Dua Gol Ezechiel Bantu PSGC Ciamis Tekuk Sumsel United 2-0

Dua Gol Ezechiel Bantu PSGC Ciamis Tekuk Sumsel United 2-0

Dadang Hermansyah - detikJabar
Sabtu, 19 Sep 2026 18:57 WIB
Laga PSGC Ciamis vs Sumsel United di Stadion Galuh, Ciamis.
Laga PSGC Ciamis vs Sumsel United di Stadion Galuh, Ciamis. (Foto: Dok. Panpel PSGC Ciamis.)
Ciamis -

PSGC Ciamis mengamankan tiga poin di kandang pada laga kedua dalam kompetisi Liga 2 2026/2027. Laskar Singacala menang 2-0 atas Sumsel United di Stadion Galuh, Kabupaten Ciamis, Sabtu (19/9/2026) sore.

Dua gol PSGC seluruhnya dicetak striker asal Chad, Ezechiel Ndouassel. Laga tersebut disaksikan sekitar 9.000 penonton.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sejak awal pertandingan, Sumsel United mencoba mengambil inisiatif serangan. Namun, PSGC perlahan mampu menguasai permainan dan mulai menekan pertahanan tim tamu.

Peluang PSGC hadir pada menit ke-19 setelah terjadi kemelut di depan gawang Sumsel. Bola kemudian hanya menghasilkan sepak pojok. Sementara itu, Sumsel lebih banyak mengandalkan serangan balik dan tendangan jarak jauh.

ADVERTISEMENT

PSGC terus menekan. Pada menit ke-27, Ezechiel mencuri bola dari pemain belakang Sumsel dan mencoba melepaskan tembakan. Namun, bek tim tamu lebih cepat melakukan intersep.

Kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-36. Tendangan bebas Johan Bonilla disambut Ezechiel dengan sundulan yang tak mampu dihentikan kiper Sumsel United. PSGC unggul 1-0.

Menjelang turun minum, Sumsel mendapat hadiah penalti setelah wasit meninjau VAR dan melihat bola mengenai tangan pemain PSGC saat mengantisipasi umpan silang.

Kenneth Ngwoke maju sebagai eksekutor. Namun, kiper PSGC Muhammad Raufa Aghastya tampil gemilang dengan membaca arah tendangan dan menggagalkannya. Hingga babak pertama berakhir, PSGC tetap memimpin 1-0.

Memasuki babak kedua, Sumsel langsung berusaha meningkatkan tekanan. Namun, PSGC justru hampir menggandakan keunggulan pada menit ke-47. Ezechiel lolos dan berhadapan satu lawan satu dengan kiper, tetapi penyelesaiannya melebar.

PSGC akhirnya mencetak gol kedua pada menit ke-57. Berawal dari umpan silang Bonilla, pemain belakang Sumsel gagal mengantisipasi bola. Ezechiel memanfaatkannya untuk merebut bola, mengecoh kiper, lalu menceploskannya ke gawang. Skor berubah 2-0.

Tertinggal dua gol, Sumsel terus berupaya mencari gol balasan. Kenneth Ngwoke sempat mengancam lewat tembakan pada menit ke-72, tetapi bola masih mampu dihalau kiper PSGC.

Memasuki menit ke-77, VAR kembali berperan. Setelah Ezechiel dilanggar pemain Sumsel, wasit meninjau tayangan ulang terkait kemungkinan kartu merah. Hasil pemeriksaan membuat wasit mengeluarkan kartu merah sehingga Sumsel harus bermain dengan 10 pemain.

Unggul jumlah pemain, PSGC tetap menjaga permainan hingga akhir. Ezechiel bahkan hampir mencetak hat-trick pada menit ke-89 setelah melewati pemain belakang Sumsel, tetapi tembakannya masih melebar.

Tambahan waktu tujuh menit tidak mengubah skor. PSGC Ciamis pun menutup pertandingan dengan kemenangan 2-0 atas Sumsel United dan meraih tiga poin di hadapan pendukungnya.

Apresiasi Perjuangan Pemain

Pelatih PSGC Ciamis Heri Kiswanto mengaku lega dengan hasil tersebut. Menurutnya, pertandingan tidak mudah karena Sumsel United mampu memberikan perlawanan, termasuk ketika mendapatkan penalti yang gagal dikonversi menjadi gol.

"Kalau saya pribadi, tentu bahagia sekali. Pertandingan tadi cukup menegangkan karena Sumsel juga memberikan perlawanan. Mereka gagal penalti dan sedikit kehilangan momentum. Kami akhirnya bisa memanfaatkan momen itu," kata Heri saat press conference usai pertandingan.

Heri juga memberikan apresiasi kepada para pemain yang dinilainya tampil lebih hidup dan disiplin sepanjang pertandingan.

"Yang jelas saya apresiasi para pemain. Hari ini mereka bermain dengan penuh semangat dan sangat disiplin," ujarnya.

Dalam pertandingan tersebut, PSGC tidak banyak melakukan perubahan pemain. Heri menjelaskan keputusan tersebut merupakan bagian dari komunikasi bersama tim pelatih, termasuk dengan Coach Eka Ramdani.

"Kami memang sempat berdiskusi dengan Coach Eka. Tapi dia bilang, 'Saya lagi nyaman, Kang Heri.' Ya sudah, tidak apa-apa. Kami ini bekerja secara kolektif. Pelatih juga harus melihat kondisi pemain di lapangan," tutur Heri.

Menurutnya, tiga poin tersebut menjadi modal penting bagi PSGC untuk menjalani pertandingan berikutnya.

"Saya happy dengan tiga poin ini. Ini modal utama untuk menghadapi perjalanan selanjutnya," katanya.

Laga melawan Sumsel United juga menjadi debut Kim Min Hyeok bersama PSGC setelah bergabung dengan Laskar Singacala.

Heri menilai pemain asal Korea Selatan itu langsung memberikan pengaruh di lini belakang. Meski kondisi fisiknya belum sepenuhnya prima, Kim dinilai mampu bermain tenang dan membantu mengatur pertahanan.

"Saya sangat mengapresiasi Kim. Dia menjadi salah satu komando di belakang bersama Zikri. Kondisinya memang belum 100 persen, tapi dia bermain simpel dan taktis. Itu yang kami butuhkan di pertahanan," jelas Heri.

Kehadiran Kim juga membuat pemain di sekitarnya lebih tenang. Bek PSGC Zikri Ferdiansyah mengaku mendapat banyak hal dari pengalaman pemain asal Korea tersebut.

"Menurut saya Kim cukup bagus. Pengalamannya juga sangat bagus, apalagi dia pernah bermain di Persib. Saya sendiri bisa banyak belajar dari dia," kata Zikri.

Kemenangan atas Sumsel membuat PSGC mengoleksi tiga poin. Namun, Heri meminta anak asuhnya tidak terlalu larut dalam hasil tersebut.

PSGC selanjutnya akan menghadapi Semen Padang. Heri menyebut calon lawannya memiliki materi pemain berpengalaman sehingga persiapan harus kembali dimaksimalkan.

"Tiga poin ini tentu menaikkan mental dan ritme tim. Tapi jangan sampai terlena. Semen Padang juga tim yang diunggulkan. Kami harus tetap fokus, kerja keras, kerja sama, kerja cerdas, dan disiplin," tegasnya.

Pelatih Sumsel United Nasuha Sebut Penalti Gagal Pengaruhi Mental Pemain

Sementara itu, Pelatih Sumsel United M. Nasuha mengakui timnya tidak tampil maksimal, terutama pada sejumlah posisi di babak pertama. Ia menyebut sisi kiri permainan Sumsel tidak berjalan seperti yang diharapkan.

"Pertama saya berterima kasih kepada seluruh pemain yang sudah bekerja keras. Tapi hasil memang tidak memihak kami," ujar Nasuha.

Menurutnya, Sumsel sebenarnya masih mampu mengimbangi permainan PSGC. Namun, beberapa kesalahan membuat timnya kesulitan keluar dari tekanan.

"Di babak pertama ada beberapa posisi yang tidak berjalan sehingga kami kesulitan mengantisipasi permainan PSGC. Kami sebenarnya masih bisa mengimbangi, tetapi terutama di sisi kiri memang tidak berjalan," katanya.

Nasuha juga menyoroti gol pertama PSGC yang menurutnya terjadi karena pemain kehilangan fokus. Padahal, situasi bola mati dan pergerakan Ezechiel sudah menjadi perhatian sebelum pertandingan.

"Kami sudah mengantisipasi servis bola dan pergerakan striker mereka. Tapi mungkin itulah sepak bola. Kami sedikit kehilangan fokus dan akhirnya kebobolan," ucapnya.

Kegagalan penalti Kenneth Ngwoke pada akhir babak pertama juga disebut Nasuha ikut memengaruhi mental pemain. "Karena tidak masuk, mental pemain sedikit turun," tuturnya.

Situasi semakin sulit bagi Sumsel setelah salah satu pemainnya menerima kartu merah pada menit ke-76. Bermain dengan 10 orang dalam kondisi tertinggal membuat upaya mengejar gol semakin berat.

"Pasti sangat berpengaruh. Selain kalah jumlah pemain, kami juga dalam posisi tertinggal. Situasi seperti itu membuat kami lebih sulit bangkit," kata Nasuha.

Ia memastikan kekalahan tersebut menjadi bahan evaluasi sebelum menghadapi pertandingan berikutnya. "Akan banyak evaluasi untuk ke depannya. Kami harus memperbaiki banyak hal supaya pertandingan selanjutnya bisa lebih baik," pungkasnya.

(sud/sud)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads