Pantai Cemara Pangkalan, Hidden Gem di Pesisir Selatan Tasikmalaya

Pantai Cemara Pangkalan, Hidden Gem di Pesisir Selatan Tasikmalaya

Faizal Amiruddin - detikJabar
Minggu, 27 Nov 2022 08:30 WIB
Pantai Cemara Pangkalan Tasikmalaya.
Foto: Faizal Amiruddin/detikJabar
Tasikmalaya -

Menyusuri jalur pesisir selatan Kabupaten Tasikmalaya, terdapat banyak objek wisata pantai yang bisa disinggahi. Namun, di luar objek wisata pantai yang dikelola oleh pemerintah daerah, banyak pula spot-spot pantai yang indah.

Meski bukan objek wisata yang dilengkapi oleh fasilitas akomodasi yang lengkap, tapi spot-spot pantai eksotis itu setidaknya bisa menjadi penawar lelah ketika menyusuri jalur pesisir selatan Jawa Barat. Salah satu spot pantai yang bisa disinggahi itu adalah Pantai Cemara Pangkalan. Lokasinya berada di pinggiran jalan sekitar Kampung Pangkalan Desa Mandala Jaya Kecamatan Cikalong Kabupaten Tasikmalaya.

Sesuai dengan namanya pantai Cemara Pangkalan ini adalah spot pantai yang rindang oleh pohon cemara laut. Deretan pepohonan di tepi pantai menjadikan suasana begitu rindang dan adem. Tiupan angin laut, suasana teduh serta panorama pesisir yang menakjubkan, membuat siapa pun yang singgah di pantai Cemara Pangkalan ini betah berlama-lama.


Belum lama ini, detikJabar berkesempatan singgah di pantai Cemara Pangkalan ini. Keindahan pantai yang tersembunyi ini, membuat kita seakan telah menemukan hidden gem di tengah penat perjalanan susur pantai selatan Jawa Barat.

Beberapa pengunjung terlihat asyik menggelar tikar, makan bersama alias "botram" dalam istilah masyarakat Sunda. Sementara itu sekelompok anak-anak muda menjadikan kawasan itu sebagai arena untuk berolahraga. Di bawah rindang pepohonan, berolahraga di tepi pantai terasa lebih nyaman. Mereka terlihat jogging, sebagian lainnya ada yang bermain bola.

Pantai Cemara Pangkalan Tasikmalaya.Pantai Cemara Pangkalan Tasikmalaya. Foto: Faizal Amiruddin/detikJabar

Di sudut lainnya warung-warung penjual makanan berderet menawarkan berbagai sajian. Namun mayoritas adalah pedagang jajanan dan minuman. "Mulai ramai sejak pohon cemaranya besar-besar. Baru beberapa tahun terakhir ini," kata Leni (37) salah seorang pedagang.

Dia mengatakan setiap hari kawasan ini ramai dikunjungi oleh warga sekitar atau pengendara yang singgah. "Kebanyakan orang sini, para pemuda yang mau latihan fisik, olahraga. Tapi kalau akhir pekan banyak juga yang berwisata, foto-foto sambil menikmati pantai," kata Leni.

Dudung (43) warga lainnya mengatakan penanaman pohon cemara laut itu merupakan program dari Kementerian Kelautan dan Perikanan. "Awalnya ditanami oleh KKP, penanaman ini tujuannya untuk mitigasi bencana tsunami. Jadi pepohonan ini untuk mengurangi dampak kalau-kalau terjadi tsunami," kata Dudung.

Tapi setelah pohon cemara laut itu besar, ternyata membuat suasana jadi lebih indah dan rindang. Perlahan banyak warga yang berdatangan. Para pedagang pun mulai bermunculan. Tercipta simpul ekonomi pariwisata baru, meski baru dalam skala mikro. "Karena ramai pemerintah desa mulai ikut mengurus. Salah satunya membangun tugu atau penanda Pantai Cemara Pangkalan," kata Dudung.

Dudung mengatakan salah satu kendala yang dihadapi untuk meningkatkan kunjungan ke pantai Cemara Pangkalan adalah kondisi jalan yang rusak serta sarana penerangan jalan umum. "Kalau bisa jalannya diperbaiki, sedikit paling beberapa ratus meter. Supaya pengendara nyaman mampir ke sini. Terus kalau bisa dilengkapi juga dengan penerangan, supaya bisa sampai malam ramai," kata Dudung.

(iqk/iqk)