Mantan bintang AS Roma dan Inter Milan, Radja Nainggolan, membeberkan nilai kontrak fantastis yang ia terima saat membela Bhayangkara FC. Pemain berdarah Batak ini mengaku mengantongi 400 ribu euro atau setara lebih dari Rp 6 miliar hanya untuk masa kerja selama enam bulan di Indonesia.
Dalam wawancara bersama media Belgia, Het Nieuwsblad, sebagaimana dilansir dari detikSport, Nainggolan menceritakan bahwa keputusannya merumput di Tanah Air bermula dari peran non-teknis. Awalnya, ia datang bukan untuk berkompetisi, melainkan memenuhi undangan sebagai duta Piala Dunia U-17 yang digelar di Indonesia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pengalaman positif selama dua pekan menjalankan tugas tersebut membuatnya terbuka untuk kembali mengenakan sepatu bola.
"Saya awalnya berencana untuk berhenti bermain sepakbola. Sampai mantan ketua Inter, yang kini menjadi ketua Asosiasi Sepak Bola Indonesia (Erick Thohir), mengundang saya untuk menjadi duta besar Piala Dunia U-17. Saat itu, saya menghabiskan dua minggu yang sangat menyenangkan di sana," ungkapnya.
Meski mulai mempertimbangkan tawaran bermain, Nainggolan sempat mengajukan syarat khusus. Ia hanya bersedia bergabung dengan klub yang berbasis di dua lokasi spesifik: Jakarta atau Bali.
"Setelah itu, saya tidak tahu harus berbuat apa. Sampai saya mendapat telepon yang menanyakan apakah saya tidak mau bermain di sana. Dengan senang hati, tapi saya hanya ingin bermain di Jakarta atau di Bali," katanya.
Gayung bersambut, tawaran datang dari Bhayangkara FC, klub milik institusi kepolisian yang bermarkas di Jakarta. Nainggolan pun sepakat dengan nilai kontrak yang tergolong sangat tinggi untuk ukuran kompetisi domestik.
"Ternyata itu tim kepolisian, Bhayangkara FC, yang membutuhkan saya. Jadi, mereka menempatkan saya di sana selama setengah tahun. Penghasilan saya lumayan: 400.000 euro dalam enam bulan."
Nainggolan juga menyoroti ketimpangan antara pendapatannya dengan biaya hidup di Indonesia yang sangat terjangkau. Ia memberikan ilustrasi sederhana melalui harga makanan favorit masyarakat lokal.
"Untuk standar hidup di sana, gaji yang saya terima benar-benar terlalu tinggi. Untuk sepiring besar nasi goreng, Anda bahkan hanya perlu membayar dua euro," terangnya.
Selama berseragam Bhayangkara FC, Nainggolan mencatatkan 10 penampilan di lapangan hijau. Dalam durasi singkat tersebut, ia berkontribusi menyumbangkan satu gol dan tiga assist sebelum akhirnya menyudahi masa baktinya di Liga Indonesia.
Artikel ini sudah tayang di detikSport
