Bandung dikenal sebagai kota wisata dengan udara sejuk, kuliner beragam, dan banyak ruang publik yang menarik untuk dikunjungi. Tak selalu harus keluar biaya, ada banyak tempat wisata gratis di Bandung yang bisa menjadi pilihan untuk mengisi waktu libur.
Beberapa tempat menawarkan ruang terbuka hijau, area bermain anak, hingga spot foto yang menarik bagi pengunjung. Mulai dari hutan kota, taman tematik, kawasan kuliner, hingga perpustakaan kota, semuanya dapat diakses tanpa tiket masuk.
Berikut daftar tempat wisata gratis di Bandung yang bisa jadi pilihan untuk berlibur bersama keluarga.
1. Babakan Siliwangi
Babakan Siliwangi atau Baksil merupakan salah satu ruang terbuka hijau populer di Kota Bandung. Kawasan ini dikenal sebagai hutan yang berada di tengah kawasan perkotaan, sehingga menawarkan suasana sejuk dan rindang bagi pengunjung yang ingin rehat sejenak dari kemacetan.
Salah satu daya tarik utama Babakan Siliwangi adalah jalur skywalk atau jembatan kayu yang membentang di tengah pepohonan. Jalur ini sering dimanfaatkan pengunjung untuk berjalan kaki, duduk bersantai menikmati pemandangan hijau, hingga berburu foto.
Fasilitas yang tersedia di kawasan ini juga cukup lengkap. Mulai dari area duduk, jalur pejalan kaki, mushola, toilet, hingga aran bermain anak. Terdapat pula deretan pedagang kaki lima yang cocok untuk berburu jajan.
Pintu masuk Babakan Siliwangi terletak di Jalan Siliwangi, berada di seberang jalur tembok warna-warni Siliwangi. Lokasinya berjarak sekitar 500 meter dari Pasar Simpang Dago. Bisa diakses dari arah Jalan Dipatiukur atau Ir.H.Juanda, ataupun dari arah Ciumbuleuit dan Cihampelas menuju Jalan Siliwangi.
2. Cibeunying Park
Kawasan Cibeunying Park atau Taman Cibeunying dikenal sebagai salah satu area ruang publik yang asri dan cocok digunakan untuk bersantai. Fasilitasnya serba ada, mulai dari lapang terbuka yang bisa digunakan anak untuk bersepeda dan berlarian, patung robot dan tank untuk berfoto, hingga aneka jajanan yang mengitarinya.
Taman ini terletak bersebrangan dengan kedai makan bubur dan sate yang viral, sehingga kerap ramai sejak pagi hari. Di sekitaran taman pun terdapat kios-kios penjual tanaman yang membuat kawasan tampak asri dan teduh. Sayangnya, fasilitas seperti WC umum terpantau belum dibenahi.
Lokasinya berada sangat dekat dengan Gedung Sate Bandung, hanya sekitar 1 kilometer atau 3 menit berkendara ke arah taman belakang Gedung Sate menuju jalan Taman Citarum dan Taman Ciliwung.
3. Pasar Cika-cika Dago Atas
Pasar Cika-cika atau juga dikenal sebagai Pasar Sisi Walungan (Pasiwal) ini menawarkan suasana pasar tradisional yang juga menjajakan makanan-makanan tradisional khas Sunda. Tak hanya jajanan, pasar ini juga menjadi ruang interaksi publik yang memberikan edukasi pelestarian lingkungan hidup, diinisiasi oleh Komunitas Cikacika.
Di sini, pengunjung bisa duduk-duduk di bawah rimbun pohon sambil memandangi sungai yang mengalir di salah satu sisinya. Cocok untuk yang ingin bersantai menikmati alam dan kabur sejenak dari hiruk-pikuk kepadatan kota. Namun, perlu diingat bahwa area pasar jajanan tradisional hanya hadir setiap Sabtu dan Minggu.
Pasar Cika-cika ini terletak di RT 04, RW 03 kawasan Tanggulan Cikalapa, Dago Pojok. Kawasan ini bisa diakses dari Jalan Ir.H.Juanda, kemudian belok menuju Jalan Dago Pojok. Dari belokan tersebut, pengunjung masih harus berkendara sejauh 1 kilometer menuju kawasan Cikalapa. Area ini juga bisa diakses via Jalan Bukit Dago Utara II, melewati kawasan Kampung Padi.
(iqk/iqk)