Ada pemandangan berbeda saat rombongan Persib Bandung kembali ke Kota Bandung, Rabu (19/8/2026) siang. Untuk pertama kalinya setelah Bandara Husein Sastranegara kembali melayani penerbangan komersial jet, skuad Maung Bandung mendarat langsung di Bandung.
Rombongan Persib tiba di Bandara Husein Sastranegara pada pukul 12.25 WIB menggunakan maskapai Garuda Indonesia. Mereka baru saja menyelesaikan rangkaian pemusatan latihan di Bali yang berlangsung lebih dari satu pekan.
Kembalinya penerbangan komersial jet ke Bandara Husein Sastranegara menjadi kabar baik bagi Persib. Sebelumnya, perjalanan udara Maung Bandung mengharuskan rombongan terbang melalui Jakarta, baik ketika hendak menjalani laga tandang maupun saat kembali ke Bandung.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setibanya di Jakarta, para pemain masih harus melanjutkan perjalanan darat menuju Bandung. Begitu pula ketika akan berangkat, rombongan harus lebih dulu menempuh perjalanan darat menuju Jakarta sebelum melanjutkan penerbangan.
Kini, perjalanan tersebut bisa dipangkas. Persib bisa langsung terbang menuju Bandung dan mendarat di Husein Sastranegara.
Kiper muda Persib, Fitrah Maulana, mengaku merasakan langsung perbedaan tersebut. Menurutnya, perjalanan menjadi lebih singkat sehingga pemain tidak terlalu terkuras oleh perjalanan.
"Jadi nggak capek kita kan. Biasanya kita harus ke Halim dulu jauh-jauh, naik bus, membuang-buang waktu lah istilahnya. Jadi kalau langsung ke Bandung kan dekat gitu kita," ujar Fitrah usai mendarat di Bandara Husein Sastranegara.
Bagi pemain, efisiensi perjalanan juga bisa berpengaruh terhadap kondisi fisik dan mental, terutama ketika Persib harus menjalani pertandingan dengan jadwal yang padat.
Mariano Peralta langsung diserbu bobotoh saat tiba di Bandara Husein Sastranegara Bandung (Foto: Bima Bagaskara/detikJabar). |
Fitrah menilai perjalanan yang lebih singkat bisa membantu pemain menjaga kondisi sebelum pertandingan.
"Berpengaruh, berpengaruh karena mental juga karena kalau dekat, oh dekat, kalau misalnya jauh tuh kayak aduh jauh gitu," katanya.
Selain soal perjalanan, Fitrah juga membawa kepercayaan diri setelah tampil dalam pertandingan terakhir Persib di Bali. Ia dipercaya tampil saat Maung Bandung menghadapi Bali United dalam laga persahabatan bertajuk Dewata Challenge Series 2026 di Stadion I Wayan Dipta, Selasa (18/8/2026) malam.
Dalam pertandingan tersebut, Persib menang dramatis 3-2 setelah dua kali tertinggal. Fitrah juga mencatatkan sejumlah penyelamatan penting sepanjang pertandingan.
Fitrah mengaku bangga bisa mendapatkan pengalaman tersebut. Meski hanya pertandingan pramusim, ia menganggap laga tersebut penting untuk perkembangan dirinya.
"Perasaannya sangat bangga karena tadi itu juga pertandingan yang menentukan walaupun memang pramusim tapi itu sangat penting untuk pengalaman saya, untuk mengasah skill saya ke depannya," tuturnya.
Menurut Fitrah, pengalaman dalam pertandingan pramusim menjadi bagian penting dari persiapan menghadapi kompetisi resmi. Ia pun memastikan seluruh pemain siap jika nantinya mendapat kepercayaan untuk tampil.
"Apalagi untuk persiapan liga juga. Jadi siapapun nanti yang diturunkan, semua sudah siap," ujarnya.
Persaingan di posisi penjaga gawang Persib juga menjadi bagian dari proses tersebut. Fitrah harus bersaing dengan kiper senior Teja Paku Alam untuk mendapatkan menit bermain.
Namun, ia memastikan persaingan di antara para penjaga gawang berlangsung sehat. Fitrah bahkan menganggap Teja sebagai sosok kakak yang juga memberikan dukungan kepadanya.
"Sebenarnya kita persaingan sama Bang Teja ya sehat-sehat aja lah ya. Saya juga menganggap dia kakak saya, jadi kalau dia main saya support, saya main dia support saya," kata Fitrah.
(bba/mso)

