Joan Esteva Sedih Manila Digger Kalah di Menit Akhir

Joan Esteva Sedih Manila Digger Kalah di Menit Akhir

Bima Bagaskara - detikJabar
Selasa, 01 Sep 2026 07:35 WIB
Pelatih Manila Digger Joan Esteva dalam konferensi pers usai laga kontra Persib di Play Off ACL 2 di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung
Pelatih Manila Digger Joan Esteva dalam konferensi pers usai laga kontra Persib di Play Off ACL 2 di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung (Foto: Bima Bagaskara/detikJabar)
Bandung -

Manila Digger harus pulang dengan kekecewaan setelah perjuangannya di playoff AFC Champions League Two (ACL 2) 2026/2027 berakhir dengan kekalahan. Wakil Filipina itu takluk 0-1 dari Persib Bandung di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Senin (31/8/2026) malam.

Gol Mariano Peralta pada menit ke-88 menjadi pembeda dalam pertandingan yang berlangsung ketat tersebut. Manila Digger sebenarnya mampu bertahan hingga akhir pertandingan dan beberapa kali memberikan ancaman kepada Persib.

Kekalahan itu membuat Manila Digger harus merelakan tiket ke fase grup ACL 2 menjadi milik Persib. Sementara Maung Bandung melangkah ke kompetisi antarklub Asia tersebut, Manila Digger kini akan melanjutkan perjalanan mereka di AFC Challenge League.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pelatih Manila Digger, Joan Esteva, mengaku sedih karena timnya harus kebobolan di penghujung laga. Meski demikian, ia tetap bangga dengan perjuangan anak asuhnya yang mampu memberikan perlawanan kepada Persib hingga peluit panjang berbunyi.

"Kami sedih karena kami mampu bersaing melawan tim hebat hingga akhir pertandingan. Tentu saja, di beberapa momen kami cukup kesulitan karena kualitas lawan. Namun, di beberapa momen kami juga mampu mengontrol pertandingan," ujar Joan Esteva usai laga.

ADVERTISEMENT

Manila Digger, menurut Esteva, juga memiliki sejumlah peluang untuk mencetak gol. Namun, ia menilai minimnya pengalaman menjadi salah satu faktor yang membuat timnya gagal mempertahankan skor imbang hingga pertandingan berakhir.

"Kami memiliki banyak peluang. Kurangnya pengalaman membuat kami kebobolan pada menit-menit terakhir. Ya, kami merasa sedih, tetapi kami juga bangga dengan pertandingan yang kami tampilkan," katanya.

Esteva mengatakan, laga melawan Persib menjadi ujian terberat yang dihadapi Manila Digger sejauh persiapan mereka musim ini. Sebelum menghadapi Maung Bandung, Manila lebih banyak menjalani pertandingan persahabatan yang, menurutnya, tidak memberikan tuntutan fisik sebesar laga playoff ACL 2.

"Kami bermain dengan cara yang kami persiapkan untuk musim ini. Saya pikir, tentu saja, ini adalah pertandingan terberat yang kami jalani sejauh ini. Sebelumnya kami memainkan beberapa pertandingan persahabatan yang tidak terlalu menuntut kami secara fisik," ungkapnya.

Situasi tim yang kehilangan beberapa pemain juga membuat Esteva tidak memiliki banyak pilihan untuk melakukan penyegaran, khususnya di lini serang. Namun, Manila tetap mampu bertahan dan beberapa kali mencoba mengancam Persib melalui transisi cepat.

"Kami juga kehilangan beberapa pemain sehingga mungkin kami tidak bisa memberikan tenaga baru di lini serang. Namun kami bertahan dengan sangat baik di beberapa momen. Kami mencoba melakukan beberapa transisi dan bahkan mengontrol pertandingan di beberapa momen," ujarnya.

Bahkan, Esteva merasa Persib sempat berada dalam tekanan ketika skor masih bertahan 0-0 memasuki 10 menit terakhir. Ia menilai segala kemungkinan masih terbuka sebelum akhirnya Persib menemukan gol melalui Peralta.

"Kami memainkan pertandingan yang bagus. Dengan segala kemampuan yang kami miliki, kami memainkan pertandingan yang bagus. Di beberapa momen, saya pikir mereka juga merasa takut karena ketika skor masih 0-0 dalam 10 menit terakhir, apa pun bisa terjadi," katanya.

Namun, satu kelengahan akhirnya harus dibayar mahal. Manila kebobolan pada menit ke-88 dan gagal membalas hingga pertandingan selesai. Mereka bahkan nyaris menyamakan kedudukan pada detik-detik akhir melalui peluang yang membentur tiang gawang.

"Namun, pada akhirnya, seperti yang saya katakan, kurangnya pengalaman terlihat dalam situasi yang menghasilkan gol tersebut. Saya bangga karena kami terus berjuang hingga akhir. Kami bahkan hampir menyamakan kedudukan melalui peluang yang membentur tiang pada detik-detik terakhir," pungkasnya.

(bba/yum)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads