MU yang Terpuruk dan Kehilangan Karakter

Soccer Update

MU yang Terpuruk dan Kehilangan Karakter

Randy Prasatya - detikJabar
Senin, 26 Okt 2026 13:30 WIB
MANCHESTER, ENGLAND - OCTOBER 25: Bruno Fernandes of Manchester United  reacts at full time following the Premier League 2026/27 match between Manchester United and AFC Bournemouth at Old Trafford on October 25, 2026 in Manchester, United Kingdom. (Photo by Robbie Jay Barratt - AMA/Getty Images)
Manchester United (Foto: Getty Images/Robbie Jay Barratt - AMA)
Jakarta -

Manchester United kembali terpuruk di Old Trafford setelah dipermalukan Bournemouth tiga gol tanpa balas. Performa buruk ini memicu kritik tajam dari mantan bek Tottenham Hotspur, Toby Alderweireld, yang menilai skuad Setan Merah kehilangan gairah untuk bangkit dari keterpurukan.

Dalam laga lanjutan Liga Inggris, Minggu (25/10/2026) malam WIB, gawang MU bobol tiga kali lewat aksi Rayan, Marcus Tavernier, dan Evanilson. Hasil negatif ini memperpanjang tren buruk tim asuhan Michael Carrick yang sebelumnya juga dihajar Como 1-4 di ajang Liga Champions. Melansir detikSport, Carrick sendiri sempat mengeluhkan rendahnya intensitas dan daya juang para pemainnya.

Alderweireld menyoroti rapuhnya koordinasi antarpemain di lapangan. Ia menilai gol-gol Bournemouth lahir akibat hilangnya fokus dan komunikasi, terutama dalam mengantisipasi situasi bola mati.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ketika sebuah tim sedang berjuang dalam pertandingan atau bertahan menghadapi situasi bola mati, biasanya kita bisa melihat kekompakan antarpemain. Kita bisa melihat mereka saling berbicara, dan itu menunjukkan apakah mereka benar-benar bermain sebagai sebuah tim atau tidak," ujar Alderweireld dalam program Match of the Day yang dikutip dari BBC.

ADVERTISEMENT

Ia menambahkan bahwa sikap para pemain di lapangan tidak mencerminkan semangat juang yang dibutuhkan untuk keluar dari krisis. Alderweireld meragukan komitmen skuad saat ini terhadap klub dan pendukungnya.

"Para pemain Manchester United hari ini hanya berdiri diam. Dari bahasa tubuh mereka, saya tidak melihat tanda-tanda bahwa mereka siap melakukan segalanya demi pelatih, klub, atau para penggemar untuk mengubah situasi yang sedang mereka hadapi," lanjutnya.

Krisis kepemimpinan juga menjadi poin krusial dalam analisis Alderweireld. Ia membandingkan skuad saat ini dengan era Nemanja Vidic dan Rio Ferdinand yang mampu mengintimidasi lawan bahkan sebelum peluit pertama dibunyikan.

"Mudah saja mengatakan bahwa mereka kekurangan pemimpin, tetapi memang itulah kenyataannya. Mereka tidak memiliki pemain dengan karakter dan mentalitas yang kuat," jelas Alderweireld.

Menurutnya, kekuatan sebuah tim besar tidak hanya bertumpu pada kemampuan teknis, tetapi juga pada kehadiran sosok yang disegani.

"Ini bukan soal kemampuan teknis. Namun, jika kalian berada di lorong stadion dan melihat mantan bek Manchester United seperti Nemanja Vidic atau Rio Ferdinand, bahasa tubuh mereka saja sudah cukup untuk membuat lawan merasa akan menghadapi pertandingan yang sangat sulit," katanya.

Kini, aura intimidasi tersebut seolah sirna dari Old Trafford. Alderweireld menilai lawan kini justru merasa percaya diri saat menghadapi Manchester United.

"Sementara itu, jika melihat para pemain Manchester United saat ini, lawan mungkin akan berpikir, 'Saya tidak takut menghadapi mereka.' Siapa pun pelatih yang datang, ceritanya selalu sama," pungkasnya.

Kekalahan ini membuat posisi MU kian terjepit di peringkat ke-16 klasemen sementara. Dengan koleksi tujuh poin, Setan Merah kini hanya terpaut satu angka dari zona degradasi. Michael Carrick kini memikul beban berat untuk segera membenahi mentalitas dan kekompakan tim sebelum situasi semakin tak terkendali.


Artikel ini sudah tayang di detikSport



(ran/dir)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads