Ini Alasan Persib Pindahkan Venue Lawan Manila Digger ke Jalak Harupat

Ini Alasan Persib Pindahkan Venue Lawan Manila Digger ke Jalak Harupat

Bima Bagaskara - detikJabar
Minggu, 23 Agu 2026 17:47 WIB
Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung
Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung. Foto: Yuga Hasani
Bandung -

Persib Bandung resmi memindahkan venue pertandingan playoff AFC Champions League Two (ACL 2) 2026/2027 menghadapi Manila Digger FC. Duel yang semula dijadwalkan berlangsung di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) pada Senin (31/8/2026), kini akan dimainkan di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung.

Perubahan venue tersebut bukan tanpa alasan. Manajemen Persib memilih Si Jalak Harupat setelah mempertimbangkan kondisi terkini rumput GBLA yang masih menjalani proses pemeliharaan dan pemulihan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Persib tidak ingin memaksakan GBLA digunakan ketika kondisi lapangan belum sepenuhnya siap. Keputusan tersebut sekaligus memberikan waktu tambahan agar rumput GBLA bisa dipulihkan sebelum digunakan sebagai kandang Maung Bandung di kompetisi Super League 2026/2027.

"Keputusan tersebut diambil untuk memberikan ruang yang optimal bagi proses pemeliharaan dan pemulihan rumput GBLA, sekaligus memastikan stadion berada dalam kondisi terbaik ketika Persib memulai kompetisi Super League 2026/27 menghadapi PSM Makassar pada 6 September mendatang," demikian keterangan tertulis manajemen PT Persib Bandung Bermartabat, Minggu (23/8/2026).

ADVERTISEMENT

Manajemen menilai Si Jalak Harupat menjadi pilihan paling tepat untuk pertandingan melawan Manila Digger. Dengan begitu, proses perawatan GBLA bisa tetap berjalan tanpa harus terganggu agenda pertandingan.

"Persib tidak ingin memaksakan penggunaan GBLA ketika proses pemeliharaan rumput masih berlangsung. Hal tersebut menjadi bagian dari komitmen klub untuk memastikan GBLA berada dalam kondisi terbaik saat digunakan sebagai kandang Persib di empat kompetisi musim 2026/27 ini," tulis manajemen.

Keputusan memindahkan venue juga berkaitan dengan agenda Persib yang cukup padat musim ini. Maung Bandung dijadwalkan tampil di empat kompetisi, sehingga kondisi stadion kandang menjadi salah satu hal yang harus dipersiapkan secara matang.

GBLA diharapkan bisa menjadi markas Persib sepanjang perjalanan musim 2026/2027. Karena itu, manajemen memilih tidak mengambil risiko dengan menggunakan stadion tersebut ketika proses pemulihan rumput masih berlangsung.

"Bagi kami, menjaga kondisi GBLA saat ini merupakan bagian dari tanggung jawab untuk memastikan stadion tersebut benar-benar siap menyambut perjalanan panjang musim 2026/2027. Kami ingin GBLA dapat menjadi rumah Persib yang nyaman dan memberikan kondisi terbaik bagi tim maupun Bobotoh sepanjang kompetisi," ungkap manajemen.

Persib juga menyadari GBLA memiliki ikatan kuat dengan tim dan Bobotoh. Namun, perubahan venue kali ini disebut bukan hanya mempertimbangkan satu pertandingan, melainkan bagian dari persiapan jangka panjang.

"Persib memahami bahwa GBLA memiliki kedekatan emosional yang kuat dengan tim Pangeran Biru dan Bobotoh. Karena itu, perubahan venue untuk pertandingan menghadapi Manila Digger bukan semata-mata keputusan untuk satu pertandingan, melainkan bagian dari pertimbangan yang lebih panjang dalam menjaga kesiapan kandang Persib," kata manajemen.

Selain itu, pertandingan melawan Manila Digger juga dipastikan berlangsung tanpa penonton. Hal tersebut merupakan bagian dari sanksi disipliner AFC sebagai konsekuensi insiden pada pertandingan ACL Two musim sebelumnya ketika Persib menghadapi Ratchaburi FC di GBLA.

Dengan kondisi tersebut, keuntungan bermain di kandang juga tidak akan dirasakan secara langsung melalui kehadiran Bobotoh di tribun.

"Persib menghormati keputusan dan regulasi AFC yang berlaku serta menjadikan pengalaman tersebut sebagai pembelajaran untuk terus meningkatkan standar profesionalisme dan kualitas penyelenggaraan pertandingan," tulis manajemen.

Manajemen mengakui laga tanpa penonton bukan situasi yang diinginkan karena dukungan langsung Bobotoh selama ini menjadi energi tambahan bagi para pemain. Kendati demikian, Persib memastikan tetap menjalankan sanksi tersebut sesuai ketentuan AFC.

Meski tidak bisa datang langsung ke Stadion Si Jalak Harupat, Bobotoh tetap diminta memberikan dukungan dengan cara yang positif.

"Manajemen PT PBB memahami Bobotoh selalu ingin berada di sisi tim, terutama ketika Persib bertanding di level Asia. Kali ini situasinya berbeda, tetapi dukungan tetap dapat diberikan dengan cara yang positif. Kami berharap Bobotoh terus memberikan energi terbaik bagi tim dan bersama-sama menjaga nama baik Persib," demikian keterangan manajemen.

Bagi Persib, pertandingan melawan Manila Digger tetap menjadi laga penting. Kemenangan akan membuka jalan Maung Bandung menuju fase grup ACL 2 2026/2027. Karena itu, meski harus meninggalkan GBLA untuk sementara dan bermain tanpa dukungan langsung Bobotoh, Persib memastikan perubahan venue tersebut tidak akan mengurangi target mereka.

"Persib akan menjadikan pertandingan menghadapi Manila Digger sebagai kesempatan untuk memberikan performa terbaik sekaligus memperjuangkan langkah ke fase berikutnya di ACL Two 2026/2027," pungkas keterangan resmi manajemen Persib.

(sud/sud)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads