Debut Como di Liga Champions 2026 meninggalkan kesan mendalam bagi Alessandro Del Piero. Legenda Juventus dan Timnas Italia itu mengaku terkesan dengan soliditas tim asuhan Cesc Fabregas saat melumat RB Leipzig 4-1.
Bertanding di Stadio Giuseppe Sinigaglia pada Jumat (11/9/2026), Como mencatatkan sejarah dalam laga perdana mereka di kompetisi kasta tertinggi Eropa. Alih-alih canggung, Il Lariani justru tampil dominan dan mengakhiri pertandingan dengan kemenangan telak.
Empat gol kemenangan Como masing-masing dicetak oleh Martin Baturina, Anastasios Douvikas, Assane Diao, dan Maximo Perrone. Sementara itu, Leipzig hanya mampu membalas satu gol melalui aksi Andrija Maskimovic.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hasil ini sekaligus menempatkan Como sebagai satu-satunya wakil Italia yang berhasil meraih poin penuh pada matchday pertama Liga Champions musim ini. Di saat yang sama, sebagaimana dilansir dari detikSport, Inter Milan dan Napoli harus mengakui keunggulan lawan mereka setelah kalah dari Real Madrid (0-2) dan Arsenal (0-1). Sementara itu, AS Roma hanya mampu bermain imbang 1-1 melawan Fenerbahce.
Performa impresif Como di bawah arahan Fabregas mendapat apresiasi khusus dari Del Piero. Menurutnya, kemenangan besar tersebut bukan sekadar keberuntungan, melainkan hasil dari organisasi permainan yang matang. Del Piero menilai hampir tidak ada celah dalam skema permainan yang diterapkan Como.
"Ada berbagai hal yang menonjol. Mereka sangat terorganisasi dengan baik dan selalu memperlihatkan keteraturan itu. Mereka memiliki energi luar biasa selama 60 menit; saya tidak ingin mengatakan mereka mendominasi pertandingan, tetapi pada dasarnya ya, mereka mengendalikan permainan dan menunjukkan karakter yang kuat," ujar Del Piero sebagaimana dikutip dari Football Italia.
Meski memberikan pujian, Del Piero juga menyoroti tantangan besar yang akan dihadapi Como terkait padatnya jadwal kompetisi. Ia mempertanyakan konsistensi Fabregas dan anak asuhnya saat harus membagi fokus antara liga domestik dan Eropa.
"Pertanyaan yang kini muncul di mana-mana, termasuk di Italia, adalah bagaimana mereka akan menjalaninya sepanjang tahun dengan jadwal pertandingan hari Minggu-Rabu-Minggu-Rabu," katanya.
Selain faktor teknis di lapangan, Del Piero melihat adanya keharmonisan yang kuat di internal klub. Hubungan antara Fabregas, para pemain, staf, hingga pemilik klub dianggap menjadi fondasi utama kekuatan Como saat ini.
"Namun, mereka sangat bahagia; mulai dari Fabregas ke para pemain, hingga pemilik klub punya chemistry yang hebat dengan staf serta pemain. Semuanya tampak sempurna. Saat ini, mereka tidak menunjukkan kelemahan apa pun," jelasnya.
Bagi Como, kemenangan atas Leipzig menjadi awal yang nyaris sempurna di panggung internasional. Tim yang sebelumnya berjuang menembus Serie A ini kini membuktikan diri mampu bersaing dan memikat perhatian legenda sepak bola dunia sejak penampilan pertama mereka di Liga Champions.
Artikel ini sudah tayang di detikSport
