Perputaran Uang Wisata di Kabupaten Bandung Tembus Rp 31 Miliar

Perputaran Uang Wisata di Kabupaten Bandung Tembus Rp 31 Miliar

Yuga Hassani - detikJabar
Kamis, 02 Apr 2026 20:00 WIB
Kondisi objek wisata Kabupaten Bandung.
Kondisi objek wisata Kabupaten Bandung. Foto: Yuga Hassani/detikJabar
Bandung -

Sebanyak 146.564 wisatawan tercatat berkunjung ke objek wisata yang ada di Kabupaten Bandung. Data tersebut direkap selama masa libur Lebaran dalam kurun waktu 18 Maret sampai dengan 24 Maret 2026.

Para wisatawan tersebut mayoritas mendatangi objek wisata yang berada di Pasirjambu, Ciwidey, Rancabali (Pacira), Pangalengan, dan kawasan Bandung Utara. Objek wisata tersebut rata-rata menyajikan pemandangan alam dan udara yang sejuk.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) Kabupaten Bandung, Wawan A Ridwan mengatakan, dari tiga wilayah tersebut terdapat sebanyak 20 objek wisata yang kerap dikunjungi wisatawan. Hal tersebut diketahui setelah melakukan monitoring dan evaluasi.

"Nah, total yang kita dapatkan dari data yang kami monitoring ini ada 146.564 wisatawan yang datang ke destinasi wisata yang ada di wilayah Kabupaten Bandung. Kemudian ada wisatawan mancanegaranya sekitar 906 wisatawan," kata Wawan saat ditemui di kantornya, Soreang, Kamis (2/4/2026).

ADVERTISEMENT

Objek wisata yang kerap menjadi unggulan dan banyak dikunjungi adalah Kawah Putih, Tahura, Tebing Keraton, hingga Glamping di Situ Patengan. Lokasi tersebut menjadi tempat favorit yang kerap dikunjungi maayarakat selama libur lebaran.

"Wisata Kawah Putih ada 44 ribu, kemudian Tahura 24 ribu dan wisata Glamping Patengan ada 15 ribu kunjungan," katanya.

Pihaknya mengungkapkan, dari sisi hunian hotel pun mengalami peningkatan saat masa libur Lebaran. Apalagi hotel-hotel yang berada di kawasan objek wisata.

"Dari sisi hotel, hunian ini ada peningkatan sebesar 30 sampai 40 persen. Hotel yang kami lakukan pengecekan ini berdasarkan data yang ada. Ini ada 15 hotel yang tersebar di wilayah Kabupaten Bandung. Soalnya ada bentuknya hotel, ada bentuknya glamping, resort, ada bentuknya riverside juga. Jadi hunian hotel termasuk hunian yang ada peningkatan," jelasnya.

Wawan mengungkapkan selama masa liburan lebaran terjadi perputaran uang yang signifikan. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), rata-rata belanja wisatawan di Kabupaten Bandung mencapai Rp215 ribu per orang.

"Kalau kita hitung perputaran uang, perputaran uang ini kami hitung belum termasuk dia belanja wisatawan yang membayar penginapan. Jadi rata-rata belanja wisatawan yang kami dapatkan sekitar Rp215.000 sekian. Kalau kita totalkan dengan jumlah wisatawan yang ada ini perputaran orang hampir Rp31.650 miliar," kata Wawan.

Menurutnya Length of Stay (LOS) atau lama tinggal di Kabupaten Bandung maaih sekitar 1,5 hari. Kata dia, wisatawan biasanya menginap dalam kurun waktu satu hari dan langsung menuju tujuan lain.

"Jadi kalau lama tinggal kita masih dalam posisi yang perlu ditingkatkan. Tidak seperti Kota Bandung, Kota Bandung hampir 2 sampai 3 hari. Tapi kalau di Kabupaten Bandung rata-rata di 1,5 hari," ucap Wawan.

Dia menambahkan, dengan adanya wisatawan datang ke Kabupaten Bandung bisa menjadi kesan positif. Sehingga mereka bisa datang kembali dan menikmati objek wisata yang telah tersedia.

"Walaupun ada beberapa kekurangan, ada beberapa kondisi yang harus kita perbaiki bersama dalam rangka berikan kenyamanan bagi wisatawan yang datang ke Kabupaten Bandung," pungkasnya.

(sud/sud)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads