Lini Depan Malas Pressing, Pertahanan Real Madrid Jadi Sorotan

Soccer Update

Lini Depan Malas Pressing, Pertahanan Real Madrid Jadi Sorotan

detikSport - detikJabar
Selasa, 15 Sep 2026 13:00 WIB
Kylian Mbappe centre-forward of Real Madrid and France and Emil Audero goalkeeper of Rayo Vallecano and Indonesia compete for the ball during the LaLiga EA Sports 2026/27 match between Real Madrid and Rayo Vallecano de Madrid at Estadio Santiago Bernabeu on September 12, 2026 in Madrid, Spain. (Photo by Jose Breton/Pics Action/NurPhoto via Getty Images)
Real Madrid. Foto: NurPhoto via Getty Images/NurPhoto
Bandung -

Real Madrid memang tampil meyakinkan pada awal musim bersama pelatih anyar Jose Mourinho. Namun, kemenangan besar atas Rayo Vallecano belum sepenuhnya menutup persoalan lama Los Blancos.

Lini depan Madrid masih mendapat sorotan karena dinilai malas membantu pertahanan. Kondisi itu membuat permainan El Real belum sepenuhnya stabil ketika kehilangan bola.

Madrid saat ini menempati posisi kedua klasemen dengan koleksi 12 poin. Los Blancos tertinggal tiga angka dari Barcelona yang memimpin klasemen dan masih sempurna dalam lima pertandingan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Madrid mengemas empat kemenangan dan sekali kalah. Satu-satunya kekalahan terjadi pada pekan keempat ketika mereka tumbang 0-1 di markas Real Betis.

ADVERTISEMENT

Madrid kemudian langsung bangkit pada pekan kelima. Bermain di Santiago Bernabeu akhir pekan lalu, Los Blancos menghajar Rayo Vallecano dengan skor telak 4-1.

Namun, kemenangan tersebut tidak serta-merta menghapus kekhawatiran terhadap permainan Madrid.

Mantan kiper Timnas Spanyol, Santiago Canizares, menilai Madrid masih memiliki kelemahan dalam bertahan. Menurut dia, lini depan Madrid belum cukup aktif melakukan pressing ketika kehilangan bola.

Masalah itu berpotensi mengganggu keseimbangan pertahanan Madrid. Ketika para penyerang tidak menekan lawan, gelandang harus bekerja lebih keras untuk menutup ruang yang terbuka.

Vinicius Jr dan Kylian Mbappe menjadi dua pemain Madrid di lini depan yang kerap mendapat kritik karena dinilai enggan membantu pertahanan.

"Saat tidak menguasai bola, kinerja para penyerang mereka sangat buruk. Sikap itu menular. Pemain yang satu melihat pemain lainnya, lalu berpikir, 'Ah, kalau dia saja tidak bergerak, ya saya juga tidak perlu bergerak'," ujar Canizares dikutip dari Sportskeeda.

"Tim pun jadi kacau; para gelandang terpaksa turun ke belakang untuk membantu pertahanan, sehingga tim lawan mana pun bisa menciptakan peluang saat menghadapi Real Madrid," katanya menambahkan.

Canizares menilai Madrid harus segera memperbaiki persoalan tersebut. Ia menekankan pentingnya konsistensi pressing sepanjang musim agar Madrid tidak kesulitan ketika menghadapi pertandingan yang lebih berat.

"Situasi ini tidak kompetitif dan harus segera dibenahi. Jika hal itu tidak dilakukan secara konsisten sepanjang musim, maka saat tiba waktunya Anda benar-benar harus melakukannya, Anda mungkin tidak akan bisa menjalankannya dengan tepat," pungkasnya.

Baca berita selengkapnya di detikSport.

(pur/sud)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads