Kilas Balik Sanksi AFC ke Persib: Kericuhan GBLA hingga Banding Ditolak

Kilas Balik Sanksi AFC ke Persib: Kericuhan GBLA hingga Banding Ditolak

Bima Bagaskara - detikJabar
Sabtu, 15 Agu 2026 11:00 WIB
Kericuhan usai Persib tersingkir dari ACL 2 karena kalah agregat dari Ratchaburi FC
Kericuhan usai Persib tersingkir dari ACL 2 karena kalah agregat dari Ratchaburi FC. (Foto: Bima Bagaskara/detikJabar)
Bandung -

Upaya Persib Bandung untuk meringankan sanksi AFC akibat kericuhan saat menghadapi Ratchaburi FC berakhir tanpa hasil. Banding yang diajukan Maung Bandung resmi ditolak, sehingga seluruh hukuman yang sebelumnya dijatuhkan AFC tetap berlaku.

Persoalan ini bermula dari pertandingan Persib melawan Ratchaburi FC pada babak 16 besar AFC Champions League Two (ACL 2) 2025/2026 di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), 18 Februari 2026.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pertandingan leg kedua itu berlangsung dengan tensi tinggi. Persib sebenarnya mampu menang 1-0 melalui gol Andrew Jung pada menit ke-40. Namun, hasil tersebut tidak cukup membalikkan kekalahan 0-3 pada leg pertama sehingga Persib tersingkir dengan agregat 1-3.

Kekecewaan pun pecah setelah peluit panjang. Sejumlah suporter turun dari tribun menuju lapangan. Situasi kemudian memanas dengan aksi pelemparan dan kericuhan yang melibatkan sejumlah oknum suporter.

ADVERTISEMENT

Pelatih Persib saat itu, Bojan Hodak, menyayangkan tindakan segelintir suporter tersebut. Ia menilai mayoritas Bobotoh sudah memberikan dukungan luar biasa, tetapi tindakan sejumlah kecil orang justru berpotensi merugikan klub.

"Mungkin di sini tadi ada sekitar 30 ribu suporter dan 29.900 dari mereka itu fantastis. Tidak mudah bermain di sini, jika kalian ingat laga melawan Bangkok United, di babak pertama kesulitan," ujar Bojan usai pertandingan.

"Tapi ada seratus orang yang merusak itu. Mereka datang untuk kepentingan pribadinya. Karena kami bisa saja didenda karena seratus orang atau bahkan itu kurang dari seratus orang. Mereka meneror semuanya," tegasnya.

Kekhawatiran Bojan kemudian benar-benar menjadi kenyataan. Pada 13 Mei 2026, AFC menjatuhkan sanksi berat kepada Persib setelah menilai terjadi sejumlah pelanggaran dalam pertandingan tersebut.

Dalam keputusan AFC, suporter yang berafiliasi dengan Persib disebut menyalakan flare dan kembang api, melempar pecahan kursi, botol, kantong berisi cairan, gelas plastik hingga benda-benda lain ke area pertandingan.

AFC juga mencatat perusakan kursi dan papan reklame, tindakan kekerasan, penghinaan terhadap tim lawan serta perangkat pertandingan. Bahkan, terdapat penonton yang melakukan invasi ke lapangan setelah pertandingan berakhir.

Masalah tidak hanya ditempatkan pada perilaku penonton. AFC juga menilai Persib gagal memastikan keamanan pertandingan dan menjaga sejumlah akses keselamatan tetap bebas dari hambatan. Jalur, koridor dan tangga stadion disebut sempat terhalang oleh penonton.

"Suporter yang terkait dengan terdakwa menyalakan berbagai perangkat pembakar (kembang api dan flare), melempar banyak benda ke lapangan, merusak kursi stadion dan papan iklan, melakukan tindakan kekerasan fisik, serta melontarkan kata-kata kasar dan menghina kepada tim lawan maupun ofisial pertandingan, termasuk tuduhan bahwa mereka bagian dari mafia dan dibayar untuk memengaruhi hasil pertandingan," tulis AFC dalam putusannya.

Hukuman pun dijatuhkan. Persib dikenai denda USD 200 ribu, sekitar Rp3,5 miliar, serta hukuman bermain tanpa penonton dalam dua pertandingan kandang kompetisi klub pria AFC berikutnya. Sanksi penutupan stadion untuk laga kedua ditangguhkan selama masa percobaan dua tahun.

"Persib Bandung diperintahkan membayar total denda USD200.000 yang harus diselesaikan dalam waktu 30 hari sejak keputusan ini dikomunikasikan," tulis AFC.

"Persib Bandung dihukum bermain tanpa penonton penuh selama dua pertandingan kandang di kompetisi antarklub AFC yang digelar di Indonesia," tegas putusan itu.

Persib Ajukan Banding, Tapi Ditolak

Tidak menerima begitu saja keputusan tersebut, Persib kemudian mengajukan banding. Langkah itu menjadi upaya klub untuk mendapatkan keringanan atas hukuman yang dijatuhkan AFC.

Namun, upaya tersebut tidak membuahkan hasil. Dalam keputusan banding, AFC menyatakan banding Persib ditolak sepenuhnya dan keputusan Komite Disiplin dan Etika AFC sebelumnya tetap dikuatkan.

"Banding yang diajukan oleh Persib Bandung terhadap Keputusan VVC 20260513DC13 ditolak sepenuhnya. Keputusan Komite Disiplin dan Etika AFC nomor VVC 20260513DC13 dikuatkan," tulis keputusan AFC pada Kamis (13/8/2026).

Dengan keputusan tersebut, Persib tetap diwajibkan membayar denda total USD 200.000 atau sekitar Rp3,5 miliar (kurs Rp17.826), dengan kewajiban pelunasan dalam waktu 30 hari sejak keputusan disampaikan. Persib juga tetap mendapatkan hukuman berat berupa pertandingan tanpa penonton.

"Persib Bandung dijatuhi sanksi bertanding dengan penutupan penuh stadion sebanyak dua pertandingan. Perintah ini berlaku untuk dua pertandingan kandang berikutnya yang dimainkan oleh Persib Bandung di wilayah Indonesia dalam kompetisi klub pria AFC," tegas AFC.

(bba/sud)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads