Persib Bandung akan kembali berhadapan dengan Manila Digger FC di babak play-off AFC Champions League Two (ACL Two) 2026/2027. Pertandingan ini akan berlangsung di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Bandung, Senin (31/8/2026). Duel tersebut menjadi penentu menuju fase grup ACL Two zona Timur.
Persib tentu lebih diunggulkan di atas kertas. Namun, Manila Digger bukan lawan yang bisa dianggap enteng. Klub asal Filipina itu sudah menunjukkan perkembangan dalam kompetisi Asia dan memiliki sejumlah pemain yang patut mendapat perhatian.
Baca juga: Thom Haye yang Menghilang dari Peredaran |
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menariknya, ini merupakan pertemuan kedua secara beruntun bagi kedua tim di babak play-off ACL Two. Musim lalu, Persib juga menghadapi Manila Digger di GBLA pada 13 Agustus 2025. Maung Bandung akhirnya menang 2-1 dan memastikan tiket ke fase grup.
Dalam pertandingan tersebut, Manila Digger bahkan sempat membuat Persib kerepotan. Persib unggul lebih dulu lewat gol bunuh diri pemain Manila Digger di menit ke-38. Tim tamu kemudian menyamakan skor lewat gol Modou Joof di menit ke-66 sebelum gol Uilliam Barros pada menit ke-73 memastikan kemenangan tuan rumah.
Menurut data Transfermarkt, Manila Digger saat ini memiliki 18 pemain dengan total nilai pasar sekitar Rp29,46 miliar. Rata-rata usia skuad mereka berada di angka 27,3 tahun. Komposisinya juga cukup unik karena terdapat 12 pemain asing dari total skuad yang ada.
Nama yang paling menonjol dalam daftar skuad Manila Digger adalah Saikouy Ceesay. Penyerang asal Gambia berusia 26 tahun itu memiliki nilai pasar Rp3,48 miliar, menjadi pemain dengan nilai tertinggi di dalam skuad Manila Digger.
Pada musim 2025/2026, Ceesay juga menjadi pemain paling produktif Manila Digger. Ia mencetak 17 gol di Philippines Football League dan satu gol di AFC Challenge League.
Ia juga tercatat pernah mencetak empat gol dalam satu pertandingan PFL ketika Manila Digger menang 9-2 atas Valenzuela PB-Mendiola dan melawan Philippine Army dengan skor 8-0.
Ancaman berikutnya datang dari sisi sayap melalui Baboucarr Touray. Winger asal Gambia tersebut baru berusia 20 tahun dan memiliki nilai pasar Rp3,48 miliar.
Pada musim 2025/2026, Touray mencetak 17 gol dan 9 assist di kompetisi domestik. Kecepatan dan fleksibilitas di lini depan membuat Touray menjadi pemain yang layak mendapat pengawalan ketat, terutama ketika Persib kehilangan bola dan Manila Digger melakukan serangan balik.
Menariknya, ancaman Manila Digger tidak hanya datang dari lini depan. Hal itu karena klub tersebut memiliki Modou Joof, bek tengah asal Gambia dengan nilai pasar Rp3,48 miliar.
Pemain berusia 23 tahun tersebut sudah mengenal Persib setelah membobol gawang Teja Paku Alam dalam pertandingan play-off ACL Two musim lalu.
Pada musim lalu, Manila Digger juga bicara banyak di ajang AFC Challenge League setelah kalah dari Persib di play-off ACL Two. Mereka kemudian melangkah hingga semifinal setelah menyingkirkan Dewa United dengan agregat 3-2 sebelum kalah 1-4 dari tim Kamboja, Svay Rieng.
Simak Video "Video: Persib Bandung Juara 3 Musim Beruntun!"
[Gambas:Video 20detik] (bba/mso)
