Pemerintah memperkuat akses pendidikan bagi keluarga prasejahtera melalui pengembangan Sekolah Rakyat (SR) permanen. Inisiatif ini menyasar anak-anak dari kelompok miskin ekstrem yang tercatat dalam desil 1 dan 2 Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
Program ini tidak hanya berfokus pada pencapaian akademik, tetapi juga dirancang untuk mengangkat taraf hidup keluarga siswa. Salah satu terobosan utamanya adalah mengintegrasikan kurikulum SR dengan industri pariwisata melalui pembangunan fasilitas di lingkungan pendidikan pariwisata.
Menteri Pariwisata RI, Widiyanti Putri Wardhana, mengungkapkan bahwa pihaknya telah bersinergi dengan Kementerian Sosial (Kemensos) untuk menyediakan lahan seluas 7 hektare. Dari total luas tersebut, 5 hektare dialokasikan untuk gedung pembelajaran dan 2 hektare untuk fasilitas olahraga.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami juga ingin berkolaborasi memberikan pelatihan pedidikan pariwisata kepada anak-anak Sekolah Rakyat. Tadi kami sudah lihat, mereka begitu berbakat dan luar biasa," ujar Widi, saat ditemui di Kampus Poltekpar NHI Bandung, Jalan Radio Palasari, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, Kamis (23/7/2026).
Widiyanti memastikan para siswa SR akan dibekali kemampuan bahasa asing dan keterampilan teknis lainnya. Langkah ini bertujuan mencetak lulusan berkualitas yang mampu bersaing di level internasional.
"Kami ingin memberikan manfaat lebih agar program-program kami dapat menghasilkan lulusan yang juga bisa bekerja di luar negeri karena standar pendidikan di Indonesia dan konten wisata yang berkualitas," katanya.
Lebih lanjut, Widi menjanjikan jalur khusus bagi lulusan SR untuk melanjutkan studi ke Poltekpar NHI. Kolaborasi ini diharapkan dapat menciptakan ekosistem pendidikan pariwisata yang lebih inklusif.
"Lulusan Sekolah Rakyat juga kami berikan alokasi sebesar 20 persen untuk dapat masuk ke Politeknik Pariwisata dengan beasiswa," jelasnya.
Kehadiran SR di lingkungan kampus pariwisata dinilai akan memberikan dampak positif bagi kedua belah pihak. Mahasiswa Poltekpar dapat berperan aktif dalam membimbing adik-adik tingkat mereka di SR.
"Adanya bangunan ini tidak mengganggu pendidikan Poltekpar NHI. Malahan Mahasiswa Politeknik Pariwisata bisa menjadi kakak asuh, mendidik, membantu mereka beradaptasi, sekaligus mengenalkan industri pariwisata," ucapnya.
"Mungkin ada yang ingin menjadi entrepreneur, bekerja di restoran, kafe, atau travel agent. Ini menjadi kesempatan memberikan inspirasi kepada anak-anak Sekolah Rakyat bahwa ada peluang besar di industri pariwisata," tambahnya.
Pada kesempatan yang sama, Menteri Sosial (Mensos) RI Saifullah Yusuf menegaskan bahwa pembangunan gedung SR ini merupakan tindak lanjut langsung dari arahan Presiden Prabowo Subianto. Fasilitas ini akan dibangun secara permanen untuk menjamin keberlanjutan pendidikan siswa.
"Gedung permanen ini bisa menampung tidak kurang dari 2.000 siswa tingkat SD, SMP, dan SMA. Kita tahu bahwa Sekolah Rakyat merupakan sekolah berasrama," kata pria yang kerap disapa Gus Ipul tersebut.
Lokasi sekolah rakyat di Bandung Foto: Yuga Hassani/detikJabar |
Pembangunan akan dilakukan secara bertahap, dimulai dari penyiapan infrastruktur dasar. Jika seluruh persyaratan administratif dan teknis terpenuhi, Kementerian Pekerjaan Umum akan segera memulai proses konstruksi.
"Mulai dari dukungan air bersih, pematangan lahan, akses jalan amdalnya, dan sebagainya. Jika semua persyaratan sudah dipenuhi, Insya Allah Kementerian Pekerjaan Umum akan membangun sesuai standar yang telah ditetapkan," ucap Gus Ipul.
Gus Ipul meyakini keberadaan SR di lingkungan institusi pariwisata tidak akan saling berbenturan, melainkan saling memperkuat ekosistem pendidikan nasional.
"Anak-anak bisa saling belajar. Bagi siswa Sekolah Rakyat yang memiliki minat dan bakat di bidang pariwisata, tentu akan kita arahkan melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi yang dimiliki Kementerian Pariwisata. Jadi disesuaikan dengan minat masing-masing, tidak semuanya," ungkapnya.
Kemensos berkomitmen untuk terus memperluas kerja sama dengan berbagai kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah guna memperbanyak gedung permanen Sekolah Rakyat di seluruh Indonesia.
"Salah satunya adalah Kementerian Pariwisata yang hari ini memberikan kesempatan tersebut. Kami sangat berterima kasih atas kolaborasi ini sebagai tindak lanjut arahan Presiden," pungkasnya.

