Pedestrian Objek Wisata Pantai Pangandaran Membahayakan

Aldi Nur Fadillah, Aldi Nur Fadillah - detikJabar
Selasa, 22 Feb 2022 13:39 WIB
Pedestrian objek wisata Pantai Pangandaran.
Pedestrian objek wisata Pantai Pangandaran. (Foto: Aldi Nur Fadillah)
Pangandaran -

Pedestrian di sepanjang Pantai Barat Pangandaran lapuk dan terkubur pasir akibat air laut. Akibatnya, jalur pejalan kaki yang menopang trotoar rusak.

Dari pantauan detikJabar, pedestrian sepanjang 2,1 kilometer tersebut mulai rapuh. Sehingga, bermunculan material dan paku.

Ketua DPRD Kabupaten Pangandaran Asep Noordin mengatakan, pedestrian yang dibuat pemerintah Kabupaten Pangandaran tersebut khawatir menyebabkan kecelakaan wisatawan. Sebab, di sana terdapat material kayu.


"Kini kayunya semakin lapuk sehingga menyisakan paku-paku disepanjang pantai barat. Sehingga (berpotensi) menyebabkan wisatawan kecelakaan" kata Asep kepada detikJabar, Selasa (21/2/2022)

Menurut dia, banyak wisatawan yang tidak menggunakan alas kaki. Hal ini tentunya berbahaya dan sudah terbukti menimbulkan korban.

"Sudah ada beberapa korban wisatawan yang terkena paku, karena memang membahayakan, dan harapan saya dibongkar saja, daripada mencelakakan dan sudah tidak efektif, serta tidak enak dipandang" tegas Asep.

"Saya kira pemerintah harus segera mengambil tindakan persoalan yang ada di daerah destinasi, terutama fasilitas objek wisata Pantai Pangandaran," tegasnya.

Selain itu, Asep meminta Pemkab Pangandaran segera berbenah lagi terkait sarana dan prasarana di objek wisata Pangandaran.

"Di Pantai Barat dan Timur Pangandaran, terutama Pantai Barat yang lautnya dipakai untuk aktivitas berenang, tetapi sangat ironis ada empat saluran pembuangan air di Pantai Barat Pangandaran yang semestinya itu untuk air hujan, tetapi banyak yang memanfaatkan bak saluran limbah rumah tangga, hotel dan restoran," ucapnya.

Akibatnya, saluran pembuangan air di kawasan Pantai Pangandaran menimbulkan bau tidak sedap, salah satunya di depan Kantor Balawista.

"Karena saluran air tersebut masuk ke wilayah pantai yang digunakan untuk berwisata," ungkap Asep.

Asep berharap pemerintah membuat Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) komunal di empat muara saluran yang masuk ke wilayah pantai. "Bikin IPAL komunal agar penyaringan airnya terjaga dan hotel serta restoran berhenti untuk menggunakan saluran tersebut," ucapnya.

Iman (35), wisatawan asal Kota Cimahi mengatakan, dirinya hampir tersandung pedestrian kayu yang ada di Pantai Pangandaran. "Ya, tadi hampir saja tersandung, dikira pasir doang ternyata ada kayu. Untung enggak kena paku," ucapnya.

Selain itu, Iman merasa tak nyaman karena tepat di depan saluran pembuangan Hotel Krisna mengeluarkan bau tak sedap. "Kok bisa selokan disalurkan ke laut lokasi berenang wisatawan, kan enggak etis," sesalnya.



Simak Video "Begal Dikeroyok Warga di Bandung, Disebut Sempat Todongkan Pistol"
[Gambas:Video 20detik]
(/orb)