Buntut Panjang Insiden Pemain Keroyok Wasit di Piala Soeratin Garut

Buntut Panjang Insiden Pemain Keroyok Wasit di Piala Soeratin Garut

Hakim Ghani - detikJabar
Senin, 24 Agu 2026 19:00 WIB
Keributan di akhir laga yang mempertemukan Banjar Patroman FA melawan Tasik Raya FC di Stadion Jayaraga, Tarogong Kidul, Garut, Sabtu 22 Agustus 2026
Keributan di akhir laga yang mempertemukan Banjar Patroman FA melawan Tasik Raya FC di Stadion Jayaraga, Tarogong Kidul, Garut, Sabtu 22 Agustus 2026 (Foto: Istimewa)
Garut -

Terjadi keributan saat laga Tasik Raya FC menghadapi Banjar Patroman FA di ajang Piala Soeratin U-15 yang digelar di Garut tempo hari. Kejadian itu, ternyata berbuntut panjang, hingga menyebabkan beberapa pertandingan lanjutan tidak digelar sesuai waktu yang dijadwalkan.

Keributan di laga Tasik Raya vs Banjar Patroman FA terjadi pada hari Sabtu, (22/8) siang lalu di Stadion Jayaraga, Garut. Laga tersebut, merupakan laga penentu di Grup B babak penyisihan Piala Soeratin U-15.

Tasik Raya yang pada laga sebelumnya dikalahkan oleh Persikotas Tasikmalaya, butuh kemenangan untuk bisa maju ke babak 8 besar, Zona Priangan Timur. Sedangkan Banjar Patroman FA, hanya butuh hasil imbang, karena di laga sebelumnya mereka menang dari Persikotas Tasikmalaya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kronologi Kejadian

Menurut Ketua Pelaksana, Firman Fauzi Samsudin, keributan di laga Tasik Raya vs Banjar Patroman FA, bermula saat tim Banjar Patroman FA mendapatkan tendangan penalti dari wasit di akhir laga.

ADVERTISEMENT

Saat itu, wasit menganggap kiper dari Tasik Raya FC melanggar penyerang Banjar Patroman FA di dalam kotak penalti, sehingga dikenakan hukuman pelanggaran dan tendangan penalti.

Bola yang sukses dieksekusi oleh pemain Banjar Patroman FA itu, kemudian merubah skor menjadi 1-1. Sebelumnya, Tasik Raya FC juga berhasil mencetak gol pada laga tersebut, melalui tendangan dari titik putih.

"Hasil pertandingan ini membuat Banjar Patroman FA lolos ke babak 8 besar bersama Persikotas dari Grup B," ungkap Firman.

Seusai jalannya laga, pemain dan ofisial Tasik Raya FC yang murka dengan keputusan wasit itu, kemudian menyerbu lapangan. Mereka kemudian mengejar wasit, seperti terlihat dalam sejumlah rekaman video amatir, yang beredar di media sosial.

Dalam video tersebut, wasit diketahui dipukul, dilempari benda padat, hingga ditendang oleh para pemain dari Tasik Raya FC, hingga harus dilarikan menuju ke luar lapangan.

Keributan tak henti sampai di situ. Menurut Firman, sejumlah pemain Tasik Raya juga melakukan perusakan fasilitas stadion. Melihat kejadian tersebut, panitia pelaksana kemudian melerai. Namun, salah satu panitia justru menjadi korban kekerasan juga.

"Ada panitia yang dipukul. Ada videonya juga," katanya.

Respons Kubu Tasik Raya FC

Menanggapi kejadian tersebut, Manajer Tasik Raya FC, Akbar S. Ilhami buka suara. Secara terbuka, Akbar menghaturkan permohonan maaf atas kejadian keributan, yang berlangsung pada pertandingan tersebut.

"Kami dari Tasik Raya menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh pihak yang merasa terganggu atau tidak nyaman atas kejadian yang terjadi pada pertandingan tersebut," ungkap Akbar.

Akbar menyebut, kepemimpinan wasit yang tidak adil, menjadi biang kerok kejadian ribut dalam laga tersebut. Menurut Akbar, timnya merasakan beragam keputusan janggal dari pengadil di laga ini.

"Ini sangat merugikan tim kami dan menimbulkan rasa kecewa, serta ketidakpuasan di dalam tim. Kondisi ini kemudian membuat beberapa pemain terbawa emosi dan bereaksi di lapangan," ungkap Akbar.

Lebih lanjut, kata Akbar, sejak awal kompetisi ini digelar, ada beragam ketidaksesuaian dengan aturan yang terjadi di lapangan. Di antaranya adalah pengamanan pertandingan yang tidak terlihat.

"Pada pertandingan ini, kami tidak melihat pengamanan yang memadai. Hal ini tentu menjadi perhatian bersama, karena pertandingan ini adalah kompetisi resmi," ungkap Akbar.

Akbar sendiri tidak memungkiri jika apa yang dilakukan anak asuhnya memukuli wasit pada pertandingan tersebut merupakan sebuah kesalahan besar. Namun, Akbar berharap kejadian ini dapat menjadi pelajaran bagi semua pihak untuk berbenah.

"Klarifikasi ini bukan untuk menyalahkan satu pihak, melainkan sebagai bahan evaluasi bersama. Kami percaya bahwa setiap pihak memiliki tanggung jawab untuk melakukan introspeksi dan memperbaiki kekurangan," pungkas Akbar.

Tidak Ada Izin Keramaian dari Polisi

Keributan yang terjadi pada laga Tasik Raya FC vs Banjar Patroman FA ini, diketahui berbuntut panjang. Pihak kepolisian, diketahui turun tangan melakukan penyelidikan.

Menurut informasi yang dihimpun detikJabar, pihak penyelenggara dan PSSI Jawa Barat sebagai otoritas kompetisi dimintai keterangan oleh pihak kepolisian. Selain karena keributan yang terjadi, mereka dimintai keterangan lantaran diduga gelaran kompetisi tersebut tidak memiliki izin keramaian dari pihak kepolisian.

Kapolsek Tarogong Kidul, AKP Agus Kustanto mengaku tidak menerima permohonan izin keramaian dari pihak panitia penyelenggara terkait gelaran kompetisi tersebut di Stadion Jayaraga, yang berada di wilayah hukumnya.

"Enggak ada (tembusan). Harusnya kan ada rekomendasi, mulai dari tingkat RW, desa, polsek dan rekomnya ke Polres Garut," ungkap Agus, Senin, (24/8).

Kejadian ini, juga berdampak kepada pergelaran lanjutan kompetisi ini. Sebab, diketahui beberapa pertandingan yang sedianya digelar hari ini, tidak dilaksanakan oleh panitia.

Berdasarkan informasi yang dihimpun detikJabar, pada hari ini, ada 4 pertandingan babak 8 besar Piala Soeratin U-15 Zona Priangan Timur yang seharusnya digelar di Stadion Jayaraga.

Keempat pertandingan tersebut adalah, Kumpay Buana vs Persigar Garut (08.00 WIB), Banjar Patroman FA vs Banjar Patroman FC (10.00 WIB), Putra Asgar vs Persikotas Tasikmalaya (13.00 WIB) dan DK Private vs Galuh FC (15.00 WIB).

Berdasarkan pantauan detikJabar di Stadion Jayaraga, sejak Senin pagi tadi, tidak ada pertandingan pada kompetisi ini yang digelar di Stadion Jayaraga. Sebab, pihak panitia diketahui saat ini tengah melengkapi perizinan keramaian di Polres Garut.

Laga Babak 8 Besar Piala Soeratin U-15 Zona Priangan Timur sendiri, menurut informasi yang dihimpun detikJabar, akan kembali dilanjutkan di tempat yang sama pada Selasa, (25/8) besok, usai PSSI merampungkan perizinan.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video: Pertandingan Piala Soeratin U-17 zona Jawa Tengah diwarnai aksi tendangan kungfu"
[Gambas:Video 20detik] (dir/dir)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads