Kabupaten Pangandaran tak sekadar menawarkan pesona deburan ombak, namun juga menjadi surga tersembunyi bagi para pemburu kuliner khas.
Di balik keindahan lanskapnya, terselip sebuah pengalaman rasa yang menggugah selera, tepatnya di Rumah Makan AR yang berlokasi di dekat Jembatan Wiradinata Ranggajipang, Desa Sukaresik, Kecamatan Sidamulih.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di sini, pengunjung tidak hanya disuguhi pemandangan, tetapi juga aneka olahan ikan dan seafood segar. Namun, ada satu menu yang bakalan membuat ngiler, namanya cobek ikan. Ikan bakar yang kemudian diolah lagi dengan bumbu taburan sambal jahe.
Menu andalan ini menawarkan simfoni rasa yang kompleks. Satu ekor ikan mujair utuh digeprek, lalu disiram dengan sambal cobek yang melimpah.
Saat suapan pertama mendarat di lidah, sensasi pedas, gurih, asin, dan sedikit manis langsung membuat lidah bergoyang. Kehadiran jahe dalam bumbu cobek memberikan sentuhan rasa hangat yang menenangkan di tenggorokan.
Menikmati Cobek Ikan ini terasa kurang lengkap tanpa pendamping yang pas. Sajian ini biasanya bersanding dengan nasi putih hangat, karedok yang segar, goreng mendoan, sambal terasi, hingga hamparan lalapan sayur hijau yang masih renyah.
Kualitas bahan baku menjadi kunci utama
Tekstur daging ikannya terasa sangat empuk, dengan sensasi renyah di bagian luar namun tetap lembut di dalam. Hebatnya lagi, tidak ada aroma amis yang tertinggal, menandakan pengolahan ikan yang sangat apik.
Pemilik Rumah Makan Cobek, Ade Ruminah, mengungkapkan bahwa resep cobek ikan ini diberikan nama hot jeletot memang sengaja mempertahankan cita rasa tradisional. Hal inilah yang membuatnya sangat cocok dengan selera pengunjung, terutama wisatawan asal Tanah Pasundan.
"Dengan rasa yang menonjolkan gurih, pedas dan sedikit manis, bisa membuat pengunjung ketagihan," kata Ade, Senin (10/8/2026).
Pengalaman makan di tempat ini pun tergolong unik. Para pengunjung bisa menikmati hidangan sembari terapung di atas perahu, menyusuri aliran sungai yang tenang dan asri.
Fasilitas makan di atas perahu ini bisa dinikmati hanya dengan mengeluarkan biaya tambahan sebesar Rp 10 ribu sampai Rp 15 ribu saja per orang.
Soal harga, sajian istimewa ini rupanya tidak akan menguras kantong. Ade memastikan bahwa menu-menu di tempatnya tetap terjangkau bagi semua kalangan.
"Untuk harga ikan cobek hot jeletot antara Rp 25 ribu dan Rp 30 ribu, pokonya ramah di kantong pengunjung," ucapnya.
Bagi Ade, pemilihan jenis ikan tawar seperti mujair bukanlah tanpa alasan. "Karena karakter ikan tawar jauh lebih menyatu dengan bumbu sambal cobek hot jeletot dibandingkan jika menggunakan ikan laut atau jenis seafood lainnya," tutupnya.
(sud/sud)
