Dua pemain utama Persib Bandung, Marc Klok dan Thom Haye, secara terbuka menyoroti keterbatasan fasilitas pendukung tim di tengah padatnya jadwal kompetisi musim 2026/2027. Keduanya sama-sama menyinggung persoalan fasilitas yang dinilainya belum memadai untuk menunjang kebugaran pemain.
Persib musim ini harus membagi fokus ke sejumlah kompetisi sekaligus. Selain tampil di Super League, Maung Bandung harus bermain di AFC Champions League Two, dan ASEAN Club Championship.
Bertambahnya kompetisi membuat para pemain harus menjalani rangkaian pertandingan dan perjalanan dengan waktu pemulihan yang terbatas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Situasi tersebut menjadi perhatian karena tuntutan bermain di berbagai ajang tidak hanya menguras tenaga, tetapi juga membutuhkan dukungan fasilitas, nutrisi, dan pengaturan perjalanan yang memadai.
Marc Klok lebih dahulu menyoroti persoalan tersebut setelah menjalani latihan di Lapang Pendamping GBLA, Bandung, Sabtu (26/9/2026). Ia mengakui jadwal padat menjadi tantangan besar bagi Persib, terlebih ketika aspek pendukung di luar lapangan dinilai belum optimal.
Menurut Klok, persoalan yang dihadapi pemain bukan semata-mata banyaknya pertandingan. Ketersediaan fasilitas, nutrisi, dan pengaturan perjalanan juga menjadi faktor yang perlu diperhatikan agar para pemain mampu menjaga kondisi sepanjang musim.
"Kita semua tahu ini jujur, fasilitas sangat kurang, nutrisi sangat kurang, pengaturan perjalanannya bukan yang terbaik. Jadi, kita harus beradaptasi. Kita juga mau belajar dari situasi ini. Tapi saya pikir kata yang paling penting mungkin adalah bertahan," ungkap Klok.
Di tengah keluhan mengenai jadwal dan fasilitas, Klok menekankan bahwa para pemain membutuhkan dukungan seluruh elemen klub dan suporter untuk melewati periode padat tersebut.
Ia menyadari kekuatan mental menjadi salah satu modal untuk menghadapi tekanan kompetisi. Namun, perjuangan pemain di lapangan juga perlu mendapat apresiasi, terutama ketika mereka harus menjaga performa dalam kondisi fisik yang terkuras.
"Kita harus bertahan dengan mentalitas untuk mengatasi ini dan menantangnya, karena kalau kita bicara ke badan kita, oh kita capek, kita lelah, pasti kita lelah," ujar Klok.
Klok juga meminta seluruh pihak di lingkungan Persib memberikan dukungan kepada pemain. Ia menilai evaluasi mengenai kecukupan dukungan terhadap tim dapat dilakukan setelah klub melewati periode kompetisi yang padat.
"Semua orang di klub harus mendukung skuad ini. Suporter harus bersama skuad ini, bersama tim ini. Jadi kalian harus mengapresiasi, kalian harus menghargai para pemain. Dan kemudian dari sana kalian mencoba yang maksimal, ya kan? Di akhir musim kalian akan mengevaluasi atau di pertengahan musim, apakah ini cukup? Apakah ini kurang? Nah, kita baru bisa bilang. Tapi sekarang kita harus terima sesuatu, kita harus optimis karena ini sangat penting," tuturnya.
Keluhan serupa kembali disampaikan Thom Haye setelah Persib menjalani rangkaian pertandingan yang padat. Maung Bandung bermain imbang 2-2 melawan Dewa United pada pekan keempat Super League 2026/2027 di Stadion Si Jalak Harupat, Minggu (11/10/2026).
Persib kemudian harus bersiap menghadapi The Cong-Viettel FC pada matchday kedua Grup E ACL Two, Rabu (14/10/2026), di stadion yang sama. Sebelumnya, skuad Maung Bandung juga melakoni laga tandang melawan Port FC di Thailand dalam ajang ASEAN Club Championship.
Dengan jarak pertandingan yang berdekatan, waktu untuk memulihkan kondisi fisik menjadi semakin terbatas. Haye menilai penambahan kompetisi musim ini tidak diikuti perubahan fasilitas yang mendukung kebutuhan pemain.
"Kami tahu apa yang harus kami hadapi sebagai pemain. Musim lalu, kami mencetak sejarah di Asia dan kami sangat senang. Apakah kami benar-benar mendapat penghargaan untuk itu? Kami hanya benar-benar bangga," ujar Thom Haye, Selasa (13/11/2026).
Haye kemudian menyoroti keikutsertaan Persib ASEAN Club Championship. Menurut dia, bertambahnya kompetisi seharusnya diikuti peningkatan dukungan dari klub, termasuk fasilitas yang dibutuhkan pemain untuk menghadapi jadwal yang semakin padat.
"Musim ini, Shopee Cup ditambahkan bagi kami. Namun, bagi kami sebagai satu grup, tidak ada yang berubah. Tidak ada fasilitas yang berubah. Kami tidak bermain di stadion kami sendiri. Kami bepergian ke mana-mana," katanya.
Ia secara spesifik menyebut kesulitan menjalani pemulihan di lingkungan klub dan menilai fasilitas yang tersedia belum mampu memenuhi kebutuhannya. Bahkan, Haye membandingkan fasilitas pemulihan di klub dengan tempat pemulihan pribadi yang bisa diaksesnya.
"Satu-satunya hal yang kami lakukan sekarang adalah berusaha untuk bugar di setiap pertandingan, dan itu hampir tidak mungkin. Hari ini, Anda lihat para pemain berjuang, mereka harus keluar lagi. Dalam tiga hari kami bermain lagi," ucapnya.
"Jika saya ingin pergi untuk latihan pemulihan, bagi saya lebih baik pergi ke tempat pribadi daripada pergi ke klub, karena di klub saya tidak bisa menjalani pemulihan," lanjut Thom Haye.
Haye juga menilai keterbatasan waktu pemulihan berdampak pada pertimbangan tim dalam menentukan susunan pemain. Dalam kondisi ideal, pelatih dapat memilih komposisi terbaik berdasarkan kebutuhan taktik. Namun, menurut Haye, kondisi kebugaran kini menjadi pertimbangan yang lebih mendasar.
"Jika Anda ingin menambahkan ajang seperti Shopee Cup, itu harusnya lebih baik. Karena sekarang rasanya, untuk pertandingan berikutnya kami tidak melihat bagaimana memainkan tim terbaik, tetapi kami melihat siapa yang sehat," katanya.
Padahal, Persib telah menunjukkan kemampuan bersaing di kompetisi domestik dan internasional. Maung Bandung meraih kemenangan atas FC Seoul di Korea Selatan dalam ACL Two serta mengalahkan Port FC di Thailand pada ASEAN Club Championship.
Haye mengapresiasi pencapaian tersebut dan menilai timnya telah bekerja keras meskipun menghadapi situasi yang tidak mudah.
"Jadi sebenarnya, tim ini tampil sangat baik, tetapi rasanya itu hampir tidak mungkin. Satu-satunya hal yang kami lakukan adalah mencoba untuk tetap sehat sebagai sebuah grup," tegasnya.
Simak Video "Video: Persib Bandung Juara 3 Musim Beruntun!"
[Gambas:Video 20detik] (bba/mso)
