Bandara Husein Bikin Bandung Bidik Kunjungan 24 Juta Wisatawan

Bandara Husein Bikin Bandung Bidik Kunjungan 24 Juta Wisatawan

Rifat Alhamidi - detikJabar
Rabu, 19 Agu 2026 16:54 WIB
Pesawat Boeing 737-800 milik maskapai Garuda Indonesia mendarat di Bandara Husein Sastranegara, Bandung, Jawa Barat, Jumat (14/8/2026). PT Angkasa Pura Indonesia (Persero) kembali melayani penerbangan komersial menggunakan pesawat jet berbadan sedang yang dioperasikan Garuda Indonesia dan Citilink di Bandara Husein Sastranegara dengan berbagai rute, seperti Medan, Pekanbaru, Padang, Batam, Pontianak, Makassar, dan Denpasar, sementara penerbangan internasional ditargetkan mulai beroperasi pada Oktober 2026. ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi/kye
Bandara Husein Sastranegara (Foto: ANTARA FOTO/RAISAN AL FARISI)
Bandung -

Reaktivasi Bandara Husein Sastranegara mulai membawa optimisme bagi Pemkot Bandung. Pemkot menargetkan kunjungan 24 juta wisatawan hingga akhir tahun 2026 mendatang.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan, hingga saat ini, Kota Bandung telah mencatat sekitar 12 juta kunjungan wisatawan. Meski demikian, ada indikator yang masih perlu dievaluasi yakni pengalaman penumpang atau customer experience setelah Bandara Husein kembali melayani penerbangan.

"Euforianya sih dapat. Tapi realisasinya ini memang belum kita ukur dengan benar. Sejauh ini Kota Bandung itu sudah mendapatkan 12 juta kunjungan, kami perkirakan sampai bisa 23-24 juta kunjungan di akhir tahun," katanya, Rabu (19/8/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Farhan menyatakan, Pemkot Bandung memasang target ambisius setelah reaktivasi Bandara Husein. Pada tahun pertama operasional penerbangan jet, bandara tersebut diharapkan mampu melayani sedikitnya 1 juta penumpang, atau setara dengan rata-rata sekitar 3.000 penumpang per hari.

ADVERTISEMENT

Sementara itu, kapasitas terpasang Bandara Internasional Husein Sastranegara Bandung disebut dapat mencapai sekitar 2,7 juta penumpang per tahun. Kondisi ini bisa memperkuat konektivitas Kota Bandung, terlebih melalui jalur kereta api dan jaringan jalan tol.

"Bandung sudah sangat terkoneksi dengan sangat baik," ucapnya.

Farhan meyakini meningkatnya kunjungan wisatawan asing dapat menjadi pintu masuk bagi investasi asing langsung atau foreign direct investment (FDI) ke Kota Bandung. Meski optimistis dengan potensi pariwisata dan konektivitas, Farhan menilai Bandung masih memiliki pekerjaan rumah untuk memperbesar arus investasi asing.

Salah satu yang ingin didorong adalah menjadikan Bandung sebagai financial hub. Menurutnya, posisi sebagai pusat keuangan akan memperkuat ekosistem investasi di Bandung, mulai dari sektor asuransi, saham hingga instrumen surat berharga lainnya.

"Kalau Bandung sudah jadi financial hub, asuransi, saham dan surat berharga lainnya, investasi asing pasti akan masuk lebih banyak," jelasnya.

"Target kita setahun pertama ini minimal bisa dapat 1 juta penumpang. Mudah-mudahan ini bisa bertambah dengan signifikan," pungkasnya.



(ral/dir)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads