Rasmus Hojlund mengungkap cerita di balik keputusannya bergabung dengan Napoli. Penyerang asal Denmark itu mengaku berada dalam situasi sulit setelah Manchester United tidak lagi memasukkannya dalam rencana klub.
Manchester United meminjamkan Hojlund ke Napoli sepanjang musim 2025/2026. Setelah menjalani musim tersebut, Napoli kemudian mempermanenkan sang striker dengan nilai transfer 44 juta euro atau sekitar Rp 901 miliar.
Dilansir dari La Gazzetta dello Sport, Hojlund mengaku Manchester United sudah tidak membutuhkannya. Situasi tersebut membuatnya mencari klub baru.
"Saya saat itu berada di posisi sulit di Manchester United. Saya sudah tidak dibutuhkan," ungkap Hojlund.
Hojlund memilih tidak larut dalam kekecewaan. Ia segera mencari peluang untuk melanjutkan karier di klub lain.
Tawaran kemudian datang dari Italia. AC Milan dan Napoli menjadi dua klub yang membuka peluang bagi Hojlund.
Namun, Milan tidak benar-benar menginginkannya. Hojlund sempat berkomunikasi dengan pihak Rossoneri sebelum akhirnya memilih Napoli setelah mendapat telepon dari Antonio Conte.
"Apakah Rossoneri menginginkan saya? Tidak juga. Saya sempat berbicara dengan pihak klub dan menjajaki berbagai peluang. Milan tentu memiliki sejarah yang gemilang, namun begitu mendengar bahwa Napoli menginginkan saya dan Conte menelepon, saya tidak ragu sedikit pun," paparnya.
Keputusan Hojlund bergabung dengan Napoli kemudian membuahkan hasil. Ia langsung tampil apik sepanjang musim 2025/2026.
Hojlund mencetak 16 gol dan memberikan delapan assist dalam 44 pertandingan di seluruh kompetisi. Ia juga membantu Napoli meraih gelar Piala Super Italia.
Performa tersebut membuat Napoli mantap mempermanenkan Hojlund setelah masa peminjamannya dari Manchester United berakhir.
"Datang ke Napoli adalah hal positif. Saya berkembang baik," tutupnya.
Baca berita selengkapnya di detikSport.
(aff/sud)