Persib Bandung menghadapi tantangan yang belum pernah mereka jalani sebelumnya. Musim 2026/2027, Maung Bandung harus membagi fokus ke empat kompetisi sekaligus.
Pelatih Persib, Igor Tolic, mengakui situasi tersebut bukan perkara sederhana. Bahkan bagi dirinya, manajemen, maupun para pemain, menghadapi empat kompetisi dalam satu musim merupakan pengalaman baru.
Persib harus menjalani Super League, AFC Champions League Two, ASEAN Club Championship, dan League Cup. Di tengah padatnya agenda, Igor juga masih harus membangun tim dengan skuad yang baru benar-benar berkumpul menjelang akhir Agustus 2026.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini pertama kalinya seseorang melakukan hal ini (bermain di empat kompetisi). Jadi kita berusaha membangun, menciptakan tim dari bulan Juni, Juli, Agustus, dan kita belum selesai dengan ini sampai akhir Agustus karena semua pemain baru berkumpul, ada yang datang, ada yang pergi, dan tim nasional juga punya agenda sendiri," ucap Igor, Sabtu (5/9/2026).
Bahkan, Igor menyebut Persib baru bisa menjalani latihan bersama dengan skuad yang utuh pada 22 Agustus. Artinya, waktu yang dimiliki tim untuk membangun chemistry dan pola permainan relatif sangat singkat.
"Jadi pada dasarnya, kita baru menyelenggarakan sesi latihan bersama yang pertama pada tanggal 22 Agustus. Jadi tanggal 22 Agustus, seluruh tim baru latihan bersama, kecuali pemain yang cedera yang belum bisa bergabung," katanya.
Situasi itu membuat Persib harus terus bekerja sambil mengambil keputusan dalam waktu yang relatif cepat. Tidak ada pola baku yang bisa langsung diterapkan karena belum ada pengalaman sebelumnya ketika Persib harus menghadapi situasi serupa.
"Ini pertama kalinya dilakukan, pertama kali untuk manajemen, pertama kali untuk pemain, pertama kali untuk pelatih. Mungkin bagi Manchester City, bertanding di empat kompetisi itu hal biasa, tapi bagi kita, itu tidak biasa. Ya kan?," tegas Igor.
Semua Keputusan Ada Risikonya
Dalam situasi seperti ini, keputusan terkait komposisi skuad menjadi sangat penting. Igor mengatakan tim pelatih dan manajemen masih terus mengumpulkan data untuk menentukan langkah terbaik. Ia juga menegaskan bahwa dirinya siap bertanggung jawab atas keputusan yang diambil sebagai pelatih kepala.
"Jadi, kita masih mengumpulkan data, menimbang-nimbang, dan mengambil keputusan. Dalam keputusan-keputusan ini, saya yang bertanggung jawab atas keputusan tersebut. Saya mendapat dukungan dari Glenn, dari Haji, dari Stanley, dan semua orang untuk mengambil keputusan. Terkadang saya mengambil keputusan, tapi ada panduan yang jelas dalam keputusan itu," jelasnya.
Salah satu keputusan yang kemudian muncul adalah peminjaman sejumlah pemain. Dion Markx dan Ramon Tanque lebih dulu dipinjamkan, sementara Saddil Ramdani juga menjadi pemain yang diproyeksikan menjalani masa peminjaman.
Igor menegaskan, keputusan tersebut bukan semata-mata karena pemain tidak dibutuhkan. Ada pertimbangan mengenai perkembangan karier dan kesempatan bermain.
"Di awal, pada konferensi pers sebelumnya, saya sudah bilang bahwa kita ingin pemain kita merasa bahagia, nilainya tidak turun, dan memiliki reputasi yang baik, di mana semua orang berpandangan baik tentang mereka," katanya.
"Kita berusaha mencari solusi terbaik. Kita mencoba mencari solusi terbaik di tahun sebelumnya, dan juga tahun ini. Kita juga sudah menemukan solusi terbaik untuk Dion, dan kita juga akan menemukan solusi terbaik untuk Saddil, serta untuk semua orang. Tapi harus ada kompromi. Harus ada solusi yang cocok untuk tim," lanjutnya.
Menurut Igor, keputusan yang diambil tidak boleh dilihat hanya dari kepentingan satu pemain. Dalam kondisi Persib yang harus bermain di banyak kompetisi, kepentingan tim menjadi pertimbangan utama.
"Jadi ini semua tentang tim. Ini bukan tentang Marc, bukan tentang Igor, bukan tentang Saddil atau Jupe. Ini tentang tim. Dan setelah semua ini selesai, kita akan lihat di akhir musim, jika kita bertahan sampai akhir musim. di mana posisi kita. Nanti kita akan menganalisis dan melakukan perbaikan untuk tahun depan," tuturnya.
Igor menyadari setiap keputusan bisa saja menghasilkan kesalahan. Namun, menurutnya, pengalaman menjalani musim yang padat inilah yang nantinya menjadi bahan evaluasi Persib.
"Tapi kesalahan, analisis, dan perbaikan adalah satu-satunya cara. Jadi kamu melewati sesuatu untuk pertama kalinya, kamu memikirkannya, kamu melakukannya, kamu membuat kesalahan atau kamu melakukannya dengan baik, kamu menganalisis, kamu berkembang, dan kamu naik ke tingkat berikutnya," ungkap Igor.
Simak Video "Video: Persib Bandung Juara 3 Musim Beruntun!"
[Gambas:Video 20detik] (bba/mso)
