5 Destinasi Wisata Gratis di Karawang

5 Destinasi Wisata Gratis di Karawang

Irvan Maulana - detikJabar
Kamis, 26 Mar 2026 08:00 WIB
Gambar udara Bendung Walahar, Kabupaten Karawang, saat peringatan 100 tahun Bendung Walahar.
Gambar udara Bendung Walahar, Kabupaten Karawang, saat peringatan 100 tahun Bendung Walahar. (Foto: Irvan Maulana/detikJabar)
Karawa -

Karawang bukan sekadar hamparan pabrik atau deretan sawah yang membuatnya dijuluki Kota Padi. Di balik hiruk-pikuk industrinya, Karawang menyimpan beragam sudut estetis yang bisa menjadi pelarian sejenak saat libur panjang Lebaran.

Kabar baiknya, deretan destinasi ini bisa dinikmati dengan anggaran yang nyaris nol rupiah. Bagi Anda yang ingin melepas penat tanpa harus menguras kantong, berikut adalah lima rekomendasi tempat wisata di Karawang yang ramah di dompet, lengkap dengan panduan menuju lokasinya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

1. Wajah Baru Stadion Singaperbangsa

Stadion Singaperbangsa kini bukan sekadar arena pertandingan sepak bola. Setelah bersolek melalui proses pemugaran, stadion kebanggaan warga Karawang ini menjelma menjadi ruang publik yang asri. Meski masih dalam tahap penyelesaian akhir (finishing), ikon baru pusat olahraga ini sudah menjadi magnet bagi warga untuk berkumpul.

Berlokasi tepat di samping pusat pemerintahan (Pemkab) Karawang di Jalan Ahmad Yani, Kelurahan Nagasari, tempat ini menawarkan area bermain anak dan taman yang lebih hijau. Anda bisa sekadar duduk mengobrol atau berolahraga ringan di sini tanpa dipungut biaya masuk.

ADVERTISEMENT

2. Keheningan Masa Lalu di Candi Jiwa

Jika Anda mendambakan ketenangan, melipirlah ke kawasan Situs Batujaya. Di sana berdiri Candi Jiwa, sebuah situs sejarah peninggalan kuno yang terletak di tengah hamparan sawah hijau. Suasananya yang sunyi dan magis menjadikan tempat ini lokasi yang sempurna untuk healing.

Candi ini terletak di Desa Segaran, Kecamatan Batujaya. Dari pusat kota, Anda cukup mengarahkan kendaraan menuju Rengasdengklok, lalu lanjut ke Batujaya dengan waktu tempuh sekitar 1,5 jam.

Meski akses masuknya gratis, pengunjung biasanya disarankan menyiapkan uang sukarela sekitar Rp5.000 untuk biaya perawatan kawasan sejarah ini.

3. Menjemput Senja di Puncak Sempur

Beralih ke wilayah selatan, Karawang memiliki Puncak Sempur yang menawarkan panorama pegunungan yang menyegarkan mata. Dari ketinggian bukit di Desa Cintalaksana, Kecamatan Tegalwaru ini, Anda bisa menikmati udara sejuk yang jauh dari polusi perkotaan.

Rute menuju lokasi ini bisa ditempuh dari arah Loji. Sesampainya di Desa Cintalaksana, ikuti jalan menanjak menuju area parkir. Puncak Sempur adalah spot terbaik bagi pemburu foto sunrise maupun sunset.

Tidak ada tiket masuk resmi yang mahal, pengunjung biasanya hanya perlu membayar biaya parkir kendaraan kepada pengelola setempat.

4. Ketenangan Air di Danau Cipule

Danau Cipule menawarkan bentang air yang luas dengan latar perbukitan yang menenangkan. Danau alami yang berlokasi di Desa Mulyasari, Kecamatan Ciampel ini sering menjadi pilihan utama bagi warga yang hobi memancing atau sekadar ingin piknik santai di tepi air.

Hanya berjarak sekitar 30 hingga 40 menit dari pusat kota melalui jalur Tol Karawang Timur atau Ciampel, Danau Cipule sangat mudah diakses.

Anda bisa menikmati semilir angin dan pemandangan danau secara gratis, cukup dengan membayar retribusi parkir kendaraan seharga tiket toilet umum.

5. Pesona Heritage di Bendung Walahar

Bendung Walahar merupakan salah satu destinasi wisata heritage yang cukup populer di Kabupaten Karawang.

Bendung ini berdiri di atas aliran Sungai Citarum dan telah menjadi bagian penting dari sistem irigasi pertanian sejak zaman kolonial Belanda. Usianya genap satu abad pada 2025 mendatang.

Selain berfungsi untuk mengatur aliran air, Bendung Walahar kini juga menjadi tempat wisata yang menarik untuk bersantai, menikmati pemandangan sungai, dan berburu foto dengan latar bangunan tua yang memiliki nilai sejarah.

Suasana di sekitar bendung cukup sejuk dan tenang, sehingga sering dijadikan tempat refreshing oleh warga lokal maupun wisatawan.

Beberapa hal yang membuat Bendung Walahar menarik untuk dikunjungi yakni pemandangan aliran Sungai Citarum yang luas, serta bangunan bendung berarsitektur klasik peninggalan Belanda.

Selain itu, tersedia banyak spot foto bernuansa heritage serta warung makan dengan kuliner khas Walahar di sekitar lokasi. Dan yang paling penting, Anda tidak perlu mengeluarkan uang sepeser pun untuk menginjakkan kaki di bendungan berusia seabad ini.

Beralamat di Desa Walahar, Kecamatan Klari, Kabupaten Karawang, rute Bendung Walahar sangat mudah dijangkau. Dari pusat Kota Karawang, Anda cukup mengarahkan kendaraan menuju timur ke Kecamatan Klari, kemudian lanjutkan perjalanan ke Desa Walahar.

Lalu, ikuti papan petunjuk menuju Bendung Walahar. Jarak dari pusat kota sekitar 10 km dengan waktu tempuh kurang lebih 20-30 menit menggunakan kendaraan roda empat maupun kendaraan roda dua.

Halaman 2 dari 2
(orb/orb)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads