengisi tenaga jelang turun menuju basecamp. Setelah perut terisi, semua bergegas merapikan barang, tenda dilipat, dan sampah dimasukkan ke plastik besar.
Usai semua siap, doa mengawali perjalanan turun menuju basecamp. Sisa tenaga kembali dipacu demi turun dan bisa kembali bertemu dengan keluarga dalam kondisi sehat.
Tawa dan canda tetap menjadi teman setia perjalanan turun. Bahkan, kami memberi semangat kepada para pendaki yang baru saja akan menuju puncak.
Pendakian ke Gunung Sindoro Foto: dok Pribadi Pendaki Cimahi |
Tepuk tangan dan nyanyian penyemangat kami suguhkan kepada para pendaki lain. Hal ini dilakukan sebagai bentuk dukungan kepada sesama pendaki.
"Semangat...semangat...semangat," teriak kami.
Saat perjalanan turun, para pendaki asal Kota Cimahi memberi semangat kepada pendaki lain (Foto: dok Pribadi Pendaki Cimahi). |
Setelah melalui perjalanan penuh debu, tak terasa kami tiba di pos ojek. Kami langsung memesan ojek untuk menuju basecamp.
Ke-10 pendaki asal Cimahi itu akhirnya tiba kembali ke basecamp dengan sehat dan selamat. Mereka kemudian bersiap untuk kembali pulang ke Cimahi dan bertemu keluarga tercinta.
Mereka menyimpan kenangan penuh arti di momen jelang Hari Kemerdekaan ke-81 RI di Gunung Sindoro. Kenangan dan arti 'kemerdekaan sesungguhnya' bagi para pria, terutama suami, adalah kala istri dan keluarga memberi izin untuk berpetualang menjalani hobi yang digemari.
Simak Video "Video: Pengumuman! Pendakian Gunung Semeru Ditutup Mulai 17 Agustus 2025"
[Gambas:Video 20detik] (mso/mso)










