Di antara barisan pohon pinus dan hamparan kebun teh yang hijau, sebuah ruang komunal baru kini lahir. Bandung Selatan, kini hadir menjadi penantang hegemoni Bandung Utara sebagai daerah favorit wisatawan.
Memanfaatkan bentang alamnya yang tak kalah dari kawasan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, daerah Ciwidey menyuguhkan beberapa destinasi wisata baru yang bakal memikat pelancong dari berbagai daerah.
Bukan sekadar tempat berwisata, kawasan ini menjadi bukti bagaimana warga desa, kelompok tani hutan, dan pengusaha lokal bisa berjalan beriringan membangun impian bersama.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Salah satunya Lembayung Pinus Camp yang berada di Desa Alamendah, Kecamatan Rancabali, Kabupaten Bandung. Pemandangan indah diantara pohon pinus dan kebun teh menjadi spot menarik bagi wisatawan yang ingin bermalam.
Tempat camping yang lahir dari harmoni alam dan manusia. Berawal dari jalur pendakian Sunan Ibu yang sudah melegenda selama tiga tahun terakhir, tempat ini kini bertransformasi menjadi rumah bagi para pencinta alam.
"Jadi ini konsepnya komunal, klub gitu. Enggak besar tapi kita suguhkan banyak fasilitas di dalamnya," kata Irvan, pengelola Lembayung Pinus Camp, saat ditemui, Senin (20/4/2026)
Tak perlu mendaki terlalu jauh ke dalam hutan, pengunjung sudah bisa merasakan sensasi berkemah yang tenang, tanpa bising kota, namun tetap terasa dekat dan nyaman. Dengan konsep yang humanis, pengelola menyediakan berbagai pilihan untuk siapa saja yang datang.
"Kita ingin tempat ini jadi titik temu. Mereka yang ingin mengejar matahari terbit, lalu menunggu matahari terbenam," ujar pihak pengelola.
Satu hal yang istimewa adalah komitmen menjaga kemurnian udara. Di sini, pengunjung bisa bernapas lega di samping air terjun atau sambil menyeruput kopi. Istimewanya lagi, tanpa gangguan lalat yang biasanya hinggap di kawasan pertanian semuanya masih alami, bersih, dan terjaga berkat ekosistem kebun teh yang dirawat dengan hati.
"Mulai dari area camper van yang luas, glamping yang nyaman untuk keluarga, hingga kavling tenda. Nantinya kita akan selesaikan penataan dengan total 18 glamping, kemudian kavling camper van sekitar 34 spot. Sekarang kita kebut penataannya," ujar Irvan.
Sesuai namanya, daya tarik utama tempat ini hadir saat matahari mulai condong ke barat. Di sebuah selasar kayu yang sengaja dibangun menghadap cakrawala, pengunjung bisa duduk bersandar menanti momen 'Lembayung', semburat warna jingga di langit sebelum Magrib tiba
Momen syahdu ini rupanya tak hanya memikat warga lokal dari Bekasi atau Tangerang. Bahkan, tamu pertama yang singgah di sini justru datang dari Italia, membuktikan bahwa kehangatan alam Bandung Selatan mampu menyentuh hati siapa saja, dari mana pun mereka berasal.
"Jadi mereka yang mau kesini, itu enggak cuma yang camping saja tapi juga tracking. Jadi di pagi hari mereka menikmati sunrise, dan sesuai namanya kemudian di sore hari akan menikmati lembayung," ucap Irvan.
(dir/dir)











































