Di tengah rimbunnya perbukitan Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, sebuah struktur baja berwarna merah mencolok membentang gagah, membelah kesunyian alam. Warga mengenalnya sebagai Jembatan Merah Jayaraksa. Awalnya, bangunan ini dirancang sekadar sebagai penyambung asa antar-kecamatan, namun siapa sangka, pesonanya justru mengundang decak kagum hingga viral di jagat maya sebagai destinasi wisata baru.
Berdiri kokoh di Desa Jayaraksa, Kecamatan Cimaragas, jembatan sepanjang 42 meter ini menjadi urat nadi yang menghubungkan wilayah tersebut dengan Desa Janggala di Kecamatan Cidolog. Proyek senilai Rp 1,3 miliar dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat ini melintasi Sungai Cikembang yang airnya masih terjaga kemurniannya.
Berdiri di atas jembatan ini menyuguhkan pengalaman visual yang menyegarkan. Sejauh mata memandang, hamparan vegetasi hijau berpadu harmonis dengan aliran sungai yang bening di bawahnya. Kontras antara warna merah tiang penyangga dengan latar alam yang asri menjadikannya spot favorit bagi para pemburu konten media sosial.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Memasuki pertengahan tahun 2026 ini, suasana di lokasi kian semarak. Wisatawan dari berbagai penjuru mulai berdatangan, didorong rasa penasaran setelah melihat unggahan yang berseliweran di linimasa. Ada yang datang untuk sekadar berjalan santai menikmati embusan angin, namun tak sedikit pula yang memboyong keluarga untuk berswafoto.
Keriuhan tak hanya terjadi di atas jembatan. Di bawahnya, aliran Sungai Cikembang menjadi magnet tersendiri. Beberapa pengunjung tampak asyik bermain air, sementara yang lain memilih bersantai di atas bebatuan sungai sembari melakukan tradisi botram atau makan bersama di alam terbuka.
Antusiasme pelancong ini pun ditangkap sebagai peluang oleh warga setempat. Kawasan sekitar mulai ditata secara swadaya; gazebo-gazebo sederhana didirikan, warung-warung kecil mulai menjajakan hidangan, hingga lahan parkir motor yang tertata. Meski akses untuk mobil masih terbatas, hal itu tak menyurutkan langkah para pengendara roda dua untuk menembus jalur menuju lokasi.
Jembatan Merah di Ciamis Foto: Dadang Hermansyah/detikJabar |
Salah satu pengunjung, Khalisa, sengaja datang dari pusat Kota Ciamis demi menuntaskan rasa penasarannya. Menempuh perjalanan sekitar 19 kilometer selama 30 menit, ia mengaku terkesan dengan apa yang ditemukannya.
"Awalnya lihat terus di media sosial, akhirnya penasaran dan ingin datang langsung. Ternyata memang bagus, pemandangannya masih alami dan suasananya juga tenang," ujar Khalisa.
Meski infrastruktur jalan menuju lokasi tergolong mulus, Khalisa memberikan catatan kecil bagi mereka yang ingin berkunjung agar tetap waspada saat mendekati titik lokasi.
"Akses jalannya bagus, cuma memang harus hati-hati sebelum sampai ke lokasi karena jalannya cukup curam. Kalau sudah sampai, rasa capek di perjalanan langsung terbayar," katanya.
Kejernihan Sungai Cikembang juga tak luput dari perhatiannya. Meski saat ini sedang musim kemarau, debit air dan kejernihannya tetap terjaga, meski ia sedikit menyesal tidak bersiap untuk menceburkan diri.
"Airnya masih jernih meski sekarang musim kemarau. Saya sebenarnya ingin ikut bermain air, tapi tidak bawa baju ganti. Jadi cuma menikmati pemandangan saja," tuturnya sambil tersenyum.
Kehadiran Jembatan Merah Jayaraksa nyatanya membawa berkah yang lebih luas dari sekadar tempat berfoto. Bagi warga lokal, jembatan ini adalah jembatan ekonomi.
Suparman, warga Desa Janggala, kini memiliki kesibukan baru. Ia membuka warung sederhana yang menyediakan kopi, mi instan, hingga camilan bagi para pelancong yang singgah.
"Alhamdulillah, sejak ada jembatan ini akses warga jadi lebih mudah dan lebih cepat. Sekarang juga banyak orang datang ke sini, jadi kami bisa berjualan untuk menambah penghasilan keluarga," kata Suparman.

