Awal musim 2026 yang berat bagi Manchester United memicu rumor panas seputar posisi Michael Carrick di kursi manajer. Meski hasil di lapangan belum memuaskan, sang juru taktik mengaku heran mengapa masa depannya sudah dipertanyakan hanya karena rentetan hasil minor di beberapa laga pembuka.
Laju Setan Merah di Premier League sejauh ini memang jauh dari harapan. Dari empat pertandingan yang telah dilakoni, United baru mengemas satu kemenangan saat melibas Ipswich Town 5-2. Tiga laga lainnya berakhir mengecewakan dengan satu hasil imbang dan dua kali kalah.
Situasi makin pelik setelah United tersingkir prematur dari Carabao Cup. Sempat unggul dua gol, mereka justru takluk 2-3 dari Brighton & Hove Albion di babak ketiga. Hasil ini memastikan satu peluang trofi musim ini tertutup lebih cepat. Kemenangan telak 4-0 atas Sabah FK di Liga Champions menjadi satu-satunya pelipur lara di tengah performa domestik yang tidak konsisten.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: Diisukan Akan Dipecat, Carrick: Konyol! |
Mengingat sejarah klub yang mendepak Erik ten Hag dan Ruben Amorim setelah tren buruk, posisi Carrick kini mulai digoyang. Namun, sebagaimana dilansir dari detikSport, ia menilai spekulasi tersebut terlalu dini, terutama jika hanya didasarkan pada hasil satu atau dua pertandingan saja. Carrick menegaskan bahwa skuadnya masih membutuhkan waktu untuk mencapai level permainan terbaik dengan komposisi pemain yang ada.
"Saya kira lebih lama dari hanya sekadar hasil satu atau dua laga," ujar Carrick soal masa depannya dispekulasikan.
Mantan gelandang United itu menegaskan tidak ingin membuang energi untuk memikirkan berapa lama ia akan bertahan di Old Trafford. Fokus utamanya adalah menjaga standar tinggi klub dan membawa tim kembali ke jalur juara.
"Saya tahu klub ini, saya tahu peran saya, saya tahu harus bermain sesuai standar tertentu di sini, bermain di level terbaik, mencapai prestasi di lapangan, jadi tahu betul itu. Dalam hal masa depan, pemilik, dan berapa lama saya akan bertahan, saya sih sama sekali gak memikirkan itu, seperti misal 'berapa lama saya bakal bertahan?' Konyol sekali jika saya berpikir seperti itu, sama sekali tidak kepikiran tuh," sambungnya seperti dikutip The Athletic.
Carrick menyadari sepenuhnya bahwa tekanan besar dan ekspektasi tinggi dari pemilik maupun suporter adalah konsekuensi logis melatih klub sebesar Manchester United.
"Saya paham bahwa kami harus meraih sesuatu dan apa yang harus kami lakukan sebagai klub agar bisa memenuhi harapan pemilik dan juga suporter. Kurang lebih seperti itulah. Saya paham betul, saya mengerti."
Alih-alih terganggu oleh rumor pemecatan, Carrick memilih memusatkan perhatian pada pembenahan teknis di lapangan. Ia kini berupaya keras mencari formula yang tepat agar Manchester United segera menemukan konsistensi permainan.
Artikel ini sudah tayang di detikSport
(mrp/dir)
