Langkah Terakhir Asep Penjual Sayur di Perlintasan Kereta Sukabumi

Langkah Terakhir Asep Penjual Sayur di Perlintasan Kereta Sukabumi

Siti Fatimah - detikJabar
Minggu, 14 Jun 2026 20:25 WIB
Suasana rumah sakit unit daerah (RSUD) Sekarwangi saat evakuasi korban tabrak kereta
Suasana rumah sakit unit daerah (RSUD) Sekarwangi saat evakuasi korban tabrak kereta (Foto: Siti Fatimah/detikJabar)
Sukabumi -

Deru mesin Kereta Api (KA) Pangrango yang membelah keheningan di belakang perumahan BMI, Kecamatan Parungkuda, Kabupaten Sukabumi, menjadi penanda duka. Jalur rel yang setiap hari menjadi saksi bisu perjuangan Asep Yusup (49) menjemput rezeki, sore itu mendadak berubah menjadi lokasi tragedi memilukan.

Asep, warga Kampung Babakanpeundeuy, Desa Bojongkokosan, Kecamatan Parungkuda, tewas mengenaskan usai tertabrak hingga terlindas kereta api. Pria paruh baya yang sehari-hari berjalan kaki menyusuri rel dari kampung ke kampung untuk menjajakan sayuran hasil tani ini, tak sempat menyelamatkan diri saat si ular besi melintas.

Sempat Diingatkan Warga Sebelum Tergilas

Langkah kaki Asep pada Minggu (14/6/2026) sore sebenarnya sempat dipantau oleh beberapa warga di sekitar lokasi. Sebagai pedagang sayur keliling yang kerap membawa daun singkong dan hasil bumi lainnya, kehadiran Asep memang sudah tidak asing bagi masyarakat setempat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Petugas Piket Polsek Parungkuda, Aipda Untung Supadi mengungkapkan, bahwa berdasarkan keterangan saksi mata, korban baru saja selesai menawarkan dagangannya di satu lokasi dan berniat memutar arah untuk menuju kampung sebelah. Warga yang melihat kereta akan melintas bahkan sempat berteriak histeris memperingatkan korban.

"Sementara menurut keterangan warga di lokasi, kebetulan bapak ini habis jualan, kemungkinan mau mutar lagi ke tempat lain. Sempat diingatkan warga, 'Pak tunggu dulu atau berhenti dulu'. Tapi ya mungkin orang nasibnya nggak tahu ya," ujar Untung.

ADVERTISEMENT

Nahas, teriakan peringatan itu diduga tak terdengar oleh korban. Menurut Asep selaku Ketua RW setempat, korban memang diketahui memiliki keterbatasan pada indra pendengarannya. Alhasil, dalam hitungan detik, tubuh pria lajang itu langsung terhantam keras dan tergeletak telentang di sisi rel dengan luka yang sangat parah.

"Beliau memang kesehariannya berjualan sayuran kaya daun singkong, apa saja hasil tani. Dia jalan kaki dari kampung sebelah ke kampung sebelah, suka ke jalur kereta. Tiap hari jualan sayur, memang pendengarannya kurang," kata Asep.

Alami Luka Parah, Bagian Kepala Paling Krusial

Jasad pria pekerja keras itu langsung dilarikan ke ruang instalasi gawat darurat (IGD) RSUD Sekarwangi Cibadak. Dokter jaga IGD RSUD Sekarwangi, dr. Iwan, membeberkan bahwa berdasarkan hasil visum luar, kondisi tubuh korban mengalami multiple injury atau luka berat di berbagai titik akibat hantaman dan gilasan roda kereta.

"Tadi kita lakukan visum luar, didapatkan di bagian kepala ada pendarahan," urai dr. Iwan, lantas menjelaskan lebih detail soal cedera korban.

Dari sekian banyak cedera traumatis yang dialami korban, dr. Iwan menegaskan bahwa benturan hebat di bagian kepala menjadi cedera yang paling fatal dan krusial hingga merenggut nyawa sang penjual sayur.

Kini, jalur kereta yang biasa ramah bagi langkah kaki Asep telah meninggalkan kesedihan mendalam bagi warga Bojongkokosan, yang kehilangan sosok tangguh pengantar sayur segar harian mereka.

(yum/yum)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads