232 Wisatawan Tertahan di Karimunjawa Imbas Cuaca Ekstrem

Kabar Nasional

232 Wisatawan Tertahan di Karimunjawa Imbas Cuaca Ekstrem

Tim detikJateng - detikJabar
Sabtu, 24 Des 2022 21:28 WIB
Surfing menaklukkan ombak di Pantai Cimaja, Sukabumi
Ilustrasi ombak (Foto: Rina Rahma/d'Traveler)
Jepara -

Cuaca ekstrem yang melanda membuat 232 wisatawan tak bisa keluar dari Pulau Karimunjawa, Jepara pada Sabtu (24/12/2022). Kepulangan para wisatawan tersebut tertunda sejak Kamis (22/12) lalu.

"Adapun jumlah total wisatawan yg masih berada di Karimunjawa sampai dengan hari Sabtu tanggal 24 Desember 2022 sebanyak 232 orang," kata Dirpolairud Polda Jateng, Kombes Hariadi seperti dikutip dari detikJateng, Sabtu (24/12/2022).

Ombak yang tinggi, membuat kapal-kapal hanya bisa bersandar di dermaga Kartini, Jepara. Koordinasi dilakukan dengan syahbandar untuk mendapatkan izin berlayar ketika cuaca sudah membaik.

"Total jumlah kendaraan bermotor milik wisatawan yang terparkir di halaman sekitar dermaga Pantai Kartini Jepara sebanyak 46 unit yang berasal dari luar daerah," ujarnya.

Wisatawan, lanjut Hariadi, dalam kondisi aman dan bermalam di penginapan di Karimunjawa. Namun tinggi gelombang perairan masih 2,5 meter lebih.

"Saat ini para wisatawan yang tertunda pulang dan masih berada di Karimunjawa bermalam di homestay dan hotel, saat ini kondisi kesehatan dalam keadaan sehat. Tinggi gelombang sekitar 2,5 meter lebih," tuturnya.

Sementara itu Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Iqbal Alqudusy mengatakan dari data BMKG, gelombang laut dengan ketinggian 2,5-4 meter berpeluang terjadi di sejumlah perairan Jawa Tengah. Antara lain di perairan Brebes-Pemalang, Pekalongan-Kendal, Semarang-Demak, Jepara, dan Pati-Rembang.

"Saat ini Polda Jateng melalui Ditpolairud sudah melakukan langkah-langkah preventif seperti pemberian imbauan serta berkoordinasi dengan instansi terkait. Tim SAR Polda juga sudah disiagakan," kata Iqbal lewat pesan singkat, Sabtu (24/12).

Polres jajaran di Pantura Jateng juga sudah diminta mengimbau nelayan untuk waspada. Ia juga mengapresiasi perusahaan pelayaran yang membatalkan perjalanan demi keamanan.

"Seperti salah satu perusahaan transportasi laut yang mengumumkan pembatalan pelayaran ke Karimunjawa. Langkah-langkah pencegahan seperti ini perlu diapresiasi. Keselamatan masyarakat tetap paling utama," tegasnya.

Artikel ini telah tayang di detikJateng dengan judul 232 Wisatawan 'Terjebak' di Karimunjawa gegara Gelombang Tinggi

(yum/yum)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT