Begini Kondisi Terkini Gedung Merdeka Bandung Usai Viral Bocor

Rifat Alhamidi - detikJabar
Kamis, 22 Sep 2022 18:31 WIB
Renovasi Gedung Merdeka, Bandung.
Renovasi Gedung Merdeka, Bandung (Foto: Rifat Alhamidi/detikJabar).
Bandung -

Sebuah video yang menunjukkan kondisi Gedung Merdeka, Kota Bandung mengalami kebocoran viral di media sosial. Kini, Gedung Merdeka sudah mendapat renovasi dari Pemprov Jabar untuk memperbaiki sejumlah ruangan yang memang telah lama tak kunjung mendapat sentuhan pembangunan.

detikJabar berkesempatan memantau secara langsung kondisi terkini Gedung Merdeka, Kota Bandung. Berdasarkan pantauan, Kamis (22/9/2022), sudah ada 3 dari 7 ruangan di sayap timur Gedung Merdeka yang telah dibongkar bagian atapnya lantaran kerap menimbulkan bocor apalagi saat hujan.

Menurut penuturan Pejabat Pembuat Komitmen Pemugaran Gedung Merdeka Ujang A Mukarom di Bandung, renovasi dilakukan untuk memperbaiki kerusakan gedung itu. Sebelumnya, kondisi bangunan ikon Kota Bandung tersebut cukup mengkhawatirkan dengan atap plafon yang mulai bocor dengan dinding yang retak dan terkelupas karena ditelan usia.


"Gedung Merdeka terakhir kali dilakukan renovasi besar-besaran yaitu saat menjelang Peringatan 25 Tahun KAA pada Tahun 1980 sekaligus Peresmian Museum Konferensi Asia Afrika Tanggal 24 April 1980," katanya saat berbincang dengan detikJabar di Gedung Merdeka.

Ujang menjelaskan, Pemprov Jabar menyiapkan anggaran Rp 4,1 miliar untuk kebutuhan renovasi tersebut. Pekerjaan renovasi Gedung Merdeka sudah dimulai sejak awal September dan ditarget rampung hingga Desember 2022.

Renovasi itu juga sudah mendapat rekomendasi dari Tim Ahli Cagar Budaya melalui Surat Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung. Sehingga, kata Ujang, renovasi bisa langsung dilaksanakan.

"Anggaran konstruksinya Rp 4,1 miliar meliputi perbaikan utama penggantian rangka atap untuk sisi barat, ruang VIP, perbaikan dinding karena udah banyak yang retak, plafon, mushala, toilet, pengecatan, tata udara dan tata lampu," ucap Ujang.

"Karena khususnya bagian rangka atap kayu dari awal dibangun belum pernah diganti hanya penguatan saja, kalau dibiarkan khawatir membahayakan," kata Ujang.

Ujang mengatakan selama pengerjaan kemungkinan Gedung Merdeka akan ditutup sementara. Meskipun ada dua agenda penting, yakni pembukaan Hari Museum Nasional dan pertemuan MPR RI dengan mengundang negara OKI sedunia.

"Harusnya ditutup dulu karena sudah ada agenda di awal, Hari Museum Nasional dipindahkan ke Gesat tinggal yang MPR rencana dilaksanakan bulan depan kita berkirim surat jadi kita mohonkan untuk dialihkan," tuturnya.

Kepala Museum Konferensi Asia Afrika Dahlia Kusuma Dewi mengatakan, proses renovasi Gedung Merdeka membutuhkan waktu dan persiapan matang mengingat Gedung Merdeka sebagai cagar budaya.

"Jadi karena ini kan gedung cagar budaya, jadi prosesnya waktu itu agak panjang. Pemprov sudah sejak pertengahan tahun pun sudah siap. Cuman harus izin dulu, karena cagar budaya di sini itu ada tim ahli cagar budaya," ujarnya.

(ral/mso)