Jarum jam masih menunjukkan pukul 02.00 WIB. Di tengah sunyinya dini hari, semangat para petualang justru sedang membara. Tas carrier berkapasitas besar yang sarat logistik sudah siap dipikul, bersiap menjelajahi kemegahan Gunung Gede.
Sekitar pukul 04.00 WIB, rombongan pendaki asal Kota Cimahi yang berjumlah 18 orang mulai bersiap. Mereka melangkahkan kaki dengan mantap, menerjang dinginnya udara yang menusuk tulang demi sebuah pendakian yang berkesan.
Langkah awal dimulai dengan melintasi area perkebunan warga. Di jalur ini, hawa dingin masih menyelimuti rute menuju Puncak Gede, menciptakan suasana syahdu di tengah kegelapan pagi yang pekat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pendakian ke Gunung Gede (Foto: Mochamad Solehudin/detikJabar). |
Suara gemericik air yang jernih setia menemani setiap derap langkah. Sementara itu, sinar matahari pagi masih tampak malu-malu, bersembunyi di balik rimbunnya pepohonan sebelum memancarkan kehangatannya.
Tak terasa, sang surya mulai menampakkan sinarnya. Udara dingin yang tadinya menusuk, perlahan menghangat berganti dengan peluh keringat yang membasahi tubuh.
Setelah menempuh perjalanan sekitar satu jam dari basecamp, rombongan akhirnya tiba di Pos 1 Gunung Gede via Putri, Kabupaten Cianjur. Di sana, para pendaki sejenak mengambil napas panjang sambil meneguk air untuk melepas dahaga dan meringankan lelah.
Di Pos 1, suasana tampak hidup. Rombongan bertemu dengan pendaki lain, baik yang hendak berkemah maupun yang baru saja turun. Tawa riang terdengar renyah, seolah rasa lelah tak berbekas di raut wajah mereka.
Pendakian ke Gunung Gede (Foto: Mochamad Solehudin/detikJabar). |
Usai beristirahat sejenak, perjalanan kembali berlanjut. Beban carrier di pundak kian terasa berat seiring medan yang semakin ekstrem. Jalur menuju Pos 2, 3, hingga Pos 4 kini menjadi tantangan nyata yang siap menguras tenaga.
Setelah beberapa jam berjalan, akhirnya rombongan pertama yang berjumlah 6 pendaki dari Cimahi itu tiba di Alun-alun Suryakencana. Para pendaki langsung disuguhi pemandangan indah yang memanjakan mata.
Udara dingin berpadu kehangatan sinar matahari menjadi menu luar biasa di tengah lelahnya pendakian. Demi mengusir dahaga, sepotong semangka menjadi sajian segar yang langsung dilahap.
Pendakian ke Gunung Gede (Foto: Mochamad Solehudin/detikJabar). |
Usai meregangkan kaki, mereka langsung berburu lokasi untuk mendirikan tenda. Sebuah lahan yang tidak terlalu luas dan tersembunyi di tengah pepohonan akhirnya dipilih sebagai camp area.
Secara bertahap, tim mulai mendirikan tenda. Area kemah dibersihkan demi memberi kenyamanan. Satu per satu tenda berdiri tegak, disusul dengan tibanya anggota rombongan lainnya di lokasi tersebut.
Siang pun berganti malam. Suhu dingin Gunung Gede semakin menusuk kulit, memaksa jaket-jaket tebal segera menyelimuti tubuh para pendaki.
Di tengah dingin yang menggigit, ke-18 pendaki ini mulai menyiapkan santapan. Ada yang sibuk memotong sayuran, menggoreng daging ayam, hingga ada pula yang sekadar menonton sambil menunggu hidangan siap saji.
Meski sederhana, kebersamaan begitu terasa. Lemparan canda dan tawa turut mewarnai dinginnya malam di ketinggian tersebut.
Pendakian ke Gunung Gede (Foto: Mochamad Solehudin/detikJabar). |
Sajian makanan dengan ragam menu akhirnya siap dihidangkan. Tanpa ragu, mereka melahap setiap sajian demi mengembalikan tenaga yang sudah terkuras sepanjang pendakian.
Rasa lelah yang tak tertahan akhirnya membawa para pendaki ke alam mimpi. Mereka tertidur lelap di dalam tenda yang menjadi pelindung dari dinginnya dekapan Gunung Gede.
Sekitar pukul 03.00 WIB, sebagian pendaki mulai membuka mata. Mereka bersiap untuk melakukan summit atau perjalanan menuju puncak tertinggi Gunung Gede.
Sebelum memulai perjalanan, mereka mengisi tenaga dan menyiapkan segala keperluan. Perlahan, mereka beranjak dari tenda dan bergerak menuju puncak.
Pendakian ke Gunung Gede (Foto: Mochamad Solehudin/detikJabar) |
Gelap dan dingin menjadi menu utama pagi itu. Namun, semua perjuangan terbayar lunas saat menapaki puncak dan menyaksikan keindahan Gunung Gede yang berdiri gagah di ketinggian 2.985 mdpl.
Pancaran sinar matahari pagi menyapa dengan begitu indahnya. Senyum dan tawa para pendaki tergambar jelas, seakan menjadi jawaban manis atas perjuangan berat yang telah dijalani.
Usai menghabiskan waktu beberapa menit di puncak, para pendaki mulai turun kembali ke tenda. Mereka kemudian menyantap sarapan pagi yang telah tersaji hangat.
Pendakian ke Gunung Gede (Foto: Mochamad Solehudin/detikJabar). |
Seruput kopi hitam panas dan keindahan Alun-alun Suryakencana menjadi penutup manis pendakian kala itu.
Setelah sarapan, rombongan mulai merapikan barang-barang untuk perjalanan turun. Tak lupa, mereka mengabadikan momen petualangan ini melalui kamera ponsel.
Ke-18 pendaki ini akhirnya melangkah meninggalkan Alun-alun Suryakencana, membawa pulang kenangan indah sebelum kembali bertarung dengan kenyataan hidup.
(mso/mso)






