Duka di Balik Ramainya Libur Lebaran Pangandaran

Duka di Balik Ramainya Libur Lebaran Pangandaran

Aldi Nur Fadillah - detikJabar
Sabtu, 28 Mar 2026 20:30 WIB
Libur Lebaran di Pantai Pangandaran
Libur Lebaran di Pantai Pangandaran (Foto: Aldi Nur Fadilah/detikJabar)
Pangandaran -

Selama tujuh hari masa libur Lebaran, kawasan wisata di Pangandaran dipadati pengunjung. Di balik tingginya antusiasme tersebut, muncul sejumlah insiden yang cukup memprihatinkan. Ratusan wisatawan dilaporkan terpisah dari rombongan mereka saat berlibur di berbagai destinasi, dengan mayoritas korban merupakan anak-anak dan orang tua.

Lonjakan jumlah pengunjung yang terjadi sepanjang 21 hingga 28 Maret 2026 berdampak langsung pada meningkatnya angka kejadian tersebut. Tercatat sedikitnya 250 wisatawan terpisah dari keluarga mereka. Insiden ini tersebar di sejumlah titik wisata populer, seperti Pantai Karapyak, Pantai Pangandaran, Pantai Batuhiu, Pantai Batukaras, Pantai Madasari, hingga Green Canyon.

Beragam faktor menjadi penyebab terpisahnya rombongan keluarga. Mulai dari wisatawan yang terlalu asyik berenang, terpisah di area parkir, hingga kehilangan jejak di tengah padatnya kerumunan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Koordinator Lapangan (Korlap) Balawista Pangandaran, Liyano, mengungkapkan bahwa lonjakan kunjungan wisatawan selama sepekan terakhir, khususnya di Pantai Pangandaran, berbanding lurus dengan meningkatnya jumlah insiden yang dialami pengunjung.

ADVERTISEMENT

"Dengan jumlah kunjungan yang begitu banyak dan luasnya area pantai, kami menemukan berbagai kasus yang menimpa wisatawan selama satu minggu ini," ujar Liyano, Sabtu (28/3/2026).

Menurut Liyano, kasus yang paling sering terjadi meliputi wisatawan yang terpisah dari rombongan, kehilangan barang berharga, hingga kecelakaan laut.

"Alhamdulillah, semua kasus berhasil ditangani dengan baik. Anak-anak yang terpisah sudah dipertemukan kembali dengan orang tua mereka, dan kejadian lainnya dapat diselesaikan dengan aman," tambahnya.

Berdasarkan data Balawista pada periode 21 hingga 28 Maret 2026 pukul 12.00 WIB, selain 250 kasus wisatawan terpisah, tercatat pula enam insiden kecelakaan laut. Seluruh korban dalam kejadian tersebut berhasil diselamatkan. Balawista juga menerima tujuh laporan kehilangan barang berharga.

Barang-barang yang dilaporkan hilang umumnya berupa telepon genggam, tas, dompet, hingga uang tunai. Diduga, barang-barang tersebut dicuri saat ditinggalkan di dalam kendaraan.

"Kemungkinan barang-barang tersebut diambil oleh pelaku saat disimpan di dalam jok motor," jelas Liyano.

Menjelang akhir masa libur Lebaran, Balawista mengimbau seluruh wisatawan untuk tetap meningkatkan kewaspadaan selama beraktivitas di kawasan pantai. Pengunjung diminta untuk selalu memperhatikan anggota keluarga, menjaga barang bawaan, serta mengutamakan keselamatan.

"Kami mengimbau wisatawan agar selalu memperhatikan anggota keluarga, menjaga barang berharga dengan baik, dan tetap mengutamakan keselamatan selama berlibur," pungkasnya.




(dir/dir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads