Warga Bandung Kini Bisa Bikin Mainan Sendiri Pakai Alat Ini

Warga Bandung Kini Bisa Bikin Mainan Sendiri Pakai Alat Ini

Wisma Putra - detikJabar
Minggu, 23 Agu 2026 06:30 WIB
Produk printer 3D dari Bambu Lab
Produk printer 3D dari Bambu Lab (Foto: Wisma Putra/detikJabar)
Bandung -

Ingin anak bebas dari ketergantungan gadget sekaligus lebih kreatif? Ajak mereka merancang dan membuat mainan impiannya sendiri! Mereka bisa membuat action figure sendiri seperti karakter Monkey D. Luffy di serial One Piece, membuat karakter kapibara, motor mainan, perahu, pesawat, papan dan bidak catur, hingga hiasan rumah seperti pot bunga, gelas, dan lainnya.

Seiring perkembangan teknologi, Bambu Lab, produsen printer 3D terkemuka, kini menghadirkan solusi inovatif yang memungkinkan anak-anak merealisasikan imajinasi mereka menjadi bentuk nyata secara aman dan mudah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

detikJabar berkesempatan melihat langsung operasional printer 3D Bambu Lab yang kini resmi didistribusikan oleh PT Tek Lab Indonesia (TekLab) di hub offline pertamanya di Jawa Barat yang berada di Urban Republic, Jalan Ir H Djuanda, Kota Bandung, Sabtu (22/8/2026).

Terdapat tiga varian printer 3D Bambu Lab yang diperkenalkan, yaitu model A1 mini, A1 combo, dan P1S. Cara kerjanya terbilang sederhana dan mirip seperti printer pada umumnya. Bedanya, hasil cetakan berupa objek visual tiga dimensi dari karakter atau desain yang diunggah.

ADVERTISEMENT

"Penggunaannya sangat mudah. Kita beli seperti komputer saja, tinggal pasang, diinstal, masuk ke Wi-Fi, di setting, lalu dikalibrasi dan langsung jalan. Paling gampang dari handphone saja, tinggal download aplikasi Bambu Handy, bikin username dan password, pilih desain lalu pencet print. Selesai, dia jalan sendiri," kata Country Head TekLab Jeffry Rianto saat berbincang dengan awak media.

Dia juga menunjukkan cara kerja printer 3D. Menurutnya, semakin sulit desain yang dibuat, waktu pengerjaannya cukup lama. Namun untuk sekadar mencetak nama yang nantinya dapat dijadikan sebagai gantungan kunci seperti yang dipraktikkan membuat nama 'Anggi', itu hanya memakan waktu beberapa menit.

Bisa Bikin Mainan Sendiri

Teknologi 3D printing kini tidak lagi terbatas untuk kalangan profesional atau industri tertentu. Printer 3D ini dapat menjadi perangkat yang mendukung kreativitas berbagai kalangan, mulai dari hobbyist, creative enthusiast, pelajar, keluarga, hingga para pelaku usaha dan profesional.

Jeffry menyebutkan, produk printer 3D-nya itu sudah banyak digunakan oleh perorangan hingga UMKM. "Ada dua profil pengguna utama, pertama, orang tua yang ingin anak-anaknya menggunakan 3D printer untuk kreativitas agar lebih produktif daripada hanya melihat tablet atau handphone. Kedua, orang yang mau memulai usaha UMKM untuk membuat hiasan-hiasan untuk dijual," tuturnya.

Menurut Jeffry, tak hanya pajangan, hasil dari printer 3D ini dapat dimainkan oleh anak-anak. "Bisa. Mainan tersebut bukan buat pajangan saja, benar-benar bisa dibuat main," ujarnya.

Soal kualitas, Jeffry menyebut printer 3D tersebut sudah tidak diragukan lagi. Selain itu, meski produk printer 3D-nya itu sudah dijual di pasaran, pihaknya akan terus berinovasi agar hasil yang diinginkan prosesnya bisa cepat.

"Printer 3D kualitasnya sangat detail, cuma ada satu kendala yaitu speed-nya yang masih butuh waktu. Tapi ke depannya Bambu Lab sudah memikirkan itu dan nanti ada update lagi bagaimana memproses lebih cepat," tuturnya.

Dukung Industri Kreatif

Printer 3D ini dapat menjadi solusi bagi para pelaku industri kreatif yang masih berskala UMKM dan kreator lokal untuk menghadirkan proses produksi yang lebih cepat, fleksibel, dan efisien. Hasil cetakannya pun layak jual di pasaran dengan keunggulan desain yang beda dari buatan pabrik, sehingga terkesan lebih eksklusif dan bernilai tinggi.

"Secara retail kita memang bergerak duluan untuk melihat animo masyarakat. Ternyata masyarakat sangat antusias dan ingin mempelajari lebih dalam. Oleh karena itu, kita memberikan workshop reguler di sini berupa pelatihan penggunaan maupun cara desain sendiri," ungkapnya.

"Bukan hanya itu, kita sedang bekerja sama dengan pihak ketiga untuk membuat kurikulum pengajaran kepada sekolah-sekolah seperti SMK agar generasi muda kita bisa lebih berkreativitas," tambahnya.

Kehadiran Bambu Lab di Urban Republic Dago merupakan offline creative hub Bambu Lab pertama yang hadir di wilayah Jawa Barat. Kehadiran booth ini dirancang tidak hanya sebagai titik penjualan, tetapi juga sebagai ruang bagi masyarakat untuk mengenal, mencoba, dan mendapatkan pengalaman langsung menggunakan teknologi 3D printing Bambu Lab. Juga diharapkan dapat menjadi titik temu bagi ide, kreativitas, dan komunitas di Bandung.

Kehadirannya membuka peluang bagi masyarakat untuk melihat lebih jauh bagaimana 3D printing dapat diterapkan dalam berbagai kebutuhan, mulai dari hobi dan personal projects hingga edukasi, pengembangan produk, dan peluang kreatif lainnya.

"Bandung merupakan salah satu kota dengan ekosistem kreatif yang sangat kuat dan kami melihat antusiasme masyarakatnya terhadap dunia kreatif juga sangat tinggi. Karena itu, kami ingin membawa Bambu Lab lebih dekat kepada masyarakat Bandung dan sekitarnya melalui kehadiran creative hub secara offline. Kami berharap masyarakat tidak hanya dapat membeli produk, tetapi juga bisa melihat langsung, mencoba, berdiskusi, dan mendapatkan inspirasi mengenai apa saja yang bisa mereka ciptakan dengan 3D printer," pungkasnya.

(iqk/iqk)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads