Antusiasme suporter dan masyarakat Tatar Galuh untuk mendukung PSGC Ciamis di Pegadaian Championship Liga 2 2026/2027 masih tinggi. Namun, dukungan besar yang terus mengalir belum sepenuhnya berbanding lurus dengan performa Laskar Singacala di lapangan.
PSGC Ciamis masih tertahan di papan bawah klasemen sementara Grup Barat. Tim berjuluk Laskar Singacala itu menempati peringkat ketujuh dengan koleksi tujuh poin dari tujuh pertandingan, hasil dua kemenangan, satu imbang, dan empat kekalahan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kondisi tersebut membuat laga pekan kedelapan melawan PSMS Medan menjadi momentum penting bagi PSGC untuk memperbaiki posisi sekaligus menjawab harapan pendukungnya. Kedua tim dijadwalkan bertemu di Stadion Galuh, Ciamis, Sabtu (31/10/2026).
Setelah menghadapi PSMS, PSGC masih menyisakan satu pertandingan putaran pertama dengan bertandang ke markas PSPS Pekanbaru. Kompetisi yang berlangsung dalam tiga putaran itu masih menyisakan ruang bagi PSGC untuk memperbaiki pencapaian, tetapi konsistensi permainan menjadi pekerjaan rumah yang perlu segera diperbaiki.
Di tengah performa tim yang belum stabil, dukungan suporter justru tetap terasa. Antusiasme itu terlihat dari aktivitas penjualan tiket pertandingan PSGC melawan PSMS Medan di Gelanggang Galuh Taruna (GGT), Kamis (29/10/2026).
Sejak penjualan tiket daring dibuka sehari sebelumnya, masyarakat terlihat antusias mengamankan tiket untuk menyaksikan langsung pertandingan di Stadion Galuh. Penjualan tiket secara langsung pada Kamis juga mendapat sambutan tinggi. Sejumlah kategori tiket, termasuk tribun VIP dan utara, dilaporkan habis terjual.
Bagi suporter, dukungan yang diberikan kepada PSGC bukan sekadar memenuhi tribun stadion. Mereka juga berharap tim mampu menunjukkan permainan yang lebih baik dan membayar kepercayaan masyarakat dengan hasil positif.
Khairul Rizal, warga Handapherang, Ciamis, mengatakan antusiasme masyarakat untuk menyaksikan pertandingan PSGC di kandang tidak pernah surut. Menurut dia, dukungan tersebut perlu dijawab dengan peningkatan performa dan raihan poin.
"Antusiasme masyarakat di setiap pertandingan home di Stadion Galuh tidak pernah berkurang. Harapannya, antusiasme ini harus dibayar dengan prestasi, bermain bagus, dan meraih poin di setiap laga," ujar Khairul setelah membeli tiket di GGT Ciamis.
Khairul mengaku rutin mendukung langsung PSGC bersama keluarganya, baik saat bermain di kandang maupun tandang. Dia berharap tim melakukan evaluasi secara nyata, terutama untuk meningkatkan kerja sama dan kekompakan antarpemain.
Menurutnya, suporter tetap bisa menerima hasil pertandingan selama tim memperlihatkan permainan yang maksimal dan semangat juang di lapangan. Meski begitu, kemenangan tentu menjadi harapan utama saat menjamu PSMS Medan.
"Kalau mainnya bagus, sekalinya hasilnya imbang tentu kami puas. Kalaupun kalah, tetapi harapannya menang. Main dengan hati. Nanti lawan PSMS Medan harus tiga poin," ucapnya.
Harapan serupa disampaikan Nono, warga Banagara, Ciamis. Dia menilai materi pemain PSGC sebenarnya cukup baik. Namun, menurut dia, permainan tim masih perlu dibenahi, terutama dalam membangun serangan dan menciptakan variasi permainan.
"Setiap ada pertandingan di Stadion Galuh saya selalu datang langsung memberi dukungan. Harapannya, lawan PSMS Medan, PSGC Ciamis bisa menang. Skor 1-0 sudah cukup, yang penting tiga poin. Tunjukkan permainan yang lebih baik," katanya.
Penjualan Tiket Dipindah ke GGT, Harga Kembali Turun
Selain menaruh harapan pada performa tim, suporter juga mendapat pembenahan dalam sistem penjualan tiket pertandingan PSGC melawan PSMS Medan.
Panitia penyelenggara (panpel) memindahkan lokasi penjualan tiket secara langsung yang sebelumnya berada di depan Stadion Galuh ke Gelanggang Galuh Taruna (GGT). Pemindahan tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi cuaca yang mulai memasuki musim hujan.
Berdasarkan pantauan di lokasi, proses pembelian tiket terlihat lebih tertata. Antrean panjang seperti yang terjadi pada penjualan sebelumnya kini tampak lebih rapi, sehingga masyarakat dapat membeli tiket dengan lebih nyaman.
Panpel tetap menerapkan ketentuan satu nomor induk kependudukan (NIK) untuk pembelian maksimal dua tiket. Sementara itu, tiket tribun VIP dan utara telah habis terjual.
"Untuk pembelian tiket sengaja dipindahkan ke GGT ini pertimbangannya karena cuaca. Sekarang sudah mulai musim hujan dan mendung. Tujuannya agar masyarakat yang membeli tiket tidak kehujanan, lebih teratur dan tertata," ujar Ketua Panpel PSGC Asep Dedi.
Panpel juga menyesuaikan kembali harga tiket setelah menerima masukan dari masyarakat. Tiket tribun utara dan selatan yang sebelumnya dibanderol Rp 35.000 kini menjadi Rp 25.000. Tiket tribun timur turun dari Rp 75.000 menjadi Rp 50.000, sedangkan tribun VIP dari Rp 150.000 menjadi Rp 125.000.
"Semua masukan kita tampung. Untuk perbaikan, kenapa tidak? Tentu kita tindaklanjuti. Mari kita ramaikan stadion," pungkasnya.
(iqk/iqk)
