Di saat banyak destinasi wisata dunia berlomba-lomba menarik sebanyak mungkin wisatawan, sebuah pulau kecil di Spanyol justru memilih jalan yang berbeda. Alih-alih mengejar lonjakan kunjungan dan pembangunan besar-besaran, Pulau El Hierro di Kepulauan Canary memilih mempertahankan alamnya melalui konsep ekowisata dan pembangunan berkelanjutan.
Pulau yang dihuni sekitar 11 ribu penduduk itu kini menjadi contoh bagaimana pariwisata dapat berkembang tanpa harus mengorbankan lingkungan maupun kualitas hidup masyarakat setempat.
Melansir detikProperti, El Hierro dikenal sebagai salah satu kawasan paling hijau di Kepulauan Canary. Berbeda dengan sejumlah pulau tetangganya yang ramai dipadati wisatawan, El Hierro justru membatasi pembangunan yang berpotensi merusak karakter dan ekosistem wilayahnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Salah satu kebanggaan pulau tersebut adalah sistem energi terbarukan yang menjadi tulang punggung kehidupan masyarakat. Melalui pembangkit listrik Gorona del Viento, El Hierro memanfaatkan energi angin dan air untuk memenuhi kebutuhan listrik sehari-hari.
Bahkan, dalam beberapa kesempatan, pulau ini mampu memenuhi seluruh kebutuhan listriknya hanya dari energi terbarukan selama berhari-hari tanpa bergantung pada bahan bakar fosil. Pencapaian tersebut menjadikan El Hierro sebagai salah satu contoh nyata penerapan energi bersih dalam skala wilayah.
Pemerintah setempat juga secara tegas menolak menjadikan El Hierro sebagai destinasi wisata massal seperti sejumlah kawasan populer lainnya di Spanyol. Fokus pembangunan diarahkan pada sektor yang dinilai lebih berkelanjutan, mulai dari energi hijau, pertanian organik, hingga ekowisata yang ramah lingkungan.
Pilihan tersebut terlihat jelas dari wajah pembangunan di pulau itu. Alih-alih dipenuhi hotel bertingkat dan proyek-proyek besar, El Hierro mempertahankan bangunan berskala kecil yang menyatu dengan lingkungan sekitar.
Komitmen terhadap keberlanjutan sebenarnya bukan hal baru bagi El Hierro. Pulau ini telah lama menerapkan rencana pembangunan yang mencakup kemandirian energi, pertanian ramah lingkungan, pengelolaan limbah, serta model pariwisata yang tidak membebani sumber daya alam.
Upaya tersebut mendapat pengakuan dunia ketika pada tahun 2000 El Hierro ditetapkan sebagai Cagar Biosfer UNESCO.
Bagi masyarakat setempat, pulau mereka bukan sekadar destinasi wisata, melainkan laboratorium hidup yang membuktikan bahwa pembangunan dan pelestarian lingkungan dapat berjalan beriringan.
Kini, El Hierro menjadi contoh menarik bagi banyak wilayah di dunia. Di tengah tren pembangunan yang kerap mengejar jumlah wisatawan dan investasi jangka pendek, pulau kecil ini menunjukkan bahwa keberlanjutan dapat menjadi fondasi utama dalam mengelola pariwisata, properti, dan pembangunan wilayah.
Artikel ini sudah tayang di detikProperti
