Como 1907 menandai debut bersejarah mereka di Liga Champions dengan performa impresif. Menjamu RB Leipzig di Stadion Giuseppe Sinigaglia pada Jumat (11/9/2026) dini hari WIB, tim asuhan Cesc Fabregas sukses mengamankan kemenangan telak 4-1.
Tampil tanpa beban di hadapan pendukung sendiri, Como langsung menekan sejak awal laga. Hasilnya, sebagaimana dilansir dari detikSport, Martin Baturina dan Anastasios Douvikas membawa tuan rumah unggul dua gol tanpa balas hingga turun minum.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dominasi Como berlanjut di babak kedua. Assane Diao memperlebar jarak menjadi 3-0, membuat Leipzig semakin tertekan. Meski tim tamu sempat memperkecil ketertinggalan melalui aksi Andrija Maksimovic, Como tetap memegang kendali permainan. Maximo Perrone akhirnya mengunci kemenangan lewat gol di penghujung laga, memastikan skor 4-1 bertahan hingga peluit panjang.
"Ini adalah malam yang bersejarah. Kami menjalani pertandingan yang luar biasa. Kami sangat bersemangat untuk memainkan pertandingan ini dan kami benar-benar bahagia," ujar pemain Como, Nico Paz, kepada Sky Sport Italia.
Transformasi dari Serie D
Kemenangan ini menjadi tonggak penting dalam perjalanan panjang Como. Sejak diakuisisi oleh Grup Djarum milik keluarga Hartono pada 2019, klub ini mengalami transformasi luar biasa dari kasta amatir Serie D menuju panggung elite Eropa.
Setelah kembali ke Serie A pada 2024, Como terus menunjukkan progres signifikan. Keberhasilan finis di peringkat keempat pada musim 2025/2026 menjadi tiket perdana mereka menuju Liga Champions sepanjang sejarah klub berdiri.
Kini, investasi besar dan manajemen yang solid mulai membuahkan hasil di level internasional. Como membuktikan bahwa mereka bukan sekadar tim pelengkap, melainkan penantang serius yang mampu menumbangkan tim-tim berpengalaman di Eropa.
"Saya ingin tinggal di sini untuk malam-malam seperti ini, saya tahu di sinilah saya akan berkembang paling pesat, dan saya sangat senang dengan keputusan saya. Saya telah membuat pilihan yang tepat," sambung Nico Paz.
Hasil di Sinigaglia menjadi pesan kuat bahwa perjalanan Como dari kasta bawah menuju kompetisi kasta tertinggi Eropa bukanlah sekadar keberuntungan. Kemenangan 4-1 atas Leipzig adalah bukti nyata dari keberhasilan pembangunan klub yang terencana selama bertahun-tahun.
Artikel ini sudah tayang di detikSport
