Banding Persib Ditolak AFC, Viking Ajak Bobotoh Introspeksi

Banding Persib Ditolak AFC, Viking Ajak Bobotoh Introspeksi

Bima Bagaskara - detikJabar
Minggu, 16 Agu 2026 15:00 WIB
Logo Viking Persib Club.
Ilustrasi logo Viking Persib Club. (Foto: olah visual menggunakan ChatGPT)
Bandung -

Viking Persib Club menyatakan sikap hormat atas keputusan AFC yang menolak banding Persib Bandung terkait sanksi kericuhan saat menghadapi Ratchaburi FC pada babak 16 besar AFC Champions League Two (ACL 2) 2025/2026. Viking menilai keputusan tersebut harus menjadi pelajaran agar insiden serupa tidak kembali merugikan Maung Bandung.

Sekretaris Umum Viking Persib Club, Arlan Sidha, mengatakan pengajuan banding yang dilakukan Persib merupakan bentuk usaha klub untuk meluruskan kejadian yang menjadi dasar pemberian sanksi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurutnya, sejak awal, banding bukan jaminan sanksi akan dihapus. Namun, langkah tersebut menunjukkan Persib telah berupaya mencari jalan terbaik atas hukuman yang dijatuhkan AFC.

"Saya melihat persoalan banding adalah persoalan usaha dan mencoba untuk meluruskan kejadian pada saat itu sehingga ya syukur-syukur banding bisa meringankan sanksi atau kemudian bisa menghilangkan sanksi," kata Arlan.

ADVERTISEMENT

"Walaupun hal itu kan tetap nanti menjadi keputusan dari pihak dari AFC sendiri gitu. Tapi yang paling penting adalah kita (Persib) sudah memiliki usaha untuk banding dan mencoba untuk meluruskan apa yang terjadi," lanjutnya.

AFC pada akhirnya menolak banding Persib dan menguatkan keputusan sebelumnya. Persib tetap harus membayar denda USD 200.000 atau sekitar Rp3,5 miliar serta menjalani sanksi pertandingan tanpa penonton.

Bagi Arlan, penolakan banding merupakan hasil yang harus diterima. Ia menilai hukuman tersebut semestinya tidak hanya dilihat sebagai kerugian, tetapi juga momentum untuk mengevaluasi berbagai hal yang terjadi di stadion.

"Persoalan ditolak kan itu adalah hasil ya. Jadi saya pikir apapun yang dikeluarkan ya kita harus hargai dan kemudian menjadi pelajaran ke depannya agar segala sesuatu bisa dipikirkan ulang dan kemudian juga kita juga bisa harus berhati-hati," ujarnya.

Menurut Arlan, sanksi tersebut tidak seharusnya membuat dukungan Bobotoh kepada Persib terhenti. Sebaliknya, seluruh elemen suporter perlu menjadikannya sebagai bahan introspeksi.

"Tapi ya menurut saya hal tersebut bukan artinya mematahkan dukungan tapi ini juga bagian yang harus kita sadari," katanya.

Viking juga menyoroti pentingnya komunikasi antara panitia pelaksana pertandingan dan suporter. Hal tersebut dinilai krusial, terutama ketika Persib menghadapi pertandingan dengan tensi tinggi.

Arlan mengatakan Viking akan mendorong komunikasi yang lebih baik sekaligus meningkatkan kewaspadaan anggotanya saat berada di stadion.

"Saya pikir aspek komunikasi dan kemudian aspek pengamanan ya menjadi titik tekan yang penting, sehingga nanti hal-hal yang ada di lapangan terutama pada saat pertandingan-pertandingan yang dianggap krusial kita juga bisa memposisikan diri ketika situasi-situasi mulai terjadi ketegangan," tuturnya.

"Jadi saya pikir ini hanya persoalan komunikasi dan kemudian kesigapan panpel dengan suporter," sambung Arlan.

Menurutnya, pengalaman Persib di kompetisi Asia sebelumnya juga telah membuat Viking belajar menempatkan anggotanya dalam posisi yang lebih waspada.

"Beberapa kali sih di pertandingan di Asia Viking juga sudah bisa menempatkan pada posisi-posisi yang waspadalah ya. Jadi artinya ke depan ya kita akan selalu meningkatkan komunikasi sehingga hal-hal yang mungkin terjadi di beberapa match bisa kita kurangi," katanya.

Arlan juga mengingatkan agar persoalan tersebut tidak berujung pada aksi saling menyalahkan antarsuporter. Menurutnya, mencari siapa yang paling bertanggung jawab tidak akan menyelesaikan persoalan jika tidak diikuti upaya memperbaiki situasi.

"Walaupun sebenarnya kita juga tidak bisa menuduh suporter mana yang kemudian dalam tanda kutip akhirnya kecolongan tapi paling tidak ya kita sebagai suporter juga tidak bisa saling menyalahkan tapi bisa saling mengingatkan agar ini tidak kita tidak alami lagi," ujarnya.

Karena itu, imbauan tersebut tidak hanya ditujukan kepada anggota Viking. Seluruh Bobotoh, termasuk mereka yang tidak tergabung dalam kelompok suporter tertentu, dinilai memiliki tanggung jawab yang sama untuk menjaga Persib.

Arlan menegaskan dukungan terhadap Persib harus berjalan beriringan dengan kesadaran untuk menjaga klub dari konsekuensi buruk akibat perilaku di tribun maupun stadion.

"Yang bisa kita lakukan kan itu ya saling mengingatkan dan kemudian saling menguatkan agar dukungan-dukungan positif juga terus berkembang di stadion," pungkasnya.

(bba/orb)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads