Bagi kalian, detikers yang kebetulan sedang berada di Garut, atau berencana untuk menghabiskan waktu di kota dodol, 5 tempat wisata berikut ini bisa menjadi pilihan, untuk berlibur bersama keluarga.
Libur lebaran Idul Fitri 2026, akan berlangsung hingga akhir Maret 2026 ini. Banyak masyarakat yang menghabiskan waktu liburan untuk pulang kampung, atau berwisata bersama keluarga.
Bagi kalian, detikers yang kebetulan sedang berada di Garut atau berencana untuk menghabiskan waktu liburan di momen Lebaran 2026 ini di Garut, detikJabar merekomendasikan 5 tempat wisata berikut ini.
Taman Satwa Cikembulan
Taman Satwa Cikembulan berlokasi di Desa Cikembulan, Kecamatan Kadungora, Kabupaten Garut. Dari kawasan Nagreg yang menjadi penghubung Bandung dengan Garut, lokasinya hanya sekitar 12 kilometer saja.
Seperti dengan namanya, Taman Satwa Cikembulan merupakan tempat wisata khusus fauna. Berdasarkan informasi yang dihimpun dari pihak pengelola, pada tahun 2025 lalu, total ada sekitar 400 satwa yang hidup di lahan seluas 5 hektar tersebut.
Beragam satwa yang ada di sana mulai dari buaya, burung, bebek hias, hingga harimau, singa dan beruang madu. Selain melihat berbagai jenis hewan, ada juga beberapa wahana yang bisa dinikmati. Mulai dari memberi makan rusa hingga singa, juga mengikuti pertunjukan hewan yang tersedia di jam-jam tertentu.
Taman Satwa Cikembulan buka sejak pukul 09.00 WIB hingga pukul 16.00 WIB setiap harinya. Harga tiket masuk ke Taman Satwa Cikembulan dibanderol dengan harga Rp 35 ribu per orang.
Situ Bagendit
Selanjutnya ada Situ Bagendit. Tempat wisata legendaris, yang telah eksis sejak zaman dulu. Situ Bagendit menjadi salah satu tempat wisata langganan para wisatawan setiap musim liburan tiba.
Situ Bagendit merupakan tempat wisata alam dengan daya tarik utamanya yaitu sebuah situ, atau yang dalam bahasa Indonesia berarti danau. Para pengunjungnya bisa mengitari danau tersebut, dengan menggunakan rakit, atau perahu angsa yang disewakan di sana.
Situ Bagendit diyakini telah eksis sejak zaman dahulu kala. Hal tersebut dibuktikan dengan banyaknya surat kabar Belanda yang mengulas Situ Bagendit di medio tahun 1800-1900 an. Seperti Bataviaasch Nieuwsblad, pada 4 Juni 1891.
"Danau Bagendit yang terletak di Distrik Tarogong Divisi Tjitjalengka, akhir-akhir ini telah menarik banyak pengunjung yang selalu kembali dengan suasana ceria, ketika mengunjungi danau itu. Terletak di dekat Garoet, ia juga menawarkan pemandangan indah," tulis laporan berbahasa Belanda itu.
Gunung Papandayan
Tempat wisata di Kabupaten Garut yang cocok untuk dikunjungi lainnya bersama keluarga, yakni Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Papandayan. Sama dengan Situ Bagendit, TWA Papandayan juga sudah sohor sejak zaman dahulu kala.
TWA Papandayan terletak di Kecamatan Cisurupan, Kabupaten Garut. Papandayan merupakan gunung dengan ketinggian 2.665 Meter di Atas Permukaan Laut (MDPL), dan merupakan satu dari 5 gunung terkenal di Garut, selain Guntur, Cikuray, Talaga Bodas dan Cakrabuana.
Papandayan kini memiliki beragam tempat hiburan yang representatif. Mulai dari menara pandang, tempat kemah yang nyaman, glamping, hingga kolam renang dengan air panas berbelerang, asli dari mata air gunung tersebut.
Tempat wisata ini menjadi primadona setiap kali muslim liburan tiba. Banyak wisatawan yang datang dari berbagai daerah di luar Garut, seperti Bandung, Bogor hingga Jakarta. Keindahan Gunung Papandayan memang memikat banyak wisatawan, zaman dulu, banyak wisatawan mancanegara yang datang ke sana.
Darajat
Objek wisata Darajat, menjadi salah satu kawasan wisata yang kerap dipadati wisatawan setiap kali musim liburan datang di Kabupaten Garut. Air panas berbelerang menjadi daya tarik kawasan wisata ini.
Darajat merupakan sebuah kawasan wisata yang terletak di Kecamatan Pasirwangi, Kabupaten Garut. Lokasinya berjarak sekitar 19 kilometer, dari kawasan Tarogong yang menjadi gerbang masuk Garut dari Bandung via Nagreg.
Ada beberapa tempat wisata yang terkenal di kawasan Darajat. Di antaranya adalah Puncak Darajat, hingga Darajat Pass. Semuanya menawarkan hal yang sama, namun dengan suasana yang berbeda. Yakni kolam renang dengan air belerang asli dari sumber mata air pegunungan.
Tempat wisata ini buka sejak pagi-pagi, hingga larut malam setiap harinya. Bagi wisatawan yang hendak melancong ke tempat ini, dikenakan tiket masuk mulai dari Rp 25 ribuan saja.
Pantai Citanggeuleuk
Yang terakhir, ada Pantai Citanggeuleuk di wilayah Garut Selatan. Namanya tidak seterkenal Pantai Santolo atau Pantai Sayang Heulang, tapi Pantai Citanggeuleuk menyimpan segudang keindahan yang memesona.
Secara administratif, Pantai Citanggeuleuk berlokasi di Desa Karangwangi, Kecamatan Mekarmukti, Garut. Berlokasi sekitar 1 jam perjalanan menggunakan kendaraan bermotor, dari kawasan Pantai Santolo yang terkenal di Garut.
Panorama tebing karang yang menjulang tinggi di pinggir pantai menjadi daya tarik utamanya. Pemandangannya yang estetik, membuat suasana Citanggeuleuk mirip dengan Pantai Keling di Nusa Penida, Bali. Udaranya masih asri, karena jauh dari perkotaan.
Tiket masuk kawasan pantai dibanderol Rp 5 ribu saja. Sayangnya, seperti pantai-pantai lainnya di selatan Jawa Barat, Citanggeuleuk juga tidak direkomendasikan untuk dijadikan tempat berenang karena memiliki ombak yang sangat ganas.
(sud/sud)