Kucuran Dana Segar Jadi 'Bensin' Dongkrak Wisata Sukabumi

Kucuran Dana Segar Jadi 'Bensin' Dongkrak Wisata Sukabumi

Syahdan Alamsyah - detikJabar
Senin, 15 Jun 2026 21:30 WIB
Kepala Dinas Pariwisata, Ali Iskandar
Kepala Dinas Pariwisata, Ali Iskandar (Foto: Syahdan Alamsyah/detikJabar)
Sukabumi -

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukabumi melalui Dinas Pariwisata mulai tancap gas menggenjot sektor pariwisata lokal. Caranya, dengan mengguyur bantuan stimulan senilai Rp 50 juta untuk masing-masing desa wisata yang telah ditetapkan.

Kucuran dana segar ini diharapkan jadi 'bensin' untuk mendongkrak potensi wisata, memoles pengelolaan, hingga melengkapi fasilitas di destinasi wisata desa.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi, Ali Iskandar, menyebut penggunaan duit puluhan juta ini tak bisa dipakai sembarangan. Acuannya harus jelas, yakni rekomendasi yang tertera dalam Surat Keputusan (SK) Bupati tentang penetapan Desa Wisata.

"Di dalam SK Bupati sudah disebutkan kondisi dan kebutuhan masing-masing desa wisata. Ada yang masuk kategori rintisan, berkembang, maupun maju. Setiap kategori sudah dilengkapi rekomendasi pengembangannya," kata Ali Iskandar, Senin (15/6/2026).

ADVERTISEMENT

Ali mewanti-wanti agar dana Rp 50 juta itu tepat sasaran. Ia menekankan, meski wujudnya berupa bantuan keuangan khusus ke pemerintah desa, peruntukannya mutlak untuk memoles sektor pariwisata.

"Desa harus memastikan lokasi dan kegiatan yang didanai benar-benar mendukung wisata. Bantuan ini tidak boleh jauh dari tujuan pengembangan. Pengelola desa wisata dan pemerintah desa harus memiliki pemahaman yang sama bahwa desa wisata adalah milik bersama yang harus dikembangkan," paparnya.

Beda Desa, Beda Kebutuhan

Lebih lanjut, Ali membeberkan bahwa setiap desa punya 'PR' yang berbeda. Ada desa yang masih butuh penguatan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM), namun tak sedikit yang mendesak butuh sarana fisik.

Ia mencontohkan Desa Cimanggu yang punya potensi ciamik untuk wisata susur sungai dan gua. Saat ini, desa tersebut butuh fasilitas kekinian seperti glamping dan alat pendukung wisata. Hal serupa terjadi di Minajaya, di mana objek wisata susur guanya mendesak butuh perlengkapan safety ekstra demi kenyamanan pengunjung.

"Ada desa yang infrastrukturnya sudah cukup baik sehingga bantuan diarahkan untuk peningkatan kompetensi, pelatihan, dan sertifikasi pengelola. Ada juga yang masih membutuhkan kelengkapan sarana wisata, seperti peralatan susur gua, perlengkapan camping, atau fasilitas pendukung lainnya," jelas Ali.

Dispar Sukabumi memastikan tidak akan lepas tangan usai dana cair. Ali menegaskan bakal ada evaluasi berkala untuk mengukur sejauh mana dana tersebut berdampak pada tingkat kunjungan dan kualitas wisata.

"Kami akan melakukan evaluasi. Harus ada dampak yang terlihat. Dengan adanya bantuan ini, jumlah wisatawan harus bertambah, pelayanan semakin baik, dan pengalaman wisatawan menjadi lebih menyenangkan," tegasnya.

Sebagai informasi, kucuran stimulan Rp 50 juta ini disalurkan kepada Desa Wisata yang masuk dalam ketetapan Pemkab Sukabumi, plus satu Kampung Wisata yang berlokasi di wilayah Kelurahan Surade.




(sya/dir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads