Persib ternyata membawa magnet yang begitu besar untuk sektor pariwisata di Kota Bandung, Jawa Barat (Jabar). Buktinya, okupansi atau tingkat hunian hotel di Kota Kembang itu dilaporkan meningkat signifikan jelang perayaan konvoi juara Super League 2025/2026.
Persib Bandung memang harus menjalani laga penentuan melawan Persijap Jepara, Sabtu (24/5/2026). Di pertandingan itu, skuad Maung Bandung hanya perlu mengamankan hasil imbang untuk menyabet gelar juara tiga kali berturut-turut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski harus menjalani laga penentuan, animo tentang Persib ternyata sudah berpengaruh signifikan terhadap sektor pariwisata di Kota Bandung. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung Adi Junjunan Mustafa mengatakan okupansi hotel mengalami lonjakan jelang akhir pekan.
Ia membeberkan, peningkatan okupansi hotel mulai terasa terutama di sepanjang rute yang direncanakan akan dilalui dalam konvoi juara. Berdasarkan laporan yang diterima Disbudpar, tingkat hunian hotel di kawasan tersebut sudah berada pada level tinggi.
"Untuk hotel-hotel, kami sudah mendapatkan laporan bahwa di sekitar rute itu okupansinya sudah sangat tinggi," katanya, Jumat (22/5/2026).
"Ini menunjukkan Persib itu memang bukan hanya milik Kota Bandung, tapi milik Jawa Barat. Kita sesama pendukung tentu berharap mudah-mudahan besok Persib bisa menang," ujarnya menambahkan.
Meski demikian, Adi mengaku belum dapat memastikan secara rinci mengenai data okuvansi hotel tersebut. Namun kata dia, tren pemesanan kamar terus meningkat seiring mendekatnya hari pelaksanaan konvoi.
"Kalau 100 persen saya belum tahu, karena belum ada kabar resmi. Tapi kemungkinan sudah mulai banyak yang booking," ungkapnya.
Sebelumnya, pada periode long weekend terakhir, tingkat okupansi hotel di Kota Bandung berada di kisaran 75 hingga 90 persen. Dengan adanya momentum konvoi juara Persib, angka tersebut diperkirakan mengalami kenaikan lebih lanjut.
"Terakhir saat long weekend itu antara 75 sampai 90 persen. Sekarang mungkin bisa lebih dari itu," tambahnya.
Terkait kesiapan hotel dalam menghadapi lonjakan tamu, Adi menyebut tidak ada instruksi khusus yang dikeluarkan oleh Disbudpar. Namun, ia memastikan para pelaku industri perhotelan akan memberikan pelayanan terbaik bagi para wisatawan yang datang ke Kota Bandung.
"Secara khusus tidak ada arahan dari kami. Tapi yang pasti mereka akan menyambut tamu dengan sebaik-baiknya," pungkasnya.
(ral/sud)
